Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

6 Fakta Soal Kehidupan Seks Modern yang Bikin Tercengang

Discussion in 'Kesehatan' started by ijolumut, Nov 9, 2015.

  1. ijolumut

    ijolumut Guru Lusuh

    Joined:
    Aug 4, 2015
    Posting:
    1,651
    Likes Received:
    1,037
    Trophy Points:
    116
    6 Fakta Soal Kehidupan Seks Modern yang Bikin Tercengang

    Kehidupan seks pasangan suami istri ternyata juga dipengaruhi oleh zaman. Contohnya adalah 5 fakta berikut ini.

    Dahulu, seks hanya dianggap sebagai cara pasangan suami istri untuk mendapatkan anak. Kaum pria dituntut aktif dalam sesi bercinta sementara wanita hanya bisa pasrah dan 'berbaring menunggu pria selesai dengan urusannya'.

    Namun perspektif ini tak lagi berlaku di dunia modern. Selain memang sebagai cara pasangan suami istri untuk bisa mendapatkan anak, hubungan seks juga harus bisa memberikan kepuasan kepada kedua belah pihak.

    1. Wanita cenderung biseksual

    Preferensi heteroseksual atau menyukai lawan jenis adalah hal yang umum dirasakan oleh banyak orang. Namun demikian tak dapat dipungkiri ada juga yang hanya menyukai sesama jenis (homoseksual) atau menyukai keduanya (biseksual).

    Terkait hal tersebut, ada penelitian di jurnal Personality and Social Psychology yang mengungkap bahwa perempuan ternyata punya preferensi seksual kompleks. Studi menyebut tampaknya sebagian besar perempuan punya kecenderungan biseksual.

    Hasilnya ditemukan hanya 28 persen wanita heteroseksual yang memberikan respons rangsangan ketika melihat foto pria saja. Lebih banyak wanita yang memberikan respons saat melihat foto wanita dan pria.

    2. Tak melulu harus penetrasi

    Bentuk hubungan intim yang dilakukan suami istri nyatanya tak melulu harus berupa penetrasi penis pada vagina. Sebab untuk mendapat kepuasan seksual guna menambah kepercayaan, keintiman, dan rasa cinta pada pasangan, pasutri juga bisa melakukan 'outercourse' atau kerap juga disebut 'seks di luar'.

    Pakar seks Ian Kerner PhD mengatakan, outercourse merupakan istilah umum untuk semua kegiatan seks non-penetratif. Aktivitas berciuman, memeluk, bicara erotis, menggunakan sex toys, memijat, seks oral, bahkan masturbasi termasuk dalam outercourse.

    Apalagi, banyak penelitian menunjukkan sekitar 80 persen wanita tidak mendapat orgasme hanya dari hubungan seks penetrasi vagina saja. Untuk itu, pria perlu melakukan clitorate atau foreplay yang melibatkan klitoris. Sebab, dikatakan Kerner, klitoris merupakan pusat kekuatan orgasme wanita dan foreplay adalah coreplay yang mesti dilakukan pria.

    3. Ada pengaruh perubahan iklim

    Perubahan iklim yang terjadi juga memberikan pengaruh terhadap frekuensi hubungan seks yang dilakukan pasangan suami istri. Sebuah riset terbaru mengungkap peningkatan suhu dapat berakibat pada menurunnya angka kelahiran.

    Bagaimana hal ini bisa terjadi? Rupanya setelah peneliti mengamati data temperatur dan tingkat kesuburan masyarakat di Amerika dalam kurun 80 tahun terakhir, ditemukan bahwa ketika suhu udara di suatu daerah mencapai 26,6 derajat Celcius, maka angka kelahiran akan menurun tajam dalam kurun 8-10 bulan setelahnya.

    Peneliti bahkan mengindikasikan bahwa kenaikan suhu tidak semata-mata menurunkan hasrat pasangan untuk berhubungan intim tetapi juga kesuburan mereka. Selain itu, proses ovulasi atau keluarnya sel telur yang matang atau siap dibuahi juga bisa terganggu dengan tingginya suhu udara yang ada.

    4. Wanita juga doyan porno

    Bukan hanya pria yang gemar menonton video porno untuk memuaskan hasrat seksualnya. Wanita pun berbuat hal yang sama. Namun seberapa sering?

    Dari 3.000 responden yang disurvei, terungkap ada banyak hal yang berbeda antara kebiasaan menonton video porno pada pria dan wanita. Hal pertama yang ditemukan adalah frekuensi menontonnya.

    31 persen responden mengaku menonton setidaknya satu kali dalam sepekan, sedangkan 30 persen lainnya mengaku sempat menonton film erotis beberapa kali dalam sebulan. Pria diperkirakan memiliki frekuensi yang lebih besar.

    Kedua, sebagian besar dari mereka memilih menonton video porno seorang diri, dan untuk kesenangan mereka sendiri. Bahkan mereka yang mengaku tak pernah sekalipun menonton porno bersama pasangan jumlahnya mencapai 66 persen.

    5. Lebih terbuka pada variasi

    Ingat film 50 Shades of Grey? Apa yang terjadi di film tersebut ternyata merupakan representasi di luar sana. Baik pria maupun wanita kini lebih terbuka untuk melakukan variasi pada gaya bercinta.

    Jika dulu posisi missionary yang selalu menjadi andalan, kini banyak pasangan yang mau mencoba berbagai posisi lain seperti spooning, woman on top dan sebagainya. Sedikit banyak, perilaku ini dipengaruhi oleh kemunculan buku seperti Kamasutra dan buku lainnya seputar gaya bercinta.

    Bahkan seks oral yang dulu dianggap menjijikan kini sudah lumrah dilakukan pasangan sebagai bentuk foreplay atau pemanasan.

    6. Berkembangnya industri mainan seks

    Penggunaan mainan seks atau sex toy berkembang pesat dalam 10 tahun. Pasangan suami istri banyak juga yang menggunakannya untuk melakukan foreplay.

    Mereka yang menggunakan mainan seks untuk foreplay mengaku lebih cepat mendapat orgasme. Penggunaan foreplay juga dikategorkan sebagai variasi gaya bercinta oleh beberapa pakar.

    Bahkan saat ini, industri mainan seks berkembang pesat, terutama di Amerika Serikat, Eropa dan Jepang. Yang terbaru, penelitian untuk membuat robot seks yang dapat berbicara sedang hangat dibicarakan.
     

Share This Page