Dewa777 Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
   
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa Adik Ipar Yang Baru Lulus SMU

Discussion in 'Cerita Panas Keluarga' started by jawahh, Mar 27, 2016.

  1. jawahh

    jawahh Pemula

    Joined:
    Mar 27, 2016
    Posting:
    6
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Dewasa Adik Ipar Yang Baru Lulus SMU – Aku hidup bahagia bersama istri dan ke-2 anak-anaku, laki2 dan perempuan walopun aku hanya pegawai rendahan di suatu instansi pemerintah di kota B. Kami menempati rumah tipe 45, cicilan rumah BTN, yang kemudian di renov secara sederhana sehingga mempunyai 3 kamar tidur yang berukuran tidak terlalu besar.

    Suatu hari, kami kedatangan ibu mertua bersama adik iparku yang paling kecil, sebut saja Lilis, baru lulus SMU. Atas permintaan ibu mertua, untuk sementara ikut kami sambil mencari pekerjaan. Perbedaan usiaku dan Lilis cukup jauh, sekitar 10 tahun. Karena kami dari daerah Jawa Barat, Lilis memanggilku dengan sebutan Aa (yang artinya kakak laki-laki).

    Sementara belum mendapatkan pekerjaan, Lilis mengikuti berbagai kursus, Bahasa Inggris, Komputer, Akutansi, dan atas ijin serta perintah istriku, Aku kebagian untuk antar jemput menggunakan motor ‘bekjul’ ku. Bekjul maksudnya motor bebek 70 cc.

    Mungkin karena nasib baik atau memang wajah Lilis cukup cantik, tidak sampai seminggi, Lilis mendapat tawaran pekerjaan sebagai pelayan toko yang cukup bonafide denga pembagian kerja, seminggu bagian pagi dan seminggu kebagian malam, demikian silih berganti. dan kalau kebagian kerja malam, aku bertugas untuk menjemputnya, biasanya toko tutup pukul 21.00 dan pegawai baru bisa pulang sekitar 21.30. Perjalanan dari toko ke rumah tidak begitu jauh, bisanya ditempuh sekitar 30 menitan.

    Lilis anaknya manja, mungkin karena bungsu, setiap kali di bonceng motor, apalagi kalo malam pulang kerja, dia akan memelukku dengan erat, mungkin juga karena hawa malam yang dingin. Entah sengaja atau tidak, payudaranya yang sudah cukup besar akan menempel di punggungku. Hal ini selalu terjadi setiap kali aku menjemput Lilis pulang kerja malam, tapi yang heran, kelihatannya Lilis tidak ada rasa bersalah ataupun rikuh sedikitpun setiap kali payudara nempel di punggungku, mungkin dianggapnya hal ini suatu konsekuensi logis bila berboncengan naik motor. Akulah yang sering berhayal yang tidak-tidak, seringkali dengan sengaja motor kukemudikan dengan kecepatan rendah, kadangkala sengaja mencari jalan yang memutar agar bisa merasakan gesekan-gesekan nikmat di punggungku lebih lama.

    Pada suatu malam, seperti biasanya Aku menjemput Lilis pulang kerja malem, sampai rumah sekitar pukul 22.15 dan seperti biasanya istriku yang membukakan pintu. Setelah membukakan pintu istriku akan kembali ke kamar untuk melanjutkan tidur. Malam itu aku tidak langsung tidur, aku ke dapur, memanaskan air untuk membuat kopi karena berniat untuk menonton pertandinga sepak bola di TV, kalau tidak salah saat itu kesebelasan paforitku main, Brazil. Saat aku keluar dari dapur, secara bersamaan Lilis juga keluar dari kamar mandi, sehingga kami sama berada di lorong depan kamar mandi, entah apa penyebabnya, malam itu kami sama-sama berhenti dan saling pandang tanpa sepatah katapun keluar dari mulut kami masing-masing.

    Tiba-tiba ada suatu dorongan, secara cepat aku rangkul dan aku kecup bibirnya selama beberapa detik. Setelah itu Lilis melepaskan diri dari rangkulanku dan dengan tergesa masuk ke kamarnya. Aku kembali ke ruang tengah untuk melihat pertandingan bola, tapi perasaanku kacau, tidak konsen pada acara di TV. Saat itu ada perasaan takut menghantuiku, takut Lilis ngadu ke istriku, bisa-bisa perang dunia ke tiga.

    Saat pikiranku kacau, aku dikejutkan suara peluit dari dapur yang menandakan air telah mendidih, bergegas aku ke dapur untuk membuat kopi. Kembali aku keruang tengan sambil membawa secangkir kopi yang nikmat sekali, tetapi tetap saja pikiranku kacau. kok bisa-bisanya tadi aku mengecup bibir Lilis??????

    Dalam kegalauan perasaanku, kembali dikejutkan dengan suara lonceng yang menunjukkan pukul 23.30. Saat itu aku melihat kamar Lilis lampunya masih nyala, yang menandakan penghuninya belum tidur, karena aku tau Lilis selalu mematikan lampunya apabila tidur. Terpikirkan olehku, harus memastikan bahwa Lilis tidak marah oleh ulahku tadi dan berharap istriku tidak sampai tau insiden tersebut.

    Dengan pelahan, aku buka kamarku untuk melihat istriku, ternyata dia sudah pulas, tergambar dari dengkurannya yang halus disertasi helaan nafar yang teratur. Dengan pelahan kututup kembali pintu kamar dan secara pelahan pula kubuka pegangan pintu kamar Lilis, ternyata tidak dikunci, pelahan tapi pasti pintu kubuka dan kudapati Lilis duduk di atas tempat tidur sambil memeluk bantal menghadap tembok. Perlahan aku dekati, tiba-tiba Lilis menoleh kearahku, kulihat matanya merah berkaca-kaca, aku bertambah khawatir, Lilis pasti marah dengan kelakuanku tadi. Diluar dugaan, Lilis berdiri mendekatiku dan tiba-tiba memelukku dengan erat sambil kembali menangis lirih. Tambah bingung aku dibuatnya, kemudian utnuk memastikan apa yang terjadi sebenarnya, dengan pelahan dan hati-hati aku raih mukanya dan aku tengadahkan,

    “Kamu marah?”, pertanyaan konyol tiba-tiba keluar dari mulutku.

    Tanpa kata-kata, Lilis menjawab dengan gelengan kepala sambil tajam menatapku. Kami beradu pandang, dan entah dorongan dari mana, secara pelahan kudekatkan bibirku ke bibirnya, ketika tidak ada usaha tolakan dari Lilis, dengan lembut kembali kukecup bibirnya. Setelah beberapa lama, terasa ada reaksi dari Lilis, rupanya dia juga menikmati kecupan tersebut. Akhirnya kecupan ini berlangsung lebih lama dan kami saling memeluk dengan erat, saling mengeluarkan emosi yang kami sendiri tidak tau bagaimana menggambarkannya.

    Tetapi kemesraan ini harus segera diakhiri, sebelum dipergoki oleh isi rumah yang lain, terutama istriku. Segera aku keluar kamar, kembali keruang tengah untuk melanjutkan melihat sepak bola yang ternyata sudah berakhir dengan skor yang tidak aku ketahui. Akhirnya TV kumatikan dan aku masuk kekamarku untuk tidur dengan perasaan yang sangat bahagia.

    Hubungan kami tambah erat dan tambah mesra, setiapkali ada kesempatan kejadian malam itu selalu kami ulangi, dan tentunyanya makin hari kualitasnya makin bertambah mesra.

    Suatu hari, aku pulang kerja lebih awal dan kudapati di rumah hanya ada adikku Lilis dan pembantu. Pembantuku anak perempuan lulusan SMP yang tidak melanjutkan sekolah karena biaya, rumahnya tidak jauh dari rumahku, jadi pagi-pagi datang dan sore hari pulang. Badan pembantuku termasuk bongsor, kulitnya sawo matang dengan muka yang cukup manis untuk ukuran pembantu.

    Kembali kepokok cerita, rupanya istriku sedang pergi dengan ke 2 anakku, berdasarkan surat yang diditipkan ke Lilis, sedang berkunjung ketempat Tante yang katanya sedang mengadakan syukuran.

    Seperti biasanya, sore itu sekitar pk 16.00 pembantuku ijin pulang, maka tinggallah kami berdua, aku dan Lilis, sementara istri dan anak-anakku masih dirumah tante.

    Tanpa dikomando, rupanya kami sama-sama memendam kerinduan, sepeninggal pembantu, setelah pintu depan dikunci, kami saling berpelukan dengan erar dan berpagutan untuk menumpahkan perasaan masing-masing. Setelah beberapa lama kami berpagutan sambil berdiri, secara perlahan aku menuntun Lilis sambil masih berpelukan ke arah kamar dan melanjutkan pergulatan di atas tempat tidur.

    Bibir kami saling berpagutan sambil saling sedot dan saling menggelitik menggunakan lidah, tanganku mencoba meraba payudaranya dari balik kaos yang dipakai, rupanya ulahku sangat mengejutkan, sssttttt…….. sssttt …. sssstttt, terdengar erangan seperti orang kepedasan pada saat aku permainkan putingnya.

    Aku tambah agresip, kuangkat kaos yang dipakainya, telihatlah payudaranya yang masih ditutupi beha tipis, dengan tergesa aku singkap beha-nya dan dengan rakus aku kecup dan aku permainkan dengan lidah putingnya.

    Akibatnya sangat luar biasa, ssstttt ….. ooohhh….. uuuhh ….ssstttt ,,, demikian rintihan panjang Lilis, hal ini terjadi karena belum pernah ada laki-laki yang menjamah, ternyata akulah laki-laki pertama yang mencium bibirnya dan pembermainkan payudaranya.

    Pakaian kami makin awut-awutan, aku berharap istriku tidak pulang cepat. kami melanjutkan kemesaraan, kali ini aku kembali mencium bibirnya sambil meremas-remas payudara dan sesekali mempermainkan putingnya. kali ini aku memesrai Lilis sambil menindih badannya, perlahan tapi pasti aku berusaha menggesekkan adik kecilku yang sudah sangat keras ke kemaluannya yang rupanya juga sudah mulai lembab.

    Kembali terdengar eranga-erangan nikmat, ssssttt ……… uuuhhh ….. ooohhhh ……uuuh.

    Bibir dengan cekatan menyedot payudaranya silih berganti sambil menggesekkan adik kecilku yang sudah sangat keras ke kemaluannya, kami masih sama-sama pakai baju. Lilis pakai bawahan dan kaos, aku masih memakai pakain kerja.

    Aku makin bernafsu, aku singkap bawahan Lilis sehingga nampak celana dalamnya yang sudah lembab kemudian kembali aku gesek-gesekan adik kecilku sambi tidak henti-hentinya mengecup payudara dan mempermainkan putingnya.

    Erangan-erangan panjang kembali terdengan dan tiba-tiba Lilis memeluku dengan sangat erat dan terdengar erangan panjang uuuuhhhh………….. uuuuuuuuhhhh……. uuuuuuhhhhhhh….. aduuuuuuuuhh……. rupanya Lilis mengalami orgasme, mungkin ini adalah orgasme yang pertama yang pernah dialaminya. Lama-lama cengekeraman Lilis makin mengendur dan lepas seiiring dengan selesainya orgasme tadi. Aku???? belum tersalurkan, tapi merasakan kebahagiaanya yang amat sangat karena telah berhasil membuat Lilis yang sangat kusayang bisa mendapatkan orgasme yang ternyata baru dialami saat itu dan merupakan orgasme yang pertama.

    Sejak kejadian itu, maksudnya sejak Lilis mendapatkan orgasme yang pertama, kami selalu mencari-cari kesempatan untuk mengulanginya. Tetapi kesempatannya tidak mudah, karena kami tidak mau menanggung resiko sampai kepergok oleh istriku.

    Pada suatu malam, sekitar pukul 23.00, saat aku berada dalam kamar bersama istriku, terdengar suara pintu kamar sebelah terbuka, dan terdengar langkah-langkah halus menuju kamar mandi, aku dapat menebak dengan pasti bahwa itu adalah Lilis yang ada keperluan ke kamar mandi, kuperhatikan istriku sudah tertidur dengan nyenyak yang ditandai dengan dengkuran halus yang teratur. Dengan sangat hati-hati, aku buka pintu kamar sehalus mungkin dengan harapan tidak ada suara yang dapat menyebabkan istriku terbangun, lalu dengan perlahan pula pintu kututup kembali dan secara pelahan aku menuju lorong yang menghubungkan ke kamar mandi. Aku berdiri di lorong sambil memperhatikan pintu kamarku bagian bawah, kalau-kalau ada lintasan bayangan yang menandakan istriku bangun, sementara telingaku tidak lepas mendengarkan apa yang terjadi di kamar mandi.

    Tidak lama kemudian pintu kamar mandi terbuka, dan benar dugaanku, Lilis keluar dari kamar mandi dengan memakai baju tidur warna kuning kesukaannya. Baju tidur yang dipakai adalah model terusan dengan bukaan di bagian dada dan bagian bawah sebatas lutut.

    “Ngapain A berdiri di situ” tegur Lilis memecah kesunyian,
    “Nungguin kamu” jawabku. Tanpa dikomando, kuraih lengannya dan wajah kami saling mendekat, tak ayal lagi kami berpagutan melampiaskan kerinduan kami.

    Beberapa saat kemudian kami melepaskan pagutan sambil tersengal.

    “A, Lilis pengen …” bisiknya lirih di telingaku. Aku maklum apa yang diinginkan Lilis, kembali kukecup bibirnya sambil kuremas halus payudaranya, rupanya Lilis kali ini tidak memakai beha. Aku buka satu kancing baju tidurnya, dan nongolah payudaranya yang putih disertai tonjolan coklat kemerahan. Tak ayal lagi, bibirku berpindah ke payudaranya dengan disertai sedotan dan gigitan-gigitan lembut pada tonjolan halus yang coklat kemerahan itu.

    ” Sssstttttt …… uuuhh” terdengar desahan-desahan halus, menandakan Lilis mulai terangsang.

    Tanganku turun, meraba pinggang, terus turun lagi, lagi dan sampailah kegundukan di bawah pusar, kuusap halus sambil kadang meremas sampai jari tengahku menemui lekukan di balik baju tidur dan celana dalam.

    ” uuuhhh …. uuuhhh ” rupanya rabaan itu menambah rangsangan.

    “A, pengen ….” kembali bisikan lirih di telingaku, kemudian aku jongkok sehingga kemaluan Lilis tepat di mukaku, Kuangkat rok baju tidur, terlihat celana dalam warna putih yang tipis dan agak lembab, dengan bernafsu aku mulai menjilati kemaluan Lilis yang masih dibungkus celana dalam. ” uuuhhh ….ssstttt ….. uuhhuu” kembali terdengar erangan-erangan kenikmatan yang menambah nafsuku makin bergejolak.

    Kucoba menyingkap celana dalamnya, terlihatlah gumpalah daging yang ditumbuhi bulu-bulu halus. Untuk pertama kali aku melihat langsung kemaluan Lilis, aroma khas mulai tercium, tanpa membuang waktu aku mulai mencium gundukan daging yang sangat menimbulkan minat itu, sampai akhirnya aku menemukan lekukan yang lembab berwarna kemerah-merahan. Aku makin semangat menjilat-jilat lekukan yang sudah sangat lembab itu.

    “uuhhhhh ….. aaahhhhhhh ….sssttttt …. uuuhhhhhhhh” suara erangan makin keras dan terasa rambutku dipegang dengan keras dengan gerakan menekan.

    Hal ini semakin membuat nafsuku berkobar-kobar dan makin inten lidahku menjilati lekukan itu, keluar – masuk, ke kiri – kana, ke atas – bawah, demikian berulang ulang sampai pada suatu saat terasa jambakan pada rambutku makin keras disertai himpitan kaki dikepalaku.

    “Uuuuuuuuhhhhhhh ….. aaaaaahhhhhhh ….. uuuuhhhhh” terdengan erangan panjang disertai keluarya cairan yang cukup banyak membasahi mulut dan mukaku.

    Mukaku terasa dihimpit keras sekali sampai-sampai kesulitan untuk bernafas.

    “Uuuuuhhhhhhhhhhh …. aaaaahhhhhhhhhh” kembali erangan panjang terdengar disertai dengan himpitan dan gerataran yang khas, menandakan orgasme telah dicapai oleh Lilis disertai semprotan cairan yang cukup banyak membasahi mukaku. Aku peluk dengan kuat kakinya disertai himpitan dan tekanan mukaku ke kemaluan Lilis, karena aku maklum hal seperti inilah yang diinginkan wanita pada saat mencapai puncak orgasmenya.

    Beberapa lama kemudian, mulai mengendur himpitan pada mukaku, sampai akhirnya tenang kembali. Aku berdiri dan ku peluk Lilis dengan mesra

    “Terima kasih ya A” terdengar bisikan di telingaku.

    Kejadian-kejadian ini terus kami ulangi kalau ada kesempatan, tapi karena niatku yang tidak ingin merusak adiku sendiri, sampai akhirnya Lilis menemukan jodoh dan menikah masih dalam keadaan perawan. Demikian sebagian pengalamanku dengan adik iparku yang cantik.
     
    Last edited by a moderator: Apr 1, 2016
  2. ridwan

    ridwan Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Apr 6, 2016
    Posting:
    23
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    6
    thanbksssssssssssss
     
  3. eboniye

    eboniye Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Apr 11, 2016
    Posting:
    21
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    daun muda
     
  4. chriso

    chriso Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jul 13, 2016
    Posting:
    22
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Daun muda ni wkwkwk
     
  5. abas2204

    abas2204 Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jul 20, 2016
    Posting:
    18
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    masih gress
     
  6. absoluttt

    absoluttt Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Aug 2, 2016
    Posting:
    28
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    mantabbbb
     
  7. keiyaku

    keiyaku Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jun 27, 2016
    Posting:
    54
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    11
    Fak-ap sekali hu bjjjngddn
     
  8. tulalit

    tulalit Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 23, 2016
    Posting:
    20
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    mantabs
     
  9. b4c0t

    b4c0t Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 30, 2016
    Posting:
    51
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    tambah ilust. bagus. detailnya aja mungkin ditambah, lumayan
     

Share This Page