Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa Aku dan Perempuan Dalam Hidupku

Discussion in 'Cerita Panas' started by mendeng, Feb 22, 2016.

  1. mendeng

    mendeng Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Feb 21, 2016
    Posting:
    25
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    6
    [​IMG]

    Cerita Dewasa Aku dan Perempuan Dalam Hidupku – Dua tahun bertetangga dengan Tante Feby (bukan nama sebenarnya) memberikan pengalaman tersendiri buatku. Ia telah menjadikanku seorang laki- laki sejati yang terobsesi seks. Ya, kejadian 18 tahun yang lalu tak akan mungkin kulupakan begitu saja. Terutama sosok Tante Feby yang sexy yang telah mengajariku teknik memuaskan perempuan kesepian seperti dirinya.

    Waktu itu aku baru lulus SMA di Menado dan bermaksud melanjutkan ke perguruan tinggi di Bandung. Kebetulan aku punya saudara di kota kembang itu. Karena tidak diterima di ITB, aku masuk di universitas swasta, karena aku sudah bertekad merantau. Aku tinggal di rumah adik ibuku, sebut saja namanya Tante Siwi. Suaminya bernama Om Zul (nama samaran).

    Tante Siwi dan Om Zul sudah cukup lama menikah, tapi belum punya anak. Suatu hari ada acara demo memasak di rumah Tante Siwi. Yang datang teman- teman Tante Siwi, baik itu tetangga maupun teman kerja Tante Siwi. Saat itu hari Sabtu, aku tidak ada jadwal kuliah. Aku ikut membantu Tante Siwi mengatur kursi-kursi dan meja di ruang tamunya yang luas.

    Ketika persiapan sudah hampir selesai, datang seorang perempuan bertubuh bahenol yang membuatku bergetar. Wajahnya biasa- biasa saja, nggak jelek tapi juga nggak cantik-cantik amat. Tapi belahan buah dadanya begitu montok terlihat di balik bajunya dan rok selutut yang menampilkan betis putih mulus membuatku tergagap saat aku berhadapan dengannya. Ia nyelonong begitu saja masuk karena pintu ruang tamu terbuka lebar.

    “Hai,kamu keponakannya Siwi ‘kan?”, tanyanya diselingi senyum renyah.

    Agaknya keberadaanku di rumah Tante Siwi sudah diketahui teman-temannya. Aku mengangguk sambil membalas senyumnya dan dengan tangan gemetar kuulurkan tanganku untuk memperkenalkan diri. “Feby”, ujarnya menyambut uluran tanganku yang kubalas dengan menyebut namaku. Tante Siwi menyambut kedatangan Tante Siwi dengan cipika- cipiki, sementara aku kembali ke kamar karena tugasku sudah selesai.

    Di benakku terbayang-bayang Tante Feby yang bertubuh menggairahkan. Beberapa kali aku mendengar suaranya yang sedang ngobrol dengan Tante Siwi. Setelah acara demo masak selesai sore harinya, Tante Siwi cerita kalau Tante Feby adalah tetangganya. Rumahnya di pojok perempatan jalan, berjarak kira-kira 10 rumah dari rumah Tante Siwi. Setiap pergi dan pulang kuliah aku selalu lewat rumah itu, rumah yang besar bergaya modern, tapi aku baru tahu kalau itu rumah Tante Feby.

    Sumber
     

Share This Page