Agen Togel Online Indonesia Agen Poker BandarQ Sakong Online
Agen Betting Online Terpercaya
Japsex - Japanese Sex
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
     
   
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa - Asyiknya Ngewe Dengan Sepupu Sahabatku Yang Seksi

Discussion in 'Cerita Panas' started by smokenjoyqq, Dec 24, 2017.

  1. smokenjoyqq

    smokenjoyqq Suka Lusuh

    Joined:
    Sep 14, 2017
    Posting:
    81
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    11
    [​IMG]
    Cerita Dewasa – Asyiknya Ngewe Dengan Sepupu Sahabatku Yang Seksi

    Cerita Dewasa – Aqu sedang menonton televisi di kamarku ketika Sheila keluar dari kamar

    mandi mengnikmatan baju tidur. Hm.. dia pasti habis cuci muka dan
    bersih-bersih sebelum tidur. Di kamar tidur Kita memang terdapat kamar
    mandi dan televisi, sehingga Aqu menonton televisi sambil tiduran. Sheila
    berbaring di sampingku, dan memejamkan matanya. Lho? Dia langsung mau
    tidur nih! Padahal Aqu sejak tadi menunggu dia. Lihat saja, si “ujang”
    sudah bangun menantikan jatahnya.

    “Sheila! Koq langsung tidur sih?”

    “Mm..?”
    Sheila membuka matanya. Lalu ia duduk dan menatapku. Kemudian ia tersenyum
    manis. Woow.. kemaluanku semakin mengeras. Sheila mendekatkan wajahnya ke
    wajahku. Tangannya yang lembut halus membelai wajahku. Jantungku
    berdetak cepat. Kurangkul tubuhnya yang mungil dan hangat. Terasa nyaman
    sekali. Sheila mencium pipiku.
    “Cupp..!”
    “Tidur yang nyenyak yaa..” katanya perlahan.
    Lalu ia kembali berbaring dan memejamkan matanya. Tidur! Nah lho? Sial
    benar. Cuma begitu saja? Aqu terbengong beberapa saat.
    “Sheila! Sheiill..!” Aqu mengguncang-guncang tubuhnya.
    “Umm.. udah maleem.. Sheila ngantuk niih..”
    Kalau sudah begitu, percuma saja. Dia tidak akan bangun. Padahal Aqu
    sedang birahi tinggi dan butuh pernyaluran. Si “ujang” masih tegang dan
    penasaran minta jatah.

    Baca Juga : Cerita Dewasa – Tante Sari Seksi Yang Mempunyai Memek Sempit


    Begitulah Sheila. Sebagai istri, dia hampir sempurna. Wajah dan fisiknya
    nikmat dilihat, sifatnya baik dan menarik. Perhatiannya pada kebutuhanku
    sehari-hari sangat cukup. Hanya saja, kalau di tempat tidur dia sangat
    “hemat”. Nafsuku terbilang tinggi. Sedangkan Sheila, entah kenapa
    (menurutku) hampir tidak punya nafsu seks. Tidak heran meskipun sudah
    lebih setahun Kita menikah, sampai saat ini Kita belum punya anak. Untuk
    pelampiasan, Aqu terkadang selingkuh dengan wanita lain. Sheila bukannya
    tidak tahu. Tapi tampaknya dia tidak terlalu mempermasalahkannya.
    Nafsuku sulit ditahan. Rasanya ingin kupaksa saja Sheila untuk melayaniku.
    Tapi melihat wajahnya yang sedang pulas, Aqu jadi tidak tega. Kucium
    rambutnya. Akhirnya kuputuskan untuk tidur sambil memeluk Sheila. Siapa
    tahu dalam mimpi, Sheila mau memuaskanku? Hehehe..

    Esoknya saat jam istirahat kantor, Aqu makan siang di Citraland Mall.
    Tidak disangka, disana Aqu bertemu dengan Erna, sahabatku dan Sheila semasa
    kuliah dahulu. Kulihat Erna bersama dengan seorang wanita yang mirip
    dengannya. Seingatku, Erna tidak punya adik. Ternyata setelah Kita
    diperkenalkan, wanita itu adalah adik sepupu Erna. Felly namanya. Heran
    juga Aqu, koq saudara sepupu bisa semirip itu ya? Pendek kata, akhirnya
    Kita makan satu meja.

    Sambil makan, Kita mengobrol. Ternyata Felly seperti juga Erna, tipe yang
    mudah akrab dengan orang baru. Terbukti dia tidak canggung mengobrol
    denganku. Ketika Aqu menanyakan tentang Franky (suErna Erna, sahabatku semasa
    kuliah), Erna bilang bahwa Franky sedang pergi ke Surabaya sekitar dua
    minggu yang lalu untuk suatu keperluan.
    “Paling juga disana dia main perempuan!” begitu komentar Erna.
    Aqu hanya manggut-manggut saja. Aqu kenal baik dengan Franky, dan bukan hal
    yang aneh kalau Franky ada main dengan wanita lain disana. Saat Felly
    permisi untuk ke toilet, Erna langsung bertanya padAqu.

    “Ndrew, loe ama Sheila gimana?”
    “Baek. Kenapa?”
    “Dari dulu loe itu kan juga terkenal suka main perempuan. Koq bisa ya Aqur
    ama Sheila?”
    Aqu diam saja.

    Aqu dan Sheila memang lumayan Aqur. Tapi di ranjang jelas ada masalah.
    Kalau dituruti nafsuku, pasti setiap hari Aqu minta jatah dari Sheila. Tapi
    kalau Sheila dituruti, paling hebat sebulan dijatah empat atau lima kali!
    Itu juga harus main paksa. Seingatku pernah terjadi dalam sebulan Aqu
    hanya dua kali dijatah Sheila. Jelas saja Aqu selingkuh! Mana tahan?

    “Koq diem, Ndrew?” pertanyaan Erna membuyarkan lamunanku.
    “Nggak koq..”
    “Loe lagi punya masalah ya?”
    “Nggaak..”
    “Jujur aja deh..” Erna mendesak.

    Kulirik Erna. Wuih, nafsuku muncul. Aqu jadi teringat saat pesta di rumah
    Franky. Karena nafsuku sudah sampai ke ubun-ubun, maka akal sehatku pun
    hilang.

    “Cerita doong..!” Erna kembali mendesak.
    “Mi.., loe mau pesta “assoy” lagi nggak?” Aqu memulai. Erna kelihatan kaget.
    “Eh? Loe jangan macem-macem ya Ndrew!” kecam Erna.
    Aduh.., kelihatannya dia marah.
    “Sorry! Sorry! Gue nggak serius.. sorry yaa..” Aqu sedikit panik.

    Tiba-tiba Erna tertawa kecil.
    “Keliatannya loe emang punya masalah deh.. Oke, nanti sore kita ketemu
    lagi di sini ya? Gue juga di rumah nggak ada kerjaan.”

    Saat itu Felly kembali dari toilet. Kita melanjutkan mengobrol sebentar,
    setelah itu Aqu kembali ke kantor.

    Jam 5 sore Aqu pulang kantor, dan langsung menuju tempat yang
    dijanjikan. Sekitar sepuluh menit Aqu menunggu sebelum akhirnya telepon
    genggamku berdering. Dari Erna, menanyakan dimana Aqu berada. Setelah
    bertemu, Erna langsung mengajakku naik ke mobilnya. Mobilku kutinggalkan
    disana. Di jalan Erna langsung menanyaiku tanpa basa-basi.
    “Ndrew, loe lagi butuh seks ya?”

    Aqu kaget juga ditanya seperti itu.
    “Maksud loe?”

    “Loe nggak usah malu ama gue. Emangnya Sheila kenapa?”
    Aqu menghela nafas. Akhirnya kuputuskan untuk mengeluarkan uneg-unegku.
    “Mi.. Sheila itu susah banget.. dia bener-bener pelit kalo soal begitu. Loe
    bayangin aja, gue selalu nafsu kalo ngeliat dia. Tapi dia hampir nggak
    pernah ngerespon. Kan nafsu gue numpuk? Gue butuh penyaluran dong!
    Untung badannya kecil, jadi kadang-kadang gue paksa dia.”
    Erna tertawa.

    “Maksudnya loe perkosa dia ya? Lucu deh, masa istri sendiri
    diperkosa sih?”
    “Dia nggak marah koq. Lagi gue perkosanya nggak kasar.”
    “Mana ada perkosa nggak kasar?” Erna tertawa lagi.
    “Dan kalo dia nggak

    marah, perkosa aja dia tiap hari.”
    “Kasian juga kalo diperkosa tiap hari. Gue nggak tega kalo begitu..”
    “Jadi kalo sekali-sekali tega ya?”
    “Yah.. namanya juga kepepet.. Udah deh.. nggak usah ngomongin Sheila lagi ya?”
    “Oke.. kita juga hampir sampe nih..”

    Aqu heran. Ternyata Erna menuju ke sebuah apartemen di Jakarta Barat.
    Dari tadi Aqu tidak menyadarinya.
    “Mi, apartemen siapa nih?”

    “Apartemennya Felly. Pokoqnya kita masuk dulu deh..”
    Felly menyambut Kita berdua. Setelah itu Aqu menunggu di sebuah kursi,
    sementara Felly dan Erna masuk ke kamar. Tidak lama kemudian Erna
    memanggilku dari balik pintu kamar tersebut. Dan ketika Aqu masuk, si
    “ujang” langsung terbangun, sebab kulihat Erna dan Felly tidak memakai
    pakaian sama sekali. MatAqu tidak berkedip melihat pemandangan hebat
    itu. Dua wanita yang cantik yang wajahnya mirip sedang bertelanjang
    bulat di depanku. Mimpi apa Aqu?

    “Koq bengong Ndrew? Katanya loe lagi butuh? Ayo sini..!” panggil Erna lembut.
    Aqu menurut bagai dihipnotis. Felly duduk bersimpuh di ranjang.
    “Ayo berbaring disini, Mas INdrew.”

    Aqu berbaring di ranjang dengan berbantalkan paha Felly. Kulihat dari
    sudut pandangku, kedua bagian bawah buah dada Felly yang menggantung
    mempesona. Ukurannya lumayan juga. Felly langsung melucuti pakaian
    atasku, sementara Erna melucuti pakaianku bagian bawah, sampai akhirnya
    Aqu benar-benar telanjang. Batang kemaluanku mengacung keras menandakan
    nafsuku yang bergolak.

    “Gue pijat dulu yaa..” kata Erna.

    Kemudian Erna menjepit kemaluanku dengan kedua buah dadanya yang montok
    itu. Ohh.., kurasakan pijatan daging lembut itu pada kemaluanku. Rasanya
    benar-benar nyaman. Kulihat Erna tersenyum kepadAqu. Aqu hanya mengamati
    bagaimana kedua buah dada Erna yang sedang digunakan untuk memijat batang
    penisku.

    “Nikmat kan, Ndrew?” Erna bertanya.
    Aqu mengangguk. “Nikmat banget. Lembut..”
    Felly meraih dan membimbing kedua tanganku dengan tangannya untuk
    mengenggam buah dadanya. Dia membungkuk, sehingga kedua buah dadanya
    menggantung bebas di depan wajahku.

    “Ndrew, perah susu gue ya?” pintanya nakal.
    Aqu dengan senang hati melAqukannya. Kuperah kedua susunya seperti
    memerah susu sapi, sehingga Felly merintih-rintih.
    “Ahh.. awww.. akh.. terus.. Ndrew.. ahh.. ahh..”

    Baca Selengkapnya DISINI


    [​IMG]
     

Share This Page