Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

INFO Cerita Dewasa Berdasarkan Kisah Nyata Fantasy Menjadi Nyata

Discussion in 'Cerita Panas' started by pinkylee01, Jan 10, 2016.

  1. pinkylee01

    pinkylee01 Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jan 10, 2016
    Posting:
    14
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Cerita Dewasa Berdasarkan Kisah Nyata Fantasy Menjadi Nyata

    [​IMG]

    Cerita Dewasa ini adalah Pengalaman Sex Cerita Dewasa Berdasarkan Kisah Nyata Fantasy Menjadi Nyata merupakan pengalaman sex yang sangat susah untuk di lupakan. Cerita sex kali ini berdasarkan pengalaman dari pengirim cerita yang tidak mau di sebutkan nama nya , untuk menghormati itu kami menggunakan nama palsu dalam Cerita 17+ kali ini.Untuk itu silahkan langsung di simak cerita nya :

    Apalagi Sang Wilson sendiri yang cuek luar biasa di dalam pergaulan dan topik pembicaraan. Kalau obrolan yang menyerempet soal seks, Wilson ini juaranya. Aku kenal dia sejak masih SMP di bilangan Menteng. Orangnya sangat ganteng dan berpenampilan macho. Perawakannya tidak jauh berbeda denganku, hanya dia lebih pendek sedikit saja. dinda berperawakan rata-rata wanita Indonesia. Yang paling menarik darinya menurutku ialah bibir yang ranum dan matanya yang bulat cantik.
    Sorenya kujemput istriku di kantornya di daerah Kuningan (kantorku sendiri di daerah Kebayoran Baru). Di perjalanan dia tertidur pulas sekali sambil merebahkan kepalanya di bahuku. Aku duduk sambil membaca majalah Times. Kulirik sopirku. Dia kelihatan mulai senewen dengan kemacetan
    Kuningan. Cerita Sex 2016


    Benar, kira-kira lima menit setelah Wilson naik ke kamarku, aku menyusulnya. Setibanya aku di depan pintu kamar mandi yang terbuka sedikit.. wow.. kulihat Wilson sedang mengintip Rere yang sedang melucuti bajunya yang hanya dua lembar itu satu persatu.
    “Goddamn, bini lu bodynya bikin gue geregetan aja.” Bisik Wilson.
    “Eh, monyet, gue kagak pernah minta lu ngintip. Sial, lu.” Aku agak kesal juga, merasa dikerjai.
    “Tenang, broer. Ini step by step. Let the pro do it. You, horny bastard, just shut up and sit tight.”
    “Gue hajar lu. Kalo dia teriak, satu rumah denger, kita bisa cilaka, sompret.”
    “Soon! Reenn! Mana sih kalian?!” kudengar dinda berteriak memanggil dari bawah. Istriku juga pasti dengar, tapi cuek saja, lalu dengan bertelanjang bulat masuk ke dalam bath up, siap-siap mau mandi.

    Kami masih terus mengintip.
    “Lu turun dulu ke bawah, tenangin bini gue, OK?” bisik Wilson.
    “OK.” Aku beranjak perlahan pergi. Nggak tau mau ngomong apa ke dinda, tapi penisku sudah tegang abis, seperti mau pecah rasanya.
    “Yu, Si Wilson lagi nonton basket di kamar gue. Seru juga sih, lagian Rere kan masih mandi. Lu mau nonton juga?” Aku yakin dinda pasti nggak akan berminat, karena dia paling benci sama yang namanya pertandingan basket. Konyol, katanya.
    “Nggak ah, gue di sini aja nonton TV di bawah. Buruan dong. Kan gue juga lapar nih.”
    “Beres, manis.”
    “Genit lu ya kalo nggak ada siapa-siapa.” dinda menyahut sambil tersenyum manis. Aku nyengir aja, sambil lari lagi naik ke kamarku.
    Sampai di sana, aku masuk dan kukunci kamarku perlahan.
    “Gimana, Son?”
    “Udah selesai mandi tuh. Wuih, gila, gue ngaceng berat nih, pren. Kagak nyesel nih lu?”

    Aku diam saja. Nggak lama Rere keluar dari kamar mandi, seperti kebiasaanya, telanjang total hanya bercelana dalam saja. Rambutnya masih basah karena keramas.
    “Aahh!” Rere menjerit kaget setengah mati melihat ada Wilson di situ. Dia mau lari lagi masuk ke kamar mandi, tapi tangan Wilson cepat menangkapnya. Rere meronta-ronta dan aku diam saja sambil menelan ludah.
    “Tenang, sayang.. tenang.. gue di sini cuma mau bantuin lakilu memuaskan fantasinya.” Wilson berujar perlahan sambil tangannya tetap mencengkram tangan Rere.
    “Ren, kamu bener-bener gila ya. Ini apa-apaan sih?” Rere marah sekali melihat ke arahku. Aku cuma membuang muka saja.
    “OK, karena kamu benar-benar sinting, aku juga bisa sinting. Tapi jangan menyesal nanti.” Rere berkata begitu sambil memeluk Wilson dan mencium bibirnya walaupun masih agak ragu. Tangan mereka bergerilya kemana-mana. Buah dada Rere yang ranum menjadi target bibir dan lidah Wilson yang dengan bernapsu menjilat dan menyedotnya. Rere menggelinjang nikmat. “Mmhh.. Son.. remes dong Son.. pelan aja.. ahh..” Rere rupanya naik juga birahinya.
    “Mmhh.. yeaahh..” Wilson mendongak terpejam saat Rere meremas penisnya dari balik celana jeansnya. “Buka aja, sayang..”

    Aku sudah napsu berat, kukeluarkan penisku, dan mulai mengocoknya sambil masih berdiri. Kulihat Rere jongkok di depan Wilson, masih di depan pintu kamar mandi yang terbuka sambil mengeluarkan penisnya dari balik resleting dan mulai menyepongnya habis-habisan. Lidahnya bermain di kepala dan kedua buah pelir Wilson. Dikulum, dihisap, dijilat, you name it, she is doing it. Dia melakukannya sambil melirik Wilson dan aku bergantian.
    “Isep, sayang.. yeaah, gitu.. uuhh.. bini lu hebat, man. Hebaatthh.. aahh.. jebol deh gue.. aarrghh!” Sambil berkata begitu, air mani Wilson tumpah di dalam mulut Rere yang langsung ditelannya.

    Melihat itu, aku nggak tahan lagi, dan air maniku pun langsung menyembur ke lantai. Lemas, aku terduduk di ranjang. Rere pun bangkit berdiri sambil memandang Wilson.
    “Enak, Son? Hmm?” kata Rere setengah berbisik.
    Wilson masih terpejam dan menganggukkan kepala sambil menelan ludahnya.
    “Kalah deh Si dinda. Sedotan lu gila banget, Ra. Ren, you’re a lucky motherfucker, you know?”
    “I know, man. Thanks berat. Ini rahasia kita aja ya.” Sahutku santai.
    “Yuk, turun. Nanti dinda curigation, lagi. Ra, kamu turun dulu, say. Bilangan dinda “Pertandingan basketnya” sudah ampir selesai. Nanti kita nyusul.”
    “OK.” Rere bergegas berpakaian dan langsung turun. Aku sedikit lega karena sebagian fantasiku sudah terpuaskan.
    “Rendi, my man. If you need us to go any further than that, just ask, buddy. Hehehe.” Wilson ngomong gitu sambil membetulkan pakaiannya. Aku ngangguk saja, ikut berberes, dan membersihkan lantai yang terkena semburan maniku barusan.

    Seusai makan siang yang dipenuhi dengan canda dan obrolan seperti biasanya, kami bersantai di kebun belakang rumah kami sambil makan buah-buahan yang dibawa Wilson dan dinda. Kami duduk di meja bundar yang ada di tengah-tengah kebun kami. Aku, Rere, Wilson, dinda. Wilson melirik Rere yang pura-pura tidak melihatnya sambil terus ngobrol denganku dan dinda.
    Tiba-tiba Rere beranjak bangun.
    “Mau pipis”, katanya.
    Sambil berdiri begitu, sambil tangannya mengelus penis Wilson. Kurasa dinda tidak memperhatikannya karena sibuk berkomentar tentang bunga-bunga yang kelihatan indah sekali sore itu. Wilson memandangiku sambil nyengir. Kukedipkan mataku kepadanya sambil meladeni ocehan dinda. Sejam kemudian mereka pamit pulang.

    “Do you like it?” aku bertanya pada istriku sebelum tidur malam itu.
    “Hmm? I think I do.” Rere membalas menjawab sambil memeluk dadaku dan merebahkan kepalanya di dadaku.
    “Mau coba lebih lagi?” aku bertanya singkat.
    “Terserah kamu, sayang.” Balasnya sambil mengelus penisku yang sudah berdiri.
    “Idih, kok udah ngaceng sih ininya?” katanya lagi sambil merogoh kedalam celana tidurku yang komprang tanpa celana dalam.

    Dia mulai mengelus-elus kepala penisku dan mulai mengocoknya perlahan.
    “Ahh, baby.. I want you to fuck him.” Kataku dengan napsu yang sudah naik.
    “I know, baby..” sambil berkata begitu, kepalanya menyusup kebalik selimut dan mengulum penisku.
    “This is what I did to him. Tell me how you like it..” Kurasakan air maniku segera terkumpul akibat sedotan, jilatan dan kulumannya di penisku.
    “Sayang, kamu bakalan bikin aku keluar nih.. telan ya.. mmhh.. oohh.” Gila, belum pernah aku keluar secepat itu. Kurang dari 2 menit saja! Istriku memang luar biasa tehnik oralnya. Maniku ditelannya.
    “Baby, I need you to fuck me. Pleasee..” Rere menggelinjang sambil tangannya meremas toketnya sendiri dan lalu mengelus vaginanya yang sudah basah. Sejak kapan dia nggak pakai baju lagi?
    “Aku nggak mau.. the next fuck you’ll get will be from Wilson, babe.” Aku berkata dengan kejam sambil membereskan celanaku dan tidur pulas.

    Dua hari kemudian, aku masih belum bersanggama dengan Rere. Malam harinya, sekitar pukul 7, Wilson menelponku saat aku baru selesai mandi.
    “Ren, bini gue lagi ke Yogya, ada sodaranya yang meninggal. Gue udah cari alasan biar nggak ikut. So, I’ll have 2 days Off. What’s up?”
    “Perfecto. Si Rere udah horny berat nih. Nggak gue masukkin udah dua hari. Lu dateng deh sekarang.”
    “Say no more, buddy.” Wilson menutup teleponnya. Kira-kira setengah jam kemudian dia sudah sampai. Rere yang membukakan pintu.
    Begitu melihat Rere, Wilson langsung memeluk dan mencium lehernya.
    “Hello, doll. Miss me?” Ini orang cool juga, pikirku.
    “Mmhh..” Rere menggelinjang senang. “A lot. You come for me, or what?”
    “No, I come for my buddy. YOU will make me cum.” Wilson menyeringai.
    “And I will make you cum with me.”
    Wilson langsung menggandeng Rere ke kamar tidur kami. Aku mengikuti dari belakang.
    “Strip for us. And masturbate, but stop when you are about to cum.” Wilson memerintah Rere sesampainya di kamar. Aku menyetel CD jazz yang lembut untuk menunjang suasana.

    Rere melucuti pakaiannya satu persatu sambil meliuk-liukan tubuhnya yang sintal mulus itu. Mau tidak mau, kami berdua menelan ludah berkali-kali. Lalu setelah bugil total, ia membelakangi kami dan membungkuk. Dengan tersenyum ia menoleh ke arah kami dan menjilat jari tengah kanannya. Lalu dengan sensualnya ia mengelus sepanjang bibir vaginanya dan dengan perlahan memasukkan jari tersebut ke dalam vaginanya keluar masuk kira-kira lima kali.
    “Ouhh.. it’s so wet, boys..” katanya seraya menjilat kembali jari itu.
    “And it taste so yummy..” Kami kembali menelan ludah dengan tangan kami mengelus penis kami masing-masing.
    Ia kemudian berbalik menghadap kami, dan berjalan menghampiri Wilson. Ia lalu berjongkok di antara selangkangan Wilson yang duduk di pinggir ranjang bersamaku menonton aksinya. Celana Wilson dibukanya dan penisnya dielus dan diremas lembut.
    Kulihat kepala penis Wilson sudah sangat basah, dan makin basah karena sekarang Rere mulai menjilatinya.
    “Ahh, Raa.. terus sayanghh..” Wilson menggelinjang nikmat dan aku mulai mengocok penisku perlahan.
    “Enak, Son? Hmm? Mau diisep lagi kayak kemarin?” Rere dengan seksinya melirik ke arah Wilson.
    “Yess.. please, babe.. suck my cock..”

    Tidak perlu disuruh dua kali, Rere mengulangi aksinya. Tapi kali ini hanya sebentar saja. Mungkin dia takut Wilson keburu keluar lagi.
    Tidak berapa lama kemudian, Rere menelentangkan tubuhnya di lantai kamar yang berlapis kdinda sambil meremas-remas dadanya, dan tangan yang satunya bermain lincah di vaginanya. Kami ikut bertelanjang bulat sambil duduk di sebelah kanan dan kirinya.
    Beberapa saat kemudian Rere mulai mengerang dan menggelinjang. Napasnya terengah-engah dan mukanya memerah. Pinggulnya terangkat-angkat dan membuat gerakan memutar perlahan. Remasan di dadanya mulai agak kasar. Puting susunya dipelintir olehnya sendiri, dan vaginanya mulai mengeluarkan cairan kental dan berbau khas. Dia sudah diambang orgasme. Wilson dengan sigap menangkap kedua tangannya dan langsung menindihnya.

    Dengan satu hentakan, penisnya menyeruak ke dalam vagina istriku. Pinggul Wilson mulai bermain.
    “Aahh.. aahh.. yess.. oouuhh..” Rere meracau nggak karuan.
    Aku juga hampir pingsan karena napsuku. Tanganku mengocok penisku dengan cepat.
    “Ohh.. Soonn.. kontol lu gede banget banget, sayang.. aahh.. ahh.. ahh.. gue mau sampe nih, Soonn.. oouugghh.. gue keluar, Soonn.. aarrgghh!” Rere menjerit-jerit merasakan nikmat yang menhantam seluruh sendinya.
    “Ra.. di dalam apa di luar..” Shit.. aku baru sadar kalau Wilson lupa pakai kondom! “Di mana, Raa?” Wilson mempercepat goyangannya.
    “Di luar, Son.. uuhh..” Rere udah lemas sehabis orgasme. “Wow.. anget banget, sayang..” ucap Rere lembut saat penis Wilson berkedutan di atas perut Rere yang putih dan rata. Tangan Rere cepat mengurut-urut penis Wilson yang sedang memuntahkan laharnya.
    “Ooh fuucckk..” Wilson ambruk di atas tubuh istriku. Aku juga mempercepat kocokanku dan nggak lama..
    “Baby, I’m coming..” aku terengah-engah mengarahkan penisku ke mulut Rere.
    “Sini, sayang.. aku mau kamu punya..” Rere membuka mulutnya lebar dan kusemburkan maniku ke dalam mulutnya..
    “Telen sayang.. yeaahh.. agghh!” Orgasmeku menghantamku dan penisku berkedutan di dalam mulut Rere. Dengan lembut Rere menjilati dan mengulum penisku.
    Seluruh adegan itu memakan waktu hanya 1.5 jam saja. Wilson lalu pamit pulang segera.
    “Thanks, Son.” Kataku waktu mengantarnya ke depan pintu. Rere sudah tertidur di kamar kelelahan.
    “Anytime, buddy. Memek bini lu luar biasa.”
    “dinda punya gimana? Emangnya nggak seenak Rere?” ujarku iseng aja sebenarnya.
    “Hehehe.. lu coba aja sendiri. My treat. Tapi itu kalau dia OK. Later, man. Let’s do lunch tomorrow.”
    Aku tersenyum kecil dan menganggukan kepala.

    Besoknya aku makan siang bersama dengan Wilson di daerah Kemang. Sambil ngobrol ngalor ngidul, Wilson berkata, “Besok malam dinda sampai di rumah. Still interested?”
    “Well, gue sih OK banget kalo lu berdua OK juga. Rere gimana?” kataku pelan.
    “Ajak aja besok. Gue punya rencana nih. Kita bisa nonton live show barangkali. Hahaha.”
    Deg. Jantungku berhenti sejenak. Wilson memang gila, kayaknya. Tapi kegilaan yang mengasyikan.
    “Are you serious? Gimana caranya? Mana mau mereka?”
    “Serahin aja sama Om Wilson. Lu tau beres dan ngecret aja deh pokoknya. OK ya. Gue musti balik ke kantor nih. Masih ada urusan. See you tonite.”
    “See you, bro.”



    Bagaimana Dengan Cerita Nya? Menarik Bukan Karena Di Sini Kita Bisa Ikut Merasakan Rasa Nya Melalui Cerita Dewasa Nya Ini.Oleh Karena Ini Jangan Lupa Untuk Di Simak Cerita Hot Lainnya Di Bawah Ini :
     

Share This Page