Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa Miss Foni

Discussion in 'Cerita Panas' started by depresss, Mar 8, 2016.

  1. depresss

    depresss Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 8, 2016
    Posting:
    28
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Dewasa Miss Foni – Cuaca yang panas membuat tubuh ini ingin mandi setelah seharian mengajar home school di rumah Sasha. Badan kembali segar setelah aku mandi dan selanjutnya bergegas untuk menikmati sore itu dengan membaca majalah yang aku beli siang tadi. Ketika sedang asyiknya membaca majalah, tiba-tiba HP ku aku berdering, kring…kriiingggggg… aku angkat,

    “ Hello selamat sore Yudha ? “
    “Hello Foni, kamu lagi dimana ? udah di rumah ? “
    “ Iya Yudha, aku sudah di rumah, baru selesai mandi, ada apa ? “
    “ Aku mau ajak kamu makan malam sama Shasa, apa kamu bisa ? “
    “ Baik Yudha aku siap-siap dulu kalau begitu “
    “ Ok aku jemput 30 menit lagi “

    30 menit kemudian bel rumah berbunyi ting..tooooong

    Aku buka pintu rumah dan Shasa sudah di depan pintu menunggu aku

    “Eh Shasa mana papa kamu ?”
    “Papa sudah nunggu di mobil Miss Foni, kita berangkat sekarang “
    “Oke Shasa, Miss Foni tutup pintu dulu “

    Selanjutnya aku tutup pintu rumah dan bergegas ke mobil untuk jalan ke sebuah tempat makan di tengah kota.

    Sekitar 2 jam kita makan dan bercerita tentang banyak hal di tempat makan, serasa makin hari hubungan aku dengan keluarga itu makin erat. Hinga akhirnya jam sudah menunjukkan pukul 9 malam. Dalam perjalanan pulang Shasa menanyakan sesuatu kepada papanya.

    “ Pa, boleh gak Miss Foni tinggal di rumah kita ?”
    “Hei, napa gitu Shasa? Ya jangan dong masa Miss Foni tinggal di rumah Shasa? “ jawabku
    “Iya kalau miss Foni ga mau, ya sudah aku ga mau diajar lagi sama miss Foni” Shasa terlihat kecewa

    Namun Yudha kemudian member pengertian kepada Shasa,

    “ Mungkin miss Foni malam ini boleh tidur rumah dulu deh “
    “ Asyikkk, aku ada yang menemani “ Shasa gembira mendengar jawaban papanya.
    “Baiklah kalau kalian minta “ jawab aku sambil mencium dahi Shasa.

    Akhirnya malam itu aku menginap di rumah Yudha untuk menemani Shasa.

    Sesampai di rumah, kami membersihkan diri dulu sebelum tidur dan Shasa mulai manja ajak tidur aku dengan memintaku bercerita sebelum tidur. Malam itu Shasa gembira sekali mendengarkan cerita aku dan hingga sejam kemudian dia terlelap tidur.

    Sumber
     
  2. cerbol

    cerbol Suka Lusuh

    Joined:
    Jan 21, 2016
    Posting:
    84
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    11
    lanjutan ane bantu tonggolin gan :beer:

    Setelah Shasa tertidur pulas aku beranjak pindah ke kamar aku yang sudah disediakan oleh keluarga Yudha. Rasanya badan mulai terasa letih dan ingin segera tidur di ranjang karena seharian tadi mengajar Shasa di rumah ini.

    Aku membuka pintu kamar dan menyalakan lampu yang ada di kamar tersebut, di dalam kamar ternyata Yudha sudah menunggu aku.

    “ Malam Fon, sengaja aku menungu kamu di sini “
    “ hai Yudha, lama nuggu ? “
    “ Lumayan sih sejam ”
    “Nunggu Shasa tidur “

    Lalu kita saling berpelukan dan saling memandang satu sama lain, merasakan kerinduan yang tak terkatakan di antara kita berdua. Tanpa banyak kata kita saling melumat di kamar itu, rasa rindu yang lama terpendam tersebut membuat panasnya suasana malam itu. Satu persatu baju kami lepaskan dan mulai saling merangsang satu sama lain. Yudha rebahin aku di ranjang dan mulai lidahnya memainkan putingku. Jari-jarinya memainkan klitoris aku dan membuat aku makin menggelinjang teratur. Aku melenguh merasakan rangsangan bertubi-tubi dari Yudha.

    “Oooh Yudha….

    Yudha tak pedulikan aku yang makin terangsang hebat karena lumatan dan jari-jarinya yang merangsang tubuh aku. Lalu dia lebarin paha aku dan mulai menjilat vagina aku dengan lidahnya yang makin liar. Terasa basah lubang kewanitaanku dan dia makin semangat melumatnya seperti melumat bibir. Denyutan kecil mulai terasa dan aku merasakan lender yang makin banyak.

    “Uhhhhh…Yudha

    Sambil mengecup dan melumat lubang vagina, tangan Yudha memainkan putting aku dan aku makin menggelinjang dibuatnya. Semakin basah rasanya lubang vagina aku karena ulah Yudha dan terasa akan klimaks, namun Yudha menghentikan lumatan di vagina aku dan membiarkan vagina aku berkedut-kedut menggelinjang hingga sedikit lender keluar dari lubang kewanitaanku. Terasa melayang dibuatnya hingga klimaks.

    Lalu Yudha bangkit dan menyodorkan batang penisnya ke mulut aku dan memintaku untuk mengulumnya. Batangnya yang keras menyodok mulut aku hingga aku tidak biisa bernafas. Kepala aku dipegangnya dan dia sodok dan tahan di mulut. Kerongkongan aku terasa tersedak kena batang Yudha yang menyodok semakin dalam.

    Setelah foreplay yang makin panas, selanjutnya Yudha menarik batangnya dari mulut aku dan memainkan di bibir aku. Selang bebrapa saat dia lebarin paha aku dan mulai memasukkan batangnya ke dalam vagina aku. Dia gosok-gosokan batang penisnya di luar lubang vaginaku yang basah dan licin. Rasanya aku dibuat penasaran karena ulahnya itu, namun Yudha tahu kalau aku meintanya segera memasukkannya.

    Pelan-pelan kepala penisnya menyusup ke dalam vagina aku dan mulai dia pompa dengan menindih aku. Semakin ke dalam dan menahannya sejenak sambil melumat bibir aku. Hujaman dari batang Yudha makin cepat sehanga aku mulai merasakan akan klimaks.

    “OOOhhhh…aaaarrghhhhhhh

    Tiba-tiba otot di vaginaku mulai mengejang dan aku klimaks namun Yudha tidak menghentikan hujamannya walaupun aku jepit dengan otot-otot vagina aku.

    “oooohhhhh…uuuuhhhh “

    Makin lama makin cepat dan terasa denyut batangnya menandakan akan keluar. HIngga pada akhirnya sperma Yudha menyembur ke dalam vagina aku dengan deras.

    Terasa hangat semburannya di dalam liang vagina aku, sambil Yudha tetap menghujamnya sehingga menghasilkan bunyi kecipak di lubang vagina aku.

    “ck..ck..ck.. “

    Lalu yudha mencabutnya dan aku terkulai lemas di sampingnya setelah mendaki puncak kenikmatan. Sambil istirahat sejenak kita saling berciuman dan saling merangsang satu sama lain. Yudha rebahan di ranjang dan aku melihat batangnya masih cukup keras untuk dipergunakan kembali.

    “ OOhhhhh Fonny lagiii “

    Yudha suka akan permainanku itu dan aku gantian menindih Yudha dan sekarang posisi aku di atasnya, sehingga permainan aku kendalikan. Aku menggelinjang di atas tubuh Yudha saat kami bersetubuh kembali.

    Aku jepit tahan batangnya sehinga Yudha melenguh keenakan merasakan jepitan lubang vagina aku.

    ‘Oooooooooooooooooooohhhhhhhh……………..

    Sambil memutar pinggul lalu menahan batangnya yang keras kembali aku jepit dan memerasnya di dalam agar segera klimaks kembali. Batang Yudha mengeras kembali hingga tak kuasa aku merasakan nikmat yang tiada tara. Gesekan antara kulit batangnya dan lubang vagina menyebabkan kenikmatan tersendiri. Hingga pada akhirnya kita mulai merasakan ada denyut otot penis dan vagina saling berkontraksi. Sejenak aku merasakan sensai denyutan tersebut dan akhirnya masing-masing dari kita klimaks.

    “Oooooooooooohhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh……….

    Sambil pelukan kita merasakan denyutan di dalam vagina hingga denyutan itu makin berkurang dan kembali seperti sedia kala.

    Selanjutnya Yudha mencabut batang penisnya dan memintaku mengulumnya agar kembali bersih. Meskipun sedikit lemas aku tetap membuatnya nyaman kembali dan kita berpelukan untuk tidur di ranjang sampai pagi tiba.
     

Share This Page