Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa Saling Menunggu Reaksi

Discussion in 'Cerita Panas' started by tandhuuuk, Mar 19, 2016.

  1. tandhuuuk

    tandhuuuk Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 19, 2016
    Posting:
    26
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Dewasa Saling Menunggu Reaksi - Sebutlah nama gadis itu Rini. Rini adalah adalah anak pertama dari 2 bersaudara.kedua orang tua Rini bekerja di jakarta sebagai pengusaha garment dan kebetulan adiknya masiha kecil sehingga ikut dibawa ke jakarta sedang Rini usianya 18 tahun.Rini tinggal di rumah hanya dengan neneknya kebetulan rumah Rini tak jauh dari rumah saya hanya berjarak 4 rumah.

    pada suatu malam kira-kira jam 8 lampu bolam didapur rumah Rini mati dan kebetulan waktu itu tetangga sebelah tidak ada sehimgga neneknya Rini minta tolong saya untuk mengganti bolam yang mati tersebut.dia nyuruh Rini untuk memanggil saya.mas Edo nenek minta tolong mas untuk memasang bolam di dapur karena gelap baru saja bolamnya mati.dengan hati berbunga bunga saya langsung setuju siapa tahu ada kesempatan mengutarakan cinta saya apalagi yang menyuruh gadis pujaan saya.

    singkat cerita setelah saya selesai memasang bolam saya dibuatkan teh oleh Rini. sambil menghidangkan teh Rini dan neneknya bilang mas Edo silahkan tehnya diminum jangan buru-buru main dulu kan lama mas Edo nggak main,saya jawab saja iya deh nek.sambil minum teh kami menonton tv bareng-bareng hingga akhirnya sinenek ngantuk uuaahh..uaaappp……

    “dik Edo nenek tidur dulu ya dik Edo sama Rini silahkan lanjutkan nonton tv nya”.

    bagai mendapatkan kesempatan emas saya jawab dengan senyum dan deg-degan. saya perhatikan juga raut wajah Rini seperti mengharap sesuatu dari hatiku. malam semakin dingin cerita tv sudah membosankan hingga duduku kudekatkan disamping Rini, dengan hati berdebar-debar kupegang tangan Rini dan dia diam saja lalu kurapatkan lengan saya dia semakin merapatkanya akhirnya keberanikan diri mengatakan cintaku,

    “Rini sudah lama aku memendam cinta padamu tapi tak kuasa tuk mengatakanya sekarang bagaimana perasaanmu”.
    “mas Edo..sudah lama pula Rini merakan seperti apa yang mas Edo rasakan”, bagai mendapat emas rasanya hingga kucium pipi dan keningnya tanda kasih sayang saya, Rinipun membalas dengan mesra dan mengairahkan lalu kukecup bibirnya sszziuupa…ciiupss..bibir kami perpagutan tak lepas, kuremas payudara Rini dia mengerang ouukhh…oouuaakhh….oouuhhhhk..
    “mas Edo Rini sangat menyayangi mas….”,
    “mas juga sayang banget sama adik”.
    “mas Edo..kita kekamar Rini saja yuk biarkan tv hidup supaya nenek mengira kita sedang nonton tv”,bak mendapat tambang emas kugendong dengan mesra tubuh Rini dan kurebahkan di ranjang kutindih..dan kucium bibir dan lehernya hingga ke buah dada.. ccuuppzz…sszziiuppzz….
    “ouuh..aakkhh…nikmat sekali mas lepaskan saja bh Rini mas” tanpa lama-lama kulepas bh nya dan ou…2 buah gunung yang tegang dan menantang langsung kulumat-lumat dengan bibir cciupp…ssszzuuuppzz…sszzuupp..
    “aakhh..ouuhh..” Rini mengerang nikmat,

    Sumber
     

Share This Page