Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa Tanda Terima Kasih

Discussion in 'Cerita Panas' started by tandhuuuk, Mar 21, 2016.

  1. tandhuuuk

    tandhuuuk Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 19, 2016
    Posting:
    26
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Dewasa Tanda Terima Kasih – Karena berlokasi di pinggiran kota Padang, peraturan sekolah kami cukup ketat. Bukan hanya masalah absensi, pakaian seragam, atau kerapihan rambut. Siswa-siswi juga dilarang merokok, minum miras, pacaran apalagi berhubungan seks. Beberapa kali siswa atau siswi dipanggil BP untuk diluruskan. Wali kelas kami Bu Neni juga termasuk guru BP.

    Sore itu Bagas, teman sekelas waktu di kelas satu, datang ke rumah dan masih menggunakan seragam sekolah,

    “Jar, bantuin aku dong..”, kata Bagas.
    “Aku tadi dipanggil BP, diancam mau dikeluarkan dari sekolah”.
    “Hah.., Memangnya kamu salah apa?” tanyaku.
    “Waktu lagi pulang aku dipanggil ke ruang Pak Dedi guru ekonomi, urusan PR dan nilaiku. Pas sudah selesai dan mau pulang, aku ketemu guru BP dan diajak ke ruang BP. Pas didalam task u digeledah terus kepergok bawa buku cerita porno”, jawabnya.
    “Kenapa begitu saja ancaman hukumannya berat?”, tanyaku
    “Buku pornonya sih masih ringan. Kata guru BP, dia pernah memergoki aku sekamar berdua dengan Sasa. Itu yang berat”, Bagas merasa bersalah.

    Sasa adalah pacar Bagas sejak kelas satu, dulu mereka sekelas, sekarang Bagas di IPS, Sasa di IPA.

    “Terus, kenapa minta tolong aku?”, tanyaku
    “Guru BP yang manggil itu Bu Neni. Dia kan wali kelasmu. Pas ketemu BP aku ketemu Yuni, bendahara kelasmu, aku cuma cerita ke dia bahwa ancamannya berat. Kata Yuni, Bu Neni mau dengerin kata-katamu”, Bagas menjelaskan.

    Duh Yuni.. masih saja berusaha mencari tahu hubunganku dengan perubahan sikap Bu Neni.

    “Aku nggak dekat sama Bu Neni. Tapi sebagai temanmu, aku coba deh”, kataku
    “Cepat ya Jar, mumpung baru Bu Neni yang tahu. Aku takut Sasa juga dipanggil dia, terus diancam mau dikeluarin”, katanya penuh harap, lalu pamit.

    Segera aku menuju rumah Bu Neni. Sampai di sana ternyata Sasa baru keluar dari Bu Neni dengan tertunduk. Aduhh, telat. Aku segera menghampiri Neni, dia tak mau cerita kesedihannya. Aku bilang, bahwa Bagas sudah cerita semua dan minta tolong aku menemui Bu Neni.

    Akhirnya Sasa mau cerita

    “Tadi sepulang sekolah aku nunggu Bagas di warung, nggak tahunya yang muncul Bu Neni dan nyuruh ikut ke rumahnya segera, minta tolong dan ada hal penting. Di rumah Bu Neni, awalnya dia minta tolong merapikan PR kimia anak-anak kelas satu”.
    “Setelah itu dia bertindak sebagai guru BP. Dia bilang BP dilakukan di rumah karena masalah sensitif. Dia tahu hubungan aku dengan Bagas. Dia periksa tasku, dan dua kondom di dompetku ketahuan sama Bu Neni. Dia juga bilang bahwa pernah memergoki aku beberapa kali sekamar berdua Randi. Dan dia sudah memanggil Bagas ke ruang BP tadi. Aku nggak bisa menghindar dan mengakui. Terus dia bilang aku dan Bagas bisa dikeluarkan dari sekolah”. Sambil kuantar pulang dengan motor, Sasa semakin terisak. Aku coba tenangkan dia bahwa aku akan bicara sama Bu Neni.

    Sumber
     

Share This Page