Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Dewasa Tukang Ojek Pujaan Hati

Discussion in 'Cerita Panas' started by payahhhh, Feb 24, 2016.

  1. payahhhh

    payahhhh Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Feb 24, 2016
    Posting:
    19
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Dewasa Tukang Ojek Pujaan Hati – Iwan hari itu kembali cemberut, suasana hatinya sedang memburuk,

    “Sabar wan, rejeki ada yang ngatur”,
    “tapi udah sebulan ini, ngojek sepi pemumpang”,
    “kali aja hari ini rame wan”,
    “mungkin bener kamu…” Iwan dan teman seperjuangannya itu sudah siap sedia dipangkalan ojek, Iwan memang sudah lama menjadi tukang ojek, namun akhir akhir ini bisa dibilang sepi penumpang.

    Meski harapnya hari itu banyak penumpang, seperti sebelumnya, hanya satu dua orang saja yang mengandalkan pelayanan ojeknya. Iwan pulang dengan kecewa, sempat ia berfikir untuk mencari pekerjaan baru, dan berhenti menjadi tukang ojek.

    Sore itu ketika ia pulang, terlihat ada seorang perempuan yang berdiri dipinggir jalan, cantiknya perempuan itu membuat Iwan sempat terpesona, bidadari seperti itu tak seharusnya berdiri dipinggir jalan sendirian, meski akhirnya Iwan hanya melewatinya saja. Sesampai ditempat kostnya, ia segera istirahat, memang iwan jauh jauh pergi kekota yang ramai itu demi mencari uang sendiri. Namun meski akhirnya kini mengalami masalah finansial.

    Esok harinya, Iwan segera pergi kepangkalan ojek tempatnya mangkal. Setelah memarkir motornya, ia segera duduk disudut bangku yang selalu ia tempati.

    “huft, nasiiiiib nasib”,
    “sabar wan…”,
    “gak tau lah, kalau hari ini tetep sepi penumpang, gua berhenti ngojek ah”,
    “dipikir dulu wan, nanti emang mau kerja apa?”,
    “gak tau dah…” Iwan mencoba melihat apakah hari itu ia bisa mendapat penumpang lebih atau tidak.

    Setelah menunggu beberapa jam, ketakutannya terjadi, seperti hari sebelumnya, sepi penumpang, walau sempat beberapa orang baru ia lihat datang kepangkalan itu, temannya yang mendapat kesempatan, dia tak sempat bergerak, dan itu membuat Iwan kecewa sekali. Iwan kemudian memilih pulang, pikirnya besok tak akan kembali kepangkalan ojek. Diperjalanan pulangnya, lagi lagi ia melihat sosok perempuan cantik yang kemarin ia lihat, kini ia memilih berhenti, dan mencoba menyapa perempuan itu.

    Sumber
     

Share This Page