Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Ngentot Gurihnya Memek Kak Tita

Discussion in 'Cerita Panas' started by congok, Dec 12, 2015.

  1. congok

    congok Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 10, 2015
    Posting:
    27
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Ngentot Gurihnya Memek Kak Tita – Awal kisah ini bermula saat Dewi, adikku yang paling bungsu, akan mengerjakan tugas kelompok dengan teman-teman kampusnya di rumah. Dewi memang dikaruniai wajah yang cantik ditambah dengan dandanannya yang modis, sehingga tidak heran banyak teman-teman kampusnya yang naksir kepadanya, walaupun mereka tau kalau saat ini Dewi sudah memiliki pacar.
    Hari itu aku yang sedang libur kerja bersantai-santai di rumah sambil bermain Handphone. Saat itu seluruh keluargaku, kecuali Dewi, sedang pergi ke Mal untuk membeli keperluan bulanan. Aku tidak berminat ikut dengan mereka karena sekarang sedang tanggal tua.
    “Teh, Dewi keluar sebentar ya! Mau ke rumah teman dulu. Nanti kalau ada telepon dari teman Dewi yang namanya Benny, suruh langsung datang ke rumah aja. Dia mau ngerjain tugas kampus bareng Dewi…” kata Dewi yang sudah terlihat siap mau pergi.
    “Ok deh adikku yang cantik…!” candaku.
    “Makasih ya Teh…” jawab Dewi sambil tersenyum kemudian bergegas pergi.
    Tidak lama setelah Dewi pergi, telepon rumah berdering. Ketika aku angkat ternyata dari salah satu teman Dewi yang bernama Benny. Sesuai pesan Dewi, maka aku menyuruh Benny untuk langsung datang saja ke rumah. Sekitar 20 menit kemudian, kudengar ada suara ketokan di pagar depan rumahku. Setelah aku membuka pintu rumah untuk melihat siapa yang datang, ternyata ada 3 orang anak muda sedang berdiri di depan pagar rumahku.
    “Maaf, mau nyari siapa ya?” tanyaku.
    “Saya Benny, temen kampusnya Dewi. Dewinya ada Kak?” jawab salah satu dari mereka.
    Ternyata Benny tidak datang sendirian, melainkan dengan dua orang yang kemudian aku tau mereka juga teman kelompoknya Dewi.
    “Dewi masih di rumah temannya. Tunggu di dalam aja yah, mungkin sebentar lagi Dewi pulang…” kataku mempersilahkan masuk.
    “Makasih Kak…” sahut mereka hampir bersamaan.
    “Dasar Dewi! Temannya kok cowok semua sih…” gumamku pelan saat mereka sedang membuka pintu pagar.
    Setelah berkenalan, aku baru tau nama dua orang teman Dewi yang lain, yaitu Didit dan Erwin. Secara fisik, mereka berwajah biasa-biasa saja. Benny berkulit sawo matang, kurus, berambut cepak dan dekil. Sedangkan Didit dan Erwin tidak jauh berbeda dengan Benny, tapi mereka berkulit lebih hitam, keduanya berambut keriting. Menurutku mereka semua lebih mirip berandalan daripada mahasiswa. Walaupun aku tidak pilih-pilih dalam berteman, tapi aku jadi merasa risih dengan penampilan mereka.
    “Kok Dewi mau sih berteman dengan mereka…” pikirku dalam hati.

    Sumber
     

Share This Page