Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Ngentot Mertua Perkasa

Discussion in 'Cerita Panas' started by congok, Dec 12, 2015.

  1. congok

    congok Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 10, 2015
    Posting:
    27
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Ngentot Mertua Perkasa – Didesak hawa nafsu tinggi dan segera disenggamai, aku tidak peduli lagi jika dikatakan pelacur oleh mertuaku seksi bernama Pak Handoko yang sudah berusia sekitar 57 tahun.
    Sengaja aku meremas dan meraba pantat bulatku di depan Bapak mertuaku yang sedang duduk. Usaha ini adalah untuk menggodanya. Berlagak seperti pelacur yang sedang melayani pria hidung belang, aku benar-benar ingin segera disenggamainya.

    “Puaskan aku Pak. puaskan menantu binalmu ini, please,” rengek ku memancing nafsu bapak mertuaku.

    Dirudung nafsu tinggi dan tidak tertahankan lagi, aku gelap mata dan rasa maluku hilang. Aku bahkan dengan berani menyentil klitoris vaginaku, dan memasukan jari ke lobang surgaku.

    Aku mendesah pelan dan menggelinjang enak, tanpa hiraukan mertuaku terus memandangku.

    “Paaaak!!!.. Dina keluar!!..,” desah nikmatku saat cairanku keluar.

    Tubuhku gemetar dilanda gelombang orgasme di hadapan pria yang notabene Bapak Mertuaku. Pak Handoko.

    Aku sudah tak sanggup berdiri di hadapan Bapak mertuaku. Aku sandarkan tubuhku dengan sisa-sisa tenaga, sementara vaginaku masih berdenyut hebat. Aku bergegas ke kamar tidurku dan merebahkan tubuhku disana.

    Aku tertidur cukup lama. Saat membuka mata secara perlahan, kutatap pintu kamar tidurku masih terbuka lebar. Aku terkejut.

    “Ya tuhan. Apakah dia Pak Handoko?,” bathinku mempertanyakan sosok pria di belakang tubuh telanjangku.

    Kuhirup nafas dalam-dalam dan mencoba mengendus aroma pria dikamar tidurku. Dari aroma khasnya, aku yakin jika dia Pak Handoko.

    “Astaga…. dia benar-benar Bapak mertuaku…”

    Entah karena gengsi atau malu, yang jelas aku tak berani menunjukkan kepada Pak Handoko jika saat itu aku sudah benar-benar terjaga. Satu hal yang bisa aku lakukan saat itu adalah, hanyalah berpura-pura tidur.

    Sebuah tangan kasar menyentuh pantatku. Sentuhan sangat ringan seolah-olah dia juga takut jika aku akan terbangun. Sentuhan berubah menjadi rabaan. Dari rabaan berubah menjadi remasan.

    Pelan tapi pasti, Bapak mertuaku mulai mempermainkan tubuh telanjangku. Awalnya Pak Handoko hanya mengusap pantat, mengelus paha, meraba pinggang hingga pada akhirnya, tangan mesum Bapak mertuaku mulai meremas-remas daging bulat pantatku. Diperlakukan tidak senonoh seperti itu, gairahku bangkit kembali.

    Sumber
     

Share This Page