Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Ngentot Seks Tourist Guides

Discussion in 'Cerita Panas' started by tandhuuuk, Mar 21, 2016.

  1. tandhuuuk

    tandhuuuk Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 19, 2016
    Posting:
    26
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Ngentot Seks Tourist Guides – Siang itu aku mengantar Buyung untuk mengambil nasi bungkus yang sudah dipesan untuk acara kelasnya Buyung. Waktu kelas satu dia teman sekelas, di kelas dua kami beda kelas. Rumah makannya ramai pengunjung. Dasar mata anak muda, diantara pengunjung aku melihat seorang gadis cantik putih duduk teman laki-lakinya.

    Buyung menepuk pundakku,

    “itu tourist guide”.

    Kulihat cewek tadi berdiri menuju toilet. Segera akupun menuju toilet dan menunggu dia keluar. Saat keluar aku bilang,

    “Uni, turis panuah yo?”. Dia melihatku, menyelidik dari atas ke bawah.

    Tidak membalas sapaku dan langsung duduk kembali ke mejanya. Menurutku memang dia cantik, mungkin usianya 20 tahunan. Aku terus mencuri pandang sampai mereka pergi dari rumah makan. Buyung menepuk-menepuk pundakku sambil menggelengkan kepala.

    Sabtu berikutnya, saat membeli bahan majalah dinding, aku melihat wanita tourist guide itu di toko kosmetik bersama seorang teman cewek. Sepintas, lalu mereka hilang dibalik keramaian.

    “turis talampau panuah nih”, tiba-tiba dia berada disampingku. Aku kaget,
    “eh uni..”
    “Kamu bukan orang asli Padang kan, logatnya masih campur”, katanya lalu memperkenalkan diri bernama Madonna.

    Kelihatannya itu bukan nama asli, maka akupun memperkenalkan diri bernama Richard. Lalu dia memperkenalkan kepada teman2nya yang ternyata memang sedang belanja, tentu semuanya nama samaran. Ada Marissa, Eva Arnaz, Nia Daniaty, Cindy Lauper, Suzanna.

    “Bagaimana?”, Madonna bertanya pada teman-temannya.
    “Boleh. Oke” kata mereka. Aku tak tahu maksudnya, terlalu banyak kata sandi.
    “Kamu mau jadi turis?”, tanya Madonna.

    Aku belum mengerti, tapi menebak maksudnya. Aku mengangguk.

    “Bagus. Datang ke alamat ini nanti malam”, katanya sambil memberi bingkisan.

    Lalu dia pergi bersama teman-temannya. Kubuka bingkisannya, ternyata kunci kamar hotel no 207.

    Aku izin kepada Om mau nginap di rumah teman. Karena aku memang sering nginap di rumah teman, Om mengiyakan tanpa menanyakan mau nginap dirumah siapa. Maka jam 7 malam bergegas aku menuju hotel dan membuka kamar 207. Disana ternyata ada Eva dan Nia.

    “Eh.. kamu Richard, kirain siapa”, kata Nia.

    Lalu dia menawarkan makanan dan minuman ringan kepadaku. Telpon kamarnya berbunyi.

    “Mintanya jam 10 sampai jam 2. Kita istirahat dulu saja”, kata Eva setelah menerima telpon.

    Tak lama kemudian datanglah teman-teman mereka yang lain, Marissa, Cindy, Suzzana dan Madonna. Dan langsung diberitahu bahwa acara ditunda dari jam 8 jadi jam 10.

    Sumber
     

Share This Page