Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Panas Ngentot Diana dan Nina

Discussion in 'Cerita Panas' started by molooorrr, Mar 14, 2016.

  1. molooorrr

    molooorrr Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 14, 2016
    Posting:
    11
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Panas Ngentot Diana dan Nina – Usiaku 28 tahun dan ini adalah tahun ke4 aku bekerja di sini. Gelar S1 UI dan S2 di sebuah perguruan tinggi di Australia sepertinya sangat menolongku mencapai posisi ini dalam waktu relatif cepat. Cukup cepat sehingga menimbulkan kecemburuan di antara rekan-rekan senior di sini. Well, bagiku itu problem mereka, yang penting aku tidak menginjak kepala mereka untuk menduduki jabatan ini.

    Ruang kerjaku terletak di lantai 4 di gedung milik perusahaanku. Gedung yang cukup besar karena sekaligus menjadi satu dengan tempat percetakan dan penerbitan. Ruang kerjaku tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil. Cukuplah bagiku untuk bisa melakukan senam-senam kecil di siang hari. Oh iya, itu merupakan salah satu kebiasaanku untuk menghilangkan penat dan merenggangkan otot. Kebiasaan itu terbukti cukup sukses mengurangi stress dalam bekerja.

    “Tok.. tok.. tok..”

    Terdengar ketukan dan sesaat kemudian seraut wajah muncul dari balik daun pintu itu.

    “Hei.. good morning Sar,” ucapan itu muncul dari wajah ganteng milik Hendra asistenku.
    “Eh.. pagi Hen,” jawabku.
    “Wah gimana Sar.. masih ‘hangover’?” Hendra bertanya sambil melangkah duduk di depan mejaku.
    “Thank God nggak tuh.. tadi waktu bangun tidur sih sempet agak pusing tapi sekarang udah nggak lagi tuh.”

    Hendra semalam yang terpaksa mengantarku pulang karena aku sudah terlalu “Hii” buat mengemudi.

    “Sungguh.. aku baru kali itu liat kamu mabuk Sar,” ujarnya sambil sebuah map berisi beberapa berkas yang harus kuperiksa.
    “Oh ya.. aku juga nggak tau tuh bisa kebablasan minum gitu,” aku menjawab dengan enteng sambil membaca berkas-berkas yang disodorkannya.

    Hubunganku dengan Hendra memang lebih mirip hubungan antar teman biasa. Aku sendiri yang meminta dia agar bersikap informal dalam hubungan kami. Dia baru mulai bersikap formal dengan memanggilku “Bu” apabila dalam situasi-situasi tertentu seperti dalam rapat atau di depan atasanku. Umur kami berdua hampir sama. Aku cuma lebih tua setahun darinya. Hendra sudah berkeluarga dengan satu orang putra balita. Kami biasa bercerita apa saja mulai dari masalah keluarganya atau kantor bahkan sampai masalah seks kami bicarakan dengan gamblang. Tidak jarang kami suka bertukar “joke-joke” ringan mengenai sex.
     
    Last edited by a moderator: Mar 18, 2016

Share This Page

Users found this page by searching for:

  1. Cerita panas ngentot