Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Panas Nikmat Buah Kesabaranku

Discussion in 'Cerita Panas' started by kencreeek, Feb 15, 2016.

  1. kencreeek

    kencreeek Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Feb 15, 2016
    Posting:
    14
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Panas Nikmat Buah Kesabaranku – Namaku Suharto Mulyo Waspodo dan biasa dipanggil Harto, pada waktu naik ke kelas 2 SMU karena kondisi keluargaku maka 5 tahun yang lalu aku diikutkan pada keluarga pamanku di Cirebon. Pamanku (sebut saja om Hardomo) adalah pengusaha pakaian jadi yang menurut ukuran keluargaku termasuk sukses.

    Oleh Om Hardomo, aku dididik menjadi seorang pengusaha yang ulet dengan ikut membantu semua aktifitas usahanya, diharuskan bias nyetir mobil agar bisa mengantar barang dll. Tidak jarang kalau libur sekolah diajak om sampai ke Jawa Tengah. Yang jelas kehidupanku menjadi lebih baik dan wawasanku lebih luas.

    Namun apa hendak dikata 3 tahun yang lalu Om Hardomo di usia 42 tahun meninggal karena sakit dengan meninggalkan istrinya Tante Atun 39 th tahun beserta 2 orang anaknya Diah 15 tahun yang duduk di kelas 3 SMP dan Aditya 12 tahun yang duduk di kelas 6 SD. Sepeninggal beliau kehidupan kami menjadi kurang baik, usaha yang telah dibangun Om Hardomo mengalami penurunan drastis karena sebagian modal waktu itu dipakai untuk biaya pengobatan dll.

    Dengan hasil musyawarah keluarga aku diharuskan tetap ikut pada keluarga almarhum dan membantu usahanya agar dapat berjalan syukur kalau kembali seperti semula. Aku tahu diri, karena pada waktu itu Diah dan Aditya akan melanjutkan sekolah, maka akupun harus mengalah untuk menunda kuliah dan terfokus pada usaha untuk menopang kehidupan kami.

    1 tahun sudah berlalu, aku sering mengantar tante ke Tegal Gubug mencari bahan pakaian yang dibutuhkan, mengantar ke tempat-tempat rekan bisnis almarhum di sekitar Cirebon. Usaha sudah mulai lancar dan kehidupan kami sedikit demi sedikit membaik. Aku salut dengan Tante Atun dalam pembukuan dan pengelolaan usaha yang rapi dan teliti (hampir semua yang ada dalam usahanya dapat termonitor) tidak jarang pula tante menyetir mobil sendiri untuk mengantar barang dan mencari bahan. Namun tetap aku harus memendam keinginanku untuk melanjutkan kuliah walaupun tante pernah memberi lampu hijau tapi selalu kujawab ”nanti saja kalau usaha tante sudah mapan”.
     
    Last edited by a moderator: Feb 16, 2016

Share This Page