Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Seks Geliat Hasrat Bunda Erna

Discussion in 'Cerita Panas' started by gunden, Dec 20, 2015.

  1. gunden

    gunden Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 20, 2015
    Posting:
    26
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Seks Geliat Hasrat Bunda Erna – Aku merasa hidupku lebih tentram sejak menjadi istri Sulaeman ( yang biasa kupanggil Kang Eman), yang umurnya 15 tahun lebih tua dariku itu. Memang waktu menjadi istri Yadi, hidupku lebih bebas, segala kebutuhan hidup pun tak kekurangan. Tapi ada yang tidak lumrah dalam perkawinan itu, karena sebelum menikah denganku, Yadi sudah menjadi suami adik kandungku (Erni). Karena itu, hatiku selalu menanggung beban berat, takut kalau suatu saat statusku diketahui oleh orang tuaku. Takut kalau aku dianggap mengganggu rumah tangga Erni.
    Bahkan Mariam pun kuwanti-wanti terus, agar jangan sampai membocorkan rahasiaku kalau kebetulan ia berjumpa dengan Papa atau Mama. Maka ketika Yadi menawarkan perceraian secara baik-baik, lalu menyiapkan calon suami yang dianggap baik olehnya, aku pun langsung setuju saja. Maka terjadilah proses singkat tapi bermakna besar bagi kehidupanku ini. Bahwa aku bercerai secara baik-baik dengan Yadi, kemudian menjadi istri Kang Eman yang usianya jauh lebih tua dariku itu. Yadi pun tidak mau mengganggu gugat segala harta benda yang telah diberikannya padaku.
    Ia cuma menyarankan agar kedua rumah kosku itu tidak dimunculkan kepada Kang Eman, bahkan mobilku pun tak usah dipamerkan kepada suami baruku itu. Jadi ketika aku menikah dengan Kang Eman, aku bersikap seolah tak punya apa-apa selain dari perhiasan yang kupakai. Sementara harta benda yang kumiliki dari perkawinanku dengan Yadi, kutitipkan kepada Dayu. Kedua rumah kosku itu pun kuserahkan pengelolaannya kepada Dayu. Hanya sesekali aku mengecek masalah keuangannya. Dan Dayu memang wanita yang sangat bisa dipercaya.
    Setiap kali aku datang memeriksa pembukuannya, aku merasa managemen yang Dayu jalankan membuat kedua rumah kosku itu bertambah sehat. Setelah menghuni rumah yang disediakan oleh suami baruku, aku merasa bahwa aku tidak jatuh ke tangan yang salah. Karena Kang Eman sangat menyayangiku, bahkan cenderung memanjakanku. Maklum usiaku jauh lebih muda darinya. Lebih dari itu semua, Kang Eman pun termasuk seorang pengusaha yang sukses, meski bisnisnya agak tradisional (memproduksi minuman tradisional dalam kemasan botol dan gelas plastik).

    Sumber
     

Share This Page