Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Seks Gelinjang Teman Sekantor

Discussion in 'Cerita Panas' started by gunden, Dec 20, 2015.

  1. gunden

    gunden Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 20, 2015
    Posting:
    26
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Seks Gelinjang Teman Sekantor – Perkenalkan namaku By. Aku bekerja di sebuah perusahaan di kawasan segitiga emas di Jakarta. Sebagai seorang supervisor, aku sering melakukan perjalanan ke luar kota untuk mengunjungi klien maupun mengontrol penjualan. Nah, suatu hari aku kebetulan mendapat ijin untuk masuk siang karena pada malam sebelumnya aku bertugas di luar kota.

    Sekitar jam 10.00, pintu kamar kostku diketuk oleh Bi Minah (penjaga kos).

    “Mas, ada tamu”, panggil Bi Minah dari balik pintu.

    Dengan malas-malasan aku beranjak dari tempat tidurku dan membuka pintu. Eh.., di belakang Bi Minah berdiri Ati, teman sekantorku. Memang, dia berugas di bagian pemasaran sehingga bisa dengan leluasa keluar kantor.

    Setelah Bi Minah pergi, aku menyilakannya masuk.

    “Ada apa nih?”, tanyaku sambil mengucek-ucek mata.

    Maklum, kemarin malam aku sampai di Jakarta sekitar pukul 02.00 dinihari.

    “Nggak, mau main aja”, jawabnya sambil tersenyum.

    Setelah ngobrol ngalor-ngidul tentang suasana kantor, aku minta ijin untuk mandi.

    Sewaktu di kamar mandi, aku terus berpikir ada apa kok tiba-tiba dia datang ke kosku. Selama ini aku hanya mengenalnya sepintas dan itu pun hanya basa-basi. Bukannya sombong, tapi dia bukan anak buahku langsung. Jadi, memang jarang bertemu. Tapi, jujur saja, Ati tergolong cantik. Dengan kulitnya yang putih, gigi yang teratur rapi, plus rambut hitamnya yang sebahu, siapa pun akan mengakui kecantikannya. Belum lagi dada dan pantatnya yang memang aduhai.

    Usai mandi, aku bergegas kembali ke kamar. Ternyata, dia sudah duduk di tempat tidurku sambil membaca majalah. Pikiran kotorku segera bekerja,

    Sumber
     

Share This Page