Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Seks Memek Anak Dancer

Discussion in 'Cerita Panas' started by tandhuuuk, Mar 19, 2016.

  1. tandhuuuk

    tandhuuuk Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 19, 2016
    Posting:
    26
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Seks Memek Anak Dancer – Namaku Randi, aku salah satu pelajar SMA di kota Palangka Raya. Kisahku ini adalah kisah nyata tentang aku dan salah seorang anggota team dancer sekolah kami. Namanya Hany. Hani seorang gadis dengan tubuh langsing, kulit putuh bersih dengan wajah tergolong cantik . Yang bikin aku makin tergila-gila sama Hany adalah toketnya yang lumayan besar. Sering aku membayangkan toket Hany yang masih dilapisi seragam putihnya.

    Hany termasuk cewek yang supel, pintar bergaul dan tidak pilih-pilih dengan siapa ia ingin berteman dan itu memberi dia nilai lebih dimataku. Sering aku memperhatikan Hany yang sedang latihan nge-dance dengan teman-temannya di gedung olah raga sekolah selepas jam sekolah. Hari itu Hany dan teman-temannya sedang latihan. Aku langsung masuk ke dalam gedung seraya berteriak pada Hany dan teman-temannya.

    ”aku mau liat kalian latihan. Bolehkan..?”
    ”boleh-boleh aja” kata Lusi dengan gaya centilnya.

    Lusi terkenal paling centil di sekolah. Lusi juga lumayan cantik. Mereka melanjutkan latihan mereka tanpa menghiraukan aku lagi. Waktu itu pandanganku hanya tertuju pada Hany. Aku paling suka melihat Hany nge-dance. Gayanya enerjik, dan paling seru adalah toketnya yang meloncat-loncat seirama dengan gerakan tubuhnya.

    Mataku tak pernaha lepas dari Hany sampai mereka selesai latihan. Karena diluar lagi hujan maka terpaksa kami tidak jadi pulang. Kami menunggu sampai hujan reda, namun sialnya makin lama hujannya makin deras. Hari sudah gelap, Lusi dan teman-temannya yang lain nekat menerobos hujan untuk pulang kerumah masing-masing. Sekarang tinggal aku dan Hany. Hany sudah beberapa kali mencoba menghubungi kakaknya untuk menjemputnya. Tapi gak ada jawaban dari kakaknya..

    ”uda gelap ni Han, kok kamu belum dijemput juga seh..?” tanyaku prihatin.
    ”ga tau ni Ran, lagi pada sibuk kali sampai lupa ama aq” jawabnya dengan wajah cemberut.

    Kelihatannya Hani sudah mulai bosan menunggu, dan hari pun semakin gelap. aku kasihan sama dia. Akhirnya aku menawarkan dia untuk nekat menerobos hujan dan Hany pun setuju. Jadi kami pun pulang dengan berhujan-hujan. Aku mengantar Hany sampai kerumahnya.

    Sesampai dirumahnya, Hany menawarkan aku mampir kerumahnya.

    ”masuk dulu yuk, Ran”
    ”gak ah, uda basah kuyup gini” jawabku basa-basi padah ingin sekali aku mampir kerumahnya.
    ”gak apa-apa kok, Ran. Ntar aku pinjami baju kakakku. Skalian ntar aku buatin minuman anget. Anggap aja ucapan trima kasihku karena kamu uda mau ngantarin aku pulang”

    Sumber
     

Share This Page