Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Seks Menara Hati

Discussion in 'Cerita Panas' started by kemaaang, Jan 21, 2016.

  1. kemaaang

    kemaaang Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jan 21, 2016
    Posting:
    11
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Seks Menara Hati – Hembusan angin laut datang silih berganti meninggalkan bunyi mencicit pada ruas tali temali dan tiang utama diatap kapal, yang diatasnya bertengger lampu berwarna merah dan hijau sebagai pemandu diwaktu malam. Alun yang datang dalam gulungan besar, laksana permadani raksasa berwarna biru, menggulung, mengunung dan seolah mau menelan kapal kayu yang sudah renta termakan asinnya air laut.

    Bunyi mesinnya terdengar begitu ringkih, apalagi ketika haluan kapal mesti menyeruak, menembus gulungan alun yang memutar tiada henti dan menyisakan buih putih ketika memecah. Dilangit tak ada camar, awan hitam menggelantung menyisakan ujung runcing di kejauhan badai sedang berputar tepat dijalur yang mesti kami lalui agar dapat mancapai pantai Padang.

    Para penumpang kelihatannya berusaha agar tertidur dan dapat sejenak melupakan bayangan ombak serta gelombang maupun angin badai yang sedang bergolak dan menakutkan. Hanya bunyi ombak yang tak henti mendesis ketika pecah dilambung kapal dan bunyi deritan panjang yang keluar dari persendian kapal kayu, yang sudah kering termakan umur. Bunyi deritan itu seperti sudah kukenal dengan baik.

    “Dimana? Aku toh bukan pelaut ?”

    Aku membatin dalam hati sambil terus memusatkan perhatian, menyimak derit demi derit disetiap alun yang datang dan pergi. Oh Tuhan. Betul, betul sekali, bunyi deritan itu sangat mirip dengan bunyi deritnya ranjang kayu di Mentawai, yang kering tanpa pelicin.

    Oh.. Bunyi itu. Bunyi itu. Bunyi yang selalu mengiringi setiap gerak dan geliat kami, tatkala berpacu menikmati dan mereguk madu birahi yang terlarang.

    “Upik.. Tolong lah. Aku sudah tak tahan lagi”

    Pak Sitor menghiba sambil memegang pangkal kemaluannya yang panjang, hitam, dan berbentuk aneh. Kemaluannya sangat mirip ular cobra, kepalanya runcing mengkilat, makin ketengah makin besar dan melebar, tetapi dibagian pangkalnya kembali mengecil, keras, hitam dan kaku. Aku bergidik, merinding, membayangkan penis sebesar itu akan menusuk serta mengocok habis kemaluanku yang masih sempit karena belum pernah melahirkan dan masih dalam hitungan lima bulan semenjak diperawani suamiku.

    Code:
    http://www.komonews.net/2016/01/cerita-seks-menara-hati.html
     
    Last edited by a moderator: Jan 22, 2016

Share This Page