Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Seks Sex Pertama Nila

Discussion in 'Cerita Panas' started by congok, Dec 12, 2015.

  1. congok

    congok Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Dec 10, 2015
    Posting:
    27
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Seks Sex Pertama Nila – Hai.. aku nila.. Berikut ini adalah kisah pertama ku ngeseks, alias kehilangan keperawanan. dan anehnya, keperawananku ku berikan bukan pada pacarku, tapi pada orang yang mungkin bisa di katakan sahabat. Silahkan menyimak ya….

    Aku sudah 2 bulan putus dengan pacarku, selama itu pulalah aku tidak dijamah pria. Malam mimggu ini aku sendiri lagi. Kuputuskan untuk main ke sekretariat Mapala di kampusku yang biasanya ada yang menunggu 24 jam. Aku bukan anggota, tapi kenal beberapa orang. Disana sepi, hanya ada Mas Putra yang tengah asyik nonton TV. Setelah saling menyapa, kami menonton sambil mengobrol.

    “Kok nggak ngapelin Mbak Rosa, Mas..?” tanyaku.
    “Nggak, lagi boring ketemu dia terus.”
    “Lho kok..? Kan pacar..?”
    “Iya sih, tapi lagi pengen ganti suasana aja.”
    “Dia nggak marah nih, nggak ngapel..?”
    “Nggak, kita lagi berantem kok!”
    “Kenapa..?”
    “Rahasia dong.”
    “Paling urusan seks.” kataku asal tebak.
    “Lho, kok tau..?” tanyanya heran.
    “Tau dong..,” jawabku, padahal aku hanya iseng saja asal tebak.

    Jangan heran, kalau mengobrol soal seks dengan anak-anak Mapala ini sudah biasa, pada ‘bocor’ dan ‘kocak’ semua.

    “Emang kenapa sih, dia nggak bisa muasin yah..?” tanyaku sambil tertawa terbahak-bahak.

    Mas Putra melotot.

    “Nggak juga, dia malah nggak bisa ngapa-ngapain, kalo dicium diem aja, kalo udah mo ngebuka bajunya, dia langsung berontak.” kulihat sorot mata kesal.
    “O, gitu..”
    “Lagian, payudaranya kecil banget..!” katanya.

    Aku tertawa lagi. “Impas kan, punya Mas juga kecil,”

    “Enak aja, mau liat..?!” tantangnya.

    Aku tertawa, walaupun ingin juga. Sebenarnya aku naksir tubuhnya saja, atletis, kulit coklat, dada bidang. Dia paling suka panjat tebing, dan aku sudah pernah melihat dia mandi di pantai. Cool.

    “Boleh..,” tantangku balik.
    “Oke, tapi kamu juga tunjukin payudara kamu, gimana..? Kan impas.”

    Aku terdiam sejenak. Tapi aku berpikir, why not, tidak ada ruginya.

    “Oke,” jawabku,

    “Mas duluan ok..!”

    Dia menatapku tajam sambil berlutut, membuka reslueting celana jeans-nya pelan hingga terlihat CD yang membalut penisnya yang sudah menegang.

    “Sekarang kamu..!” perintahnya.
    “Lo kok..?” kataku bingung.
    “Satu persatu, biar fair..,”
    “Oke.”

    Aku membuka sweater cardiganku yang melapisi tank top yang kupakai. Tanpa kata-kata dia menurunkan jeans-nya sebatas lutut. Aku membalas dengan menaikkan tank top-ku sebatas leher hingga memperlihatkan payudaraku yang dibalut bra.

    Sumber
     

Share This Page