Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Cerita Seks Tante Marissa

Discussion in 'Cerita Panas' started by menyokkk, Mar 6, 2016.

  1. menyokkk

    menyokkk Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 6, 2016
    Posting:
    13
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Cerita Seks Tante Marissa – Aku keluar kamar dengan perasaan tak menentu, listrik yang telah menyala kembali, menerangi langkahku, mengarahkan kakiku kearah ruang makan, mengambil gelas, mengisinya dengan air, meneguknya cepat, seperti ada rasa haus yang mendera setelah sekian lama kerongkongan tidak dibasahi, walaupun udara dingin merasukiku sampai ke sendi tulang. Dan sepertinya kudengar dari arah depan layaknya suara ban yang melindas batu-batu kerikil, aku memasang telinga lebar-lebar, menatap kearah ruang depan.

    Kulirik kearah dinding, jam menunjukkan pukul 12 lewat, rasa keingintahuanku segera hilang, ketika kudengar suara mobil seperti menekan gas dalam-dalam, seolah untuk memastikan bahwa itu adalah hembusan yang terakhir yang terbuang, sebelum mematikan mesin. Tante mala dan Tante Marissa pulang !.

    Kuarahkan kakiku kearah ruang depan dengan cepat, membukakan pintu yang tadi aku kunci, beruntung aku masih terbangun, seandainya pintu dalam keadaan terkunci seperti ini dan aku pulas dikamar dengan Moza, situasi bisa kacau, bukan tidak mungkin perempuan itu yang terbangun lebih dahulu dan membukakan pintu dalam keadaan bajunya yang berantakan, mungkin akan menjadi bahan pertanyaan bagi sang Mama dan Sang Tante dan mungkin yang lebih parah lagi adalah akan membuat amarah Moza tersulut.. ngeri ah ngebayanginnya !

    “Hai Fan, belom tidur?” seru Tante Marissa, saat melihatku membukakan pintu untuknya,

    hmmmm, sepertinya tercium hembusan napas yang beraroma minuman keras dari mulutnya, kulihat ia berjalan melewatiku terburu-buru, aku memandangnya wajahnya sekilas dan menjawabnya,

    “Belum Tan, belum ngantuk nih” kataku sekenanya, dan sepertinya beliau tak menunggu jawabanku,
    “Fan, liat tuh Tante Mala, tolong bantuin dia gih “ kata Tante Marissa lagi, sambil menunjuk kebelakangnya dan kemudian berusaha meneruskan langkahnya tanpa menunggu reaksiku.

    Aku melihat memalingkan mukaku kearah yang ditunjuknya, dan kulihat disana, ke arah mobil, tante Mala tampak duduk dikursi depan, pintu mobil terbuka namun beliau kelihatan masih duduk, berusaha dengan susah payah untuk turun dari mobil.

    Aku melihat ke arah Tante Marissa seolah hendak menanyakan ada apa dengan Tante Mala. Dan sebelum aku keluar kata-kata dari mulutku, Tante Marissa melanjutkan perkataannya,

    “Hihihihihihi, lagian gak biasa minum, pake ikut-ikutan minum, ya begitu deh “ kata tante Marissa sambil cekikikan,
    “Aduh tante kebelet nih, pengen pipis “ dan selanjutnya beliau melanjutkan langkahnya dengan tergesa-gesa.

    Aku segera keluar menghampiri mobil di depan, kulihat Tante Mala, tampak memejamkan matanya, entah tertidur atau tidak, namun dengan perlahan aku meraih tangan beliau, menggamitnya, menarik keluar tubuh beliau, kulihat mata beliau terbuka, tersenyum seakan senang melihat kedatanganku, tersungging senyuman dari bibirnya,

    Sumber
     

Share This Page