Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Kisah Nyata Cerita Dewasa Bercinta Dengan Duo Janda

Discussion in 'Cerita Panas' started by pinkylee01, Jan 16, 2016.

  1. pinkylee01

    pinkylee01 Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jan 10, 2016
    Posting:
    14
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Kisah Nyata Cerita Dewasa Bercinta Dengan Duo Janda

    [​IMG]

    Cerita Dewasa ini adalah Pengalaman Sex Kisah Nyata Cerita Dewasa Bercinta Dengan Duo Janda merupakan pengalaman sex yang sangat susah untuk di lupakan. Cerita sex kali ini berdasarkan pengalaman dari pengirim cerita yang tidak mau di sebutkan nama nya , untuk menghormati itu kami menggunakan nama palsu dalam Cerita 17+ kali ini.Untuk itu silahkan langsung di simak cerita nya : Cerita Sex 2016

    Aku yang ada disebelahnya sambil membawa barang bawaan ini terus mencuri pandang kearah belahan dada perempuan itu, tampak buah dadanya besar dan montok sekali, bajunya yang klasik itu menambah pesona benda favoritku itu.
    “mm…mbak namanya siapa?”,
    “Saya JuRatna mas, tapi biasa dipanggil Ratna”,
    “ooh, kenalin saya Jhoni”,
    “mas orang baru disini?”,
    “iya, cari batu akik, mbak kok sendiri aja?”,
    “iya, suami saya udah gak ada”. Beberapa menit kami berjalan sambil berbincang bincang, tiba tiba anaknya itu menangis, Ratna lalu mencoba menenangkannya, entah kenapa ia tiba tiba mengeluarkan buah dada kanannya, aku sempat terkejut.

    Lalu tampak lah buah dada besar dengan puting coklat itu, dan si bayi segera menyusu ke ibunya, aku hanya bisa geleng geleng.
    “Mbak, kok menyusui disini?”,
    “udah minta nih anakku, udah biasa orang sini mah” memang didesa ini tampak tidak begitu memperhatikan bagaimana orang orang memakai pakaian ataupun menutup aurat, tentu ini juga bagus bagiku.
    Beberapa menit kemudian, kami tiba dirumah Ratna,
    “masuk dulu mas”,
    “iya mbak” Lalu aku masuk mengikuti Ratna kedalam, ia memang masih menyusui anaknya, namun tentu aku juga mau.
    “Mbak Ratna, udah sampai? Maaf tadi Jully gak bisa ikut” Aku terkejut lagi, kini muncul seorang perempuan lain,
    “Iya Jully, gapapa, untung ada mas Jhoni ini yang bantu”,
    “wah, makasih mas, kenalin saya Jully, adiknya mbak yuRatna”. Aku bersalaman dengan perempuan itu, umurnya mungkin hanya berbeda sedikit dengan kakaknya, karena ia juga tampak secantik YuRatna, tentu dengan buah dada yang besar pula.

    “Jully, tolong kamu jagain anakku ya, saya mau kekamar mandi, sekalian mandi”,
    “oooh, iya mbak” Lalu Ratna meninggalkan ku bersama Jully yang menggendong bayi itu.
    “Mbak, berdua aja sama Ratna?”,
    “iya mas, orang tua kami udah meninggal, suami kami juga kena bencana, kami hidup berdua sekarang”, Bukannya prihatin, Kontolku malah ngaceng tiba tiba.
    “oooh, kasihan ya kalian berdua..” Bayi itu menangis lagi mencari ibunya, namun kali ini Si Jully juga mengeluarkan buah dada kanannya! Lalu bayi itu dibimbing untuk mengenyot puting coklat Jully, dan tampak bayi itu sibuk menyusu lagi.
    “Loh, mbak Jully juga lagi menyusu?”,
    “iya mas, karena udah sering gantian nyusuin anak ini, jadi udah biasa”. Aku semakin bingung, mana hari masih siang, panas, dan didepanku ada minuman segar, susu asli janda janda muda.

    “Aduh, saya haus nih mbak”,
    “waduh, mbak Ratna lagi di kamar mandi, saya juga sibuk…”,
    “Kalau gitu…saya…minum susunya mbak Jully aja…”,
    “Nah itu masnya pinter, sini mas” Buset lugu banget, lalu kudekati Jully, pelan pelan buah dada kiri Jully sudah dikeluarkan dari sarangnya,
    “Mas pegangin sendiri ya, Jully lagi nenangin anak ini” ,
    ”iya…tenang aja…” Lalu aku pegang buah dada Jully, bwoh kenyal luar biasa, aku tahan dikedua tanganku, lalu puting kiri Jully segera ku masukkan kemulut ku, tanpa ragu ku kenyot puting mempesona itu, lalu air susu Jully segera membasahi mulutku, oooh segar nya…
    “Slruuup sluuurp slruuuup…mmm…aaah…seger mbak…slruuup” Tanpa malu kesedot dan kunikmati air susu dari buah dada Sintal itu.

    “Mas, auh, pelan aja, haus banget yach?”,
    “Slruuup slruuup…mmm…srluuup…” Lidahku berputar putar diputing indah itu, juga terus menyedot keluar susu kedalam mulutku, tanganku juga mengelus elus benda bundar besar kenyal itu. Tampak Jully jadi terangsang. “mmmf…mas….sedotanmu…si kecil ini kalah hebat…uuuhf”,
    “slruuup…mmm…iya dong, saya memang ahlinya…srluuup…slruup” Air ASI Jully tak habis ku sedot terus.
    Tampak bayi itu sudah tertidur lagi,
    “Mas…mmf… bentar… aku mau nidurin anak ini… udah ya nyusunya..”,
    “iya deh, kamu jaga dulu dia ya…” Lalu meski tampak terangsang, Jully membawa bayi itu kekamar, sepertinya ia sedang menjaganya.

    Beberapa menit kemudian, ada suara dari kamar mandi,
    “Jully…tolong ambilin sabun dong, yang disini udah abis” Tak perlu lama aku berlari mendekati kamar mandi, lalu melihat ada sabun diluar.
    “Mbak, Jully nya lagi tidur sama si bayi, ini sabunnya…”,
    “ooh, iya mas, bawa sini dong, tolong…” Lalu aku masuk kedalam kamar mandi tak terkunci itu, kaget setengah mati aku, melihat tubuh montok Ratna tanpa pakaian, Lalu aku memberikan sabun itu, tentu tetap bertampang cool.
    “ini mbak, kok kayaknya kesulitan mbak?”,
    “Ini…air susuku keluar sendiri mas, soalnya udah penuh, bingung deh mandinya..” Rejeki datang lagi, segera ku dekati Ratna.
    “Aduh, biar Jhoni bantuin mbak, dari pada mubazir saya minum aja susunya..”,
    “iya deh… sini mas kedepan”, Gembira luar biasa aku,
    “tapi saya takut basah mbak”,
    “buka pakaian mas sekalian, itu ada handuk” Lalu aku secepat kilat membuka semua pakaianku, lalu memakaikan handuk dipingganku untuk menutup penisku yang tegang.

    Segera ku menuju kedepan Ratna, dan tampaklah Buah dada Ratna yang besar itu diputing coklatnya terlihat cairan putih kesukaanku,
    “biar aman, Jhoni sedot dua duanya ya mbak”,
    “iya mas, saya mau sabunan…” Segera kedua buah dada itu kuremas, Ratna tampak cukup kaget,
    “mas, gak pernah nyusu ya? Itu yang diputingku yang disedot mas…”,
    “oooh, iya iya…” Lalu kedua buah papaya Ratna itu kupegang, kedua puting Ratna kutabrakan, lalu kumasukkan kedalam mulutku bersamaan, Ratna yang sibuk menyabuni dirinya tampak mulai terangsang.

    Air susu Ratna rasanya lebih enak, Kedua putingnya yang ada dimulutku mengucurkan air susu dengan derasnya, karena buah dadanya kugencet dan kuremas denga kuat.
    “ooooh…mas….mmmmf….pelan aja….uuuh” Ratna mulai asyik menyabuni vaginanya.
    Aku terus saja menyedot air susu dari kedua puting coklat Ratna, kepala ku maju mundur, menarik narik puting itu, tentu dengan bantuan tanganku yang meremas buah dada montok dan kenyal itu.
    “slruuup…slruuup…slruuup…mmm….mantep mbak…slruuup”. Tampak Ratna sudah mendesah, dari vaginanya keluar cairan lengket.
    “uuuh…udah mas….aku mau berdiri…”,
    “Ya saya sedot sambil berdiri mbak… slruuup” Ratna mencoba berdiri, ia menyabuni paha dan bokong sexy nya, aku makin terangsang saja, Karena Penisku sudah tegak dan berdenyut denyut, handuk yang menutupinya jadi jatuh.
    “Mas….kontolmu udah berdiri…mmmf”,
    “Sluuurp…slruuup…mmmf…aaah…sabunin dong mbak, sekalian aku mandi bareng mbak Ratna yach”,
    “iya mas, mmmf….gede banget mas….uuuh” Penisku kini dikocok tangan Ratna yang sudah dibasahi sabun itu, tentu kocokannya jadi semakin nikmat, dan juga luar biasa nikmat.

    Beberapa menit itu Ratna terus mengocok penisku, sementara buah dadanya kini bergantian kuremas dan ku sedot air susu keluar dari puting coklatnya.
    “Uuuh…mas…aku pegel berdiri…mmmf” Ratna yang sudah lemas itu lalu memilih duduk, aku memilih menghentikan aksi minum besarku.
    “mbak, saya bantu mandiin ya, mbak siramin aja tubuh kita berdua, saya yang ngelus ngelus ya…”,
    “iya mas…. Uuuh” Lalu Ratna yang duduk itu membasahi tubuhnya yang sudah basah oleh sabun, aku memilih berada dibelakangnya.

    Air membasahi tubuh kami berdua, aku juga mulai mengelus sekujur tubuh montok janda muda itu, Ku elus tangannya, perutnya, pahanya, dan segera menuju Memeknya. Tangan Kiriku meremas buah dadanya Ratna, tangan kananku asyik mengobok obok Vagina Janda cantik itu, Air yang mengalir membuat suasana jadi semakin menakjubkan.
    “oooh…mas…mmmmf….uuuuh….enak mas…gak pernah aku mandi seenak ini…ooooh” Kudiam saja, lalu kucium leher dan ketiaknya, tanganku masih terus beraksi juga.
    Beberapa menit kemudian, Ratna tampak sudah menggelinjang, segera angkat pinggulnya, kini ia merunduk. “mas, kamu mau ap…aaaah!” Penisku sudah melesat masuk kevagina Ratna tanpa perlu disuruh, terasa sangat nikmat, meski sudah tidak sempit.
    “ooooh, nikmat mbak…uuuh” Segera penisku bergerak maju mundur dengan cepat, penisku menguasai seisi Memek nikmat Ratna, bokongnya jadi bergoyang goyang.

    Tanganku lalu meraih bokong itu, lalu kuremas, dan kumasukan jariku kedalam lubang anusnya.
    “aaaah…mas….uuuf…..mmmf….sssh…ooooh” Plop plop plop plop, suara desahan Ratna diiringi suara tabrakan penisku.
    Beberapa menit itu kuterus saja menabrak memek Ratna dengan penis besarku, Sungguh nikmat dan luar biasa rasanya.
    “Mbak, aku mau muncrat, oooh” Kutarik penisku, lalu kubalikkan tubuh montok Ratna, dan kupasang kontol besarku dimulutnya.
    Crooot crooot croooot, Mulut Ratna penuh dengan spermaku. Janda itu lalu batuk batuk dan memuntahkan cairan sperma itu.
    “ uhuk uhuk…mas..banyak banget pejuhnya…”,
    “maklum, udah lama gak keluar, hehe”. Lalu Ratna memilih membersihkan dirinya bersamaku.
    Setelah itu Ratna pergi duluan keluar dari kamar mandi, aku sedang sibuk menenangkan diri, juga memakai handuk.

    Beberapa menit kemudian saat aku kembali keruang depan, tampak tak ada orang, lalu aku menuju kamar dirumah itu. Bukan main kaget, Ratna sedang asyik menindih tubuh Adiknya itu, sambil menciumnya.
    “mmm…cup…mmmm…dek…uummm..cup…” Lalu Mereka berdua duduk, Ratna membuka pakaian Jully, aku hanya melongo didepan pintu, tampak Jully yang sudah bugil itu lebih putih dan mulus dari pada kakaknya.
    “mbak… buah dadamu… sini…oooh” Jully meraih kedua buah dada kakaknya itu, lalu diremas dan diangkat keatas, “oooh…sini punyamu dek…uuuh” Gantian Ratna meraih Buah dada adiknya.
    Sekarang kedua janda muda itu sedang meremas buah dada lawan tandingnya. Kembali air susu keluar dari puting mereka, tampak puting puting mempesona itu dipencet dan diremas remas, air susu mengalir keluar membasahi buah dada mereka.
    “oooh….susumu mbak…”,
    “uuuh…punyamu…mantep juga dek….mmmf” Aku geleng geleng sambil melongo, Penisku sudah berdiri lagi menjatuhkan Handuk itu lagi.
    “Ooh, mas Jhoni, sini mas, mau ikut?” Godaan dari janda janda itu membuatku bersemangat, Tampak Bayi yang ditaruh diranjang kecil disebelah kasur itu sudah tenang, kini biar aku yang melahap kedua perempuan itu.

    Ratna menarikku, dan merobohkan tubuhku kekasur, tinggal penisku yang besar itu masih berdiri.
    “mas…kontolmu yang besar itu.. Kita goyang boleh? hehe…” Ratna dan Jully mendekat, lalu menempelkan buah dada mereka kepenisku.
    Buah dada itu bertabrakan, dan ditengah tengahnya ada penis besarku yang tampak ingin meletus. Lalu mereka meremas dan menggencet buah dada mereka. Penisku kini sedang dilumat benda benda kenyal yang dibasahi air susu.
    “mas….enak gak? Mmmf”,
    “ooooh, mantep deh, toket kalian luar biasa kenyal dan montok…oooh” Mereka terus menggoyang dan meremas buah dada kenyal mereka, membuat penisku semakin meronta karena kenikmatan luar biasa.

    Ratna dan Jully lalu Memegang buah dadanya, dan mendorong kuat kepenisku, tabrakan luar biasa itu membuat Penisku segera ingin meletus. Air susu yang muncrat dari puting puting keras mereka itu membasahi penisku,
    “Ooooh, luar biasa…mmmf… nikmat sekali… kalian hebat…” Mendengar pujianku, kedua janda itu mendekatkan mulutnya kepenisku, segera Ratna dan Jully menjilati kepala penisku yang basah bercampur air air persetubuhan. “mmm…aaah…slruup..mmm…Kontolmu yang terbaik mas…”,
    “mmm…slruupp…cup…aaah….Sedap deh ..uummm…cup…” Kedua janda itu semakin menggila menganiaya penisku yang terus meminta ampun karena keenakan.
    “Aduh, aku udah gak kuat, oooh” Kedua janda itu membuka mulutnya diatas penisku, dan Crooot crooot crooot, Air maniku muncrat kearah mulut mulut nakal mereka.

    Kini pejuhku ditelan oleh kedua janda itu.
    “oooh… nikmatnya, mmmf” Aku masih kelelahan, tapi Jully sudah nakal lagi, penisku yang masih lemas, dimasukkan kevaginanya, ia yang sekarang berada diatasku itu bergerak naik turun, membuat penisku yang ada didalam vaginanya menjadi tegak kembali.
    “haduuh, gila, tiga kali penisku tegak lagi…”,
    “ooooh…. Kontolmu mas….super sekali…oooh…Jully suka banget…mmmf”.
    Ratna tak mau kalah, ia kemudian mengambil posisi diwajahku, vaginanya yang basah itu lalu ditempelkan kewajahku,
    “hehe, mas, jilatin yaach”,
    “oooh, iya Ratna, oooh…ummm…” Kucupang denga cepat bibir vaginanya, lalu lidahku masuk kedalam vagina Ratna.

    Dua janda itu sekarang sedang asyik bersetubuh denganku, Jully terus melompat lompat menikmati penisku divaginanya, Ratna mendesah sambil meremas buah dadanya sendiri karena memeknya yang kujilati.
    Beberapa menit kemudian, Ratna memegang kedua buah dada Adiknya, segera Air susu Jully itu disedot keluar dari buah dada itu.
    “Slruuup…dek…mmm…slruuup…hajar terus kontol itu..mmm”,
    “oooh…mmmf…sssh…iya mbak…oooh…”. Orang kota bilang posisi kami ini adalah posisi Threesome, yang tak heran memang sangat menggairahkan dan nikmat luar biasa.

    Beberapa menit itu kami terus beraksi menikmati sensasi seks bertiga itu, entah kenapa, nikmatnya sungguh tak ter elakkan.
    “mmm….sluuurp…Jully… aku mau…”,
    “keluarin didalem mas..uuuhf”,
    “Iya mas, Jully udah pengen tuh…slruuup”, segera saja, Cprooot crpooot, Air Maniku menyembur kedalam Vagina Jully,

    Ratna juga menyemburkan Cairan dari memeknya kewajahku, baunya sungguh mempesona. Kami bertiga yang sudah basah karena cairan cairan nikmat ini, memilih berisitirahat.
    “Aduuh, kalian suka banget deh sama seks kayaknya..”,
    “Ratna udah lama gak nikmatin kontol mas..”,
    “Jully juga, masak tiap hari minum susu kita sendiri, sekali kali mau yang dari laki laki, hehe”,
    “hahaha, memang kalian luar biasa”. Aku yang ada ditengah kedua Janda itu tersenyum bahagia, dua janda itu memelukku dengan nyaman.
    Entah kenapa, penisku masih berdiri lagi.
    “Aduuh, mas Jhoni masih mau lagi?”,
    “Gak tau tuh, Ratna sama Jully masih mau lagi gak?”,
    “Ayo mas, dikamar mandi aja, yuuk” Lalu Kembali kami beraksi dikamar mandi rumah itu, Entah Kenapa Sampai malam pun Ratna dan Jully terus menikmati penis besarku, juga cairan Spermaku.
    Sungguh pilihan yang tepat untuk tinggal didesa ini, aku bisa menikmati dua janda sekaligus, tubuh montok dan mulus mereka, juga air susu segar yang kini jadi minuman favoritku.


    Bagaimana Dengan Cerita Nya? Menarik Bukan Karena Di Sini Kita Bisa Ikut Merasakan Rasa Nya Melalui Cerita Dewasa Nya Ini.Oleh Karena Ini Jangan Lupa Untuk Di Simak Cerita Hot Lainnya Di Bawah Ini :
    Cerita Dewasa Kisah Nyata Main Sex Dengan Istri Tetangga
     
  2. bonny

    bonny Aktivis Lusuh

    Joined:
    Sep 3, 2015
    Posting:
    272
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    21
    mantep bro ceritanya!! :twotu: sensasi liarrrr
     
  3. biongo

    biongo Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Sep 29, 2016
    Posting:
    63
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    11
    Sensasi terpendam gann
     

Share This Page

Users found this page by searching for:

  1. nikmat duo kontol bercinta

    ,
  2. kisah nyata sex kilat janda