Agen Poker Terpercaya Agen Bola Terpercaya Japsex - Japanese Sex Cara Daftar Sbobet
   
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Nikmatnya Selingkuh Dengan Teman Kerja

Discussion in 'Cerita Panas' started by DodyLovers, Aug 4, 2015.

  1. DodyLovers

    DodyLovers Suka Lusuh

    Joined:
    Aug 3, 2015
    Posting:
    117
    Likes Received:
    27
    Trophy Points:
    21
    Cerita ini hanya fiktif belaka dan tidak ada unsur kesengajaan, mohon maaf apabila ada kesamaan dalam nama dan tempat..Cuma pengin berbagi story aja
    Just for fun guys...
    :rolleyes:

    Kantorku berencana membuka pabrik di Lagos, Nigeria. Berdasarkan analisis
    marketing yang sudah dilaksanakan, pasar di Lagos ternyata sangat
    menjanjikan untuk ekspor produk kantorku ke sana. Perijinan setempat pun
    sudah dituntaskan dengan baik. Sambil konstruksi pabriknya, proses rekrutmen
    karyawan lokal pun sudah mulai dilakukan dengan menggunakan agent tenaga
    kerja di sana. Manajer pabrik yang baru direkrut, Julius Nyerere, harus
    melaksanakan job training utntuk memahami proses produksi yang sudah
    berjalan di Indonesia. Aku yang ditunjuk menjadi partnernya selama dia
    melaksanakan job trainingnya di Indonesia. Julius orang kulit hitam, tetapi
    berbeda dengan kebanyakan kulit hitam Afrika, wajahnya tergolong tampan,
    tidah dihiasi dengan hidung yang besar dan bibir yang tebal. Orangnya pun
    menyenangkan, dia berusaha sangat keras untuk belajar bahasa Indonesia, dan
    aku yang menjadi partnet latihan bicara bahasa Indonesia. Dia mendapat
    fasilitas rumah dari kantor. Rumahnya cukup besar dengan kolam renang di
    halaman belakang yang tertutup. Karena aku ditunjuk sebagai partnernya, aku
    harus memastikan bahwa semua fasilitas yang dibutuhkan tersedia. Dengan
    demikian, kami sering sekali bersama, baik di pekerjaan atau menemani dia
    sesekali setelah selesai kerja. Suamiku tidak mempermasalahkan hal itu
    karena dia sendiri juga selalu tenggelam menggeluti bisnisnya, sehingga
    sering lupa untuk menggeluti aku, istrinya.

    Suatu sore setelah menyelesaikan pekerjaan hari ini, aku bersantai dengan
    dia di halaman belakang rumahnya, dipinggir pool. "Sin, kita berenang yuk",
    ajaknya. "Sintia gak bawa baju renang, Jul'. "Berenang telanjang saja, ha
    ha", ganggunya sambil tertawa. Aku hanya senyum2 saja. "Besok deh, kan kita
    besok gak banyak pekerjaan, Sintia akan bawa bikini untuk nemenin kamu
    berenang". "Deal", kami melanjutkan obrolan sore, kemudian aku pamit pulang.

    Besok sore, seperti yang sudah direncanakan, kami kembali bersantai di pool
    dibelakang rumahnya. Julius memutar lagu2 romantis dari portable player, dia
    menyediakan juga minuman dan makanan kecil di meja. Aku mengenakan bikiniku
    yang tidak terlalu minim untuk menyembunyikan jembutku agar tidak terlalu
    ngintip keluar. Julius terbelalak melihat aku hanya berbikini, "Sin kamu
    sungguh sexy hanya memakai bikini. ada kamu besar dan kencang, pinggang kamu
    ramping dan pinggul kamu besar, sungguh merangsang", katanya memuji. Aku
    hanya tersenyum mendengar pujiannya. Aku berbaring di dipan sambil minum
    minuman non alkohol yang sudah disediakan. Diapun hanya mengenakan celana
    pendek gombrang, dadanya bidang dan sedikit berbulu, menambah
    kegantengannya, walaupun kulitnya hitam. Dia minum bir sambil berbaring
    disebelahku. memang dipannya cukup untuk 2 orang berbaring bersebelahan.

    "Kamu kalo malem sendirian, suka bawa perempuan ya Jul", tanyaku. Aku memang
    belum pernah sampai malem di rumahnya. "Wajar kan Sin, sebagai seorang
    lelaki aku juga butuh penyaluran sex". "Terus perempuannya kamu dapet dari
    mana?" "Aku sering jalan di mal sehabis makan malam, banyak prempuan muda
    yang cantik dan sexy yang berseliweran di mall. aku pilih seorang yang
    paling memenuhi seleraku dan kuajak ke rumah". Dia mau kamu ajak ke rumah",
    tanyaku lebih lanjut. "Ya mau lah, sebelum ke rumah, dia minta dibelikan
    pakaian, ya aku belikan. Kan harus take and give". "Tipe prempuan yang kamu
    bawa sepertri apa". "Seperti kamu lah, muda, cantik, seksi, dada dan pinggul
    besar, dan bulunya lebat". "Kamu senang dengan yang bulunya lebat". "Ya,
    karena prempuan yang bulunya lebat hot sekali kalo diajak maen. Gak puas
    cuma sekali maen". Terus kamu maen berapa ronde dengan prempuan itu". "2 -
    3kali, dari malem sampe pagi". "Prempuannya puas dong". "Iya, dia bilang
    sangat puas dan sangat lemes melayani napsuku". "Kamu selalu ajak prempuan
    itu atau berganti2". "Aku sudah beberapa kali maen dengan prempuan yang
    sama". "Pantes tempo hari kamu kelihatannya sayu, ngantuk rupanya abis
    semalem kerja keras ya", godaku sambil tertawa. Aku terangsang juga
    mendengar pengakuannya. Pasti orng negro kon tolnya besar, apalagi dia kuat
    ngen totnya, semaleman bisa 2-3 kali maen, pantes ceweknya terkapar. Aku
    juga pengen dibuat terkapar olehnya. "Kalo dengan aku kamu napsu gak",
    pancingku. Wah, kamu sangat memenuhi kriteria aku Sin, cuma aku belum tau
    bulu kamu lebat atau tidak". "Kamu priksa saja", tantangku. Bir sudah
    mempengaruhi dia, dia langsung memeluk dan mencium bibirku. "Kamu punya
    besar ya", kataku tanpa tedeng aling2. "Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat
    saja", katanya sambil tersenyum. "Tidak apa-apa kok.."

    Julius lalu melepas celana gombrangnya, dia sudah tidak mengenakan cd lagi.
    kont0lnya besar tapi dalam keadaan belum ngaceng sekali. "Hai.. lihat ini",
    katanya sambil tangan kirinya memegang kon t0lnya sendiri dan tangan
    kanannya memegang tangan kiriku.

    Aku melihat kon t0l Julius yang besar berwarna hitam dengan kepala kon t0l
    seperti topi baja. "Kamu lihat ini dan pegang saja!" kata Julius. "Wihh takut akhh.." desahku dengan suara serak. "Tidak apa-apa
    biar kamu tidak penasaran lagi", katanya. Aku masih terpaku melihat kon t0l
    Julius. Julius langsung dia mencium pipiku perlahan. Karena aku masih diam
    saja maka wajah aku dipegangnya dan dia mencium bibirku dengan perlahan. Aku
    membalas ciuman itu dengan membuka bibirku, serta merta Julius melumat
    bibirku dan memasukkan lidahnya. "Emmhh.." desahku perlahan."Kamu suka kan
    Sin ngeliat aku punya" bisik Julius di kupingku. Aku hanya mengangguk.
    Melihat reaksi positif dari aku, tangan kiriku diarahkan untuk memegang
    kont0lnya.

    Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak, kon t0l itu berikut
    biji pelernya yang ditutupi jembut lebat. Aku mulai memegang kon t0lnya dan
    ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jariku tidak dapat
    bersentuhan (membuat bentuk huruf O). Hal ini membuat aku penasaran ingin
    melihat secara jelas bentuk kont0lnya kalo udah ngaceng, "Aakkhh gedee
    bangeet.." desahku dengan suara parau. Kemudian Julius sambil mencium
    telingaku berbisik, "Kamu kocokin dong.." desahnya. Aku menuruti permintaan
    Julius dan perlahan jariku meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah,
    dan dalam relatif singkat kon t0lnya tersebut ngaceng dengan kerasnya di
    tangan aku. Panjang dan besar. "Emmhh.. akhh.." desahnya. Sementara aku
    terus mengocok kon t0lnya, Julius pun dengan nafsunya mengulum bibirku dan
    jemarinya dengan cepat membuka ikatan braku. Dengan sigap dia langsung
    meremas toketku yang telah mengeras. "Akhh enak Julius.." desahku
    menggelinjang. Bibirku dilepasnya dan mulut Julius langsung mendekat ke
    dadaku sambil terus meremas perlahan. Pentilku dihisap sambil dijilat,
    toketku berganti-ganti diremasnya sehingga, "Akhh.uuff.." erangku keenakan.
    Wajahku sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan
    kiriku terus mengocok kon t0l Julius yang besar dengan makin cepat,
    kadang-kadang kuremas kon t0l itu dengan kuat karena aku sudah tidak bisa
    menahan rangsangan yang ada pada sekujur tubuhku. "Ooohh.. ." desahku
    keenakan. Tangan kananku menekan kepala Julius ke dadaku sementara tangan
    kiriku sudah tidak beraturan mengocok kon t0l besarnya.

    Julius segera membuka ikatan cdku sehingga menyembullah pahaku dan gundukan
    nonokku yang ditutupi oleh jembut hitam lebat. "Kamu mulus sekali Nes, bulu
    kamu lebat sekali.." bisik Julius sambil tangannya mengusap pahaku. "Ahh
    kamuu.." aku tersenyum keenakan. Aku hanya mendesah dan menggelinjangkan
    pinggulku sambil merenggangkan pahaku ketika jari-jari Julius itu mulai
    merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas nonokku yang ditumbuhi
    jembut dan menyebarkan aroma yang khas. Kami sama-sama mendesah dan
    mengerang perlahan. "Saya suka sekali perempuan Indonesia.." desah Julius.
    "Wanginya sangat merangsang sekali", kata Julius sambil mendesah. "Emmhh.."
    desahku sambil mengerakkan pinggulku ke kiri dan ke kanan. Jarinya mulai
    menyentuh belahan nonokku dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah.

    Belahan nonokku sudah terlihat basah dan menjadi licin dan makin menyebarkan
    aroma yang membuat Julius dan aku menjadi makin terangsang. Aku sudah
    melepaskan kon t0lnya dan kedua tanganku terkulai lemas meremas kepala
    Julius, kadang-kadang mengusap punggung Julius. Julius sabar sekali,
    sementara tangan kiri terus membelai belahan nonokku, tangan kanannya
    meremas toketku, sementara itu mulutnya menghisap pentilku yang telah
    mengeras serta menjilati permukaan toketku atau mengulum bibirku. Kurang
    lebih 20 menit Julius telah merangsang sekujur tubuhku. Dia dengan leluasa
    menggerayangi sekujur tubuhku. Aku hanya tersenyum puas dan pasrah diraba
    dan diremas Julius. Julius pun menciumi seluruh tubuhku yang telah polos,
    bahkan sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Sungguh sensasi
    luar biasa. Julius terus membelai belahan nonokku tanpa dia berusaha
    memasukkan jari tengah tersebut ke dalam nonokku yang telah terpampang
    dengan pasrah. Sementara aku telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki
    terbuka mengangkang. Julius melihat aku sudah pasrah dan seluruh badanku
    bergetar menahan napsuku yang berkobar2. Segera dia merubah posisi badannya
    menghadap ke aku.

    Dia berlutut di depanku yang telah mengangkangkan kakiku sehingga posisi
    badannya sekarang telah berada di antara kedua kakiku yang mengangkang lebar
    dan nonokku yang telah terlihat jelas telah basah. kont0l Julius yang
    benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan nonokku.
    "Pelan2 Julius", bisikku. "Ya, aku akan pelan2, kamu harus mencobanya",
    desah Julius sambil mulai mengarahkan kon t0lnya ke nonok ku yang telah
    terbuka sedikit akibat jari-jari Julius yang terus membelai belahan nonokku.

    "Aku tempelkan saja dahulu kont0l ini sampai kamu siap.." kata Julius merayu
    sambil lidahnya menjilati sekitar kupingku. Aku yang keenakan lalu
    membiarkan Julius melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Julius
    dengan kedua kakiku, aku melihat kon t0lnya yang besar itu ditempelkan tepat
    di belahan nonokku yang telah basah. Aku merasa kon t0lnya mulai secara
    perlahan menggeser di belahan nonokku. "Oohh.. Julius.. enaakk.. " erangku.

    "Uuuff.." desah Julius keenakan, "Yaa enakk Sin..". "Teruss digesek dan
    ditekan Julius.." pintaku. "Ya sayang.." kata Julius mulai mempercepat
    gesekan di belahan nonokku. "Tekan teruuss Julius.." erangku yang makin lama
    semakin keenakan. "Enaakk.. oohh.. puasin Sintia, Julius" desahku dengan
    suara yang telah parau. Posisi kakiku telah mengangkang dengan lebar membuat
    Julius lebih leluasa menggerakkan dan kadang mendorong kon t0lnya ke depan
    sehingga lebih menekan dan menggesek belahan nonokku. Kulihat nonokku telah
    terbelah bibirnya karena tekanan dan gesekan kon t0l Julius, kepala kon t0l
    Julius mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong itilku. "Aahh..
    aduuhh.. ennaakk", desahku sementara tanganku telah berada di belakang
    punggung Julius dan sambil menekan pantat Julius. "Emh.. " erang Julius
    menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam nonok ku
    tapi kerena aku tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinginannya.

    "Julius.. Julius.. eeng.." aku bergumam, aku telah siap dimasuki oleh kon
    t0l besar itu. Aku mendorong dan menarik pantat Julius sedangkan posisi kepala
    kon t0lnya melewati itilku. Terlihat kon t0lnya mulai bergerak mengikuti
    arahanku, mencoba untuk terus menerobos liang nonokku yang akan terasa
    sempit sekali untuk ukuran kon t0l sebesar Julius. Kepalaku sudah menengadah
    ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutku terbuka
    mengerang, "Ahh.." "Sin..akhh", desah Julius meminta kepastian kesiapan aku
    apakah seluruh kont0lnya dapat menerobos masuk ke dalam nonokku. Tapi aku
    sudah tidak dapat berkata-kata karena mulutku hanya dapat menganga terbuka.

    to be continued.......
     
  2. DodyLovers

    DodyLovers Suka Lusuh

    Joined:
    Aug 3, 2015
    Posting:
    117
    Likes Received:
    27
    Trophy Points:
    21
    "Uuff.. " desah Julius sambil terus memajukan dan menarik
    pantatnya dan makin lama semakin cepat . Kepala kon t0l Julius terus menekan
    itilku berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir nonokku. "Akhh..
    engg.. aakhh" aku mencengkeram pantat Julius kuat-kuat dan akibat sundulan
    kepala kon t0lnya, "Oohh.. Sintia..nyampe Julius.. uuff.. aahh.. enaak.."
    erangku kelonjotan dan bergetar seluruh badanku di dalam pelukan Julius.

    Julius merasakan siraman cairan hangat dari dalam nonokku yang terus
    mengalir membasahi batang dan kepala kon t0lnya, membuat kon t0l itu menjadi
    mengkilap dan basah. "Kamuu.. nyampe ya Sin.. " desah Julius dengan nafas
    berirama, nafasnya terdengar keras. "Eeennakk.. oohh Sintia.. puaass", aku
    terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala kon t0l Julius di
    dalam nonokku . Ternyata hanya sebatas leher kepala kon t0l Julius yang
    dapat terbenam di dalam nonokku dan terasa terus menggesek dinding nonokku.
    "Teruss.. Julius.. tekan teruuss.. oohh.. benar enak.. ahh.." aku tersenyum
    puas melihat Julius masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar
    dinding nonokku. Julius melihat aku tersenyum dan ikut tersenyum puas. "Kamu
    puass..Sin. enak.. kan.." senyum Julius sambil menjilat bibirnya sendiri.
    "Biar kamuu.. lebih puaas Sin.." kata Julius sambil terus menghujamkan
    sepertiga kon t0lnya ke dalam liang nonokku. Terdengar bunyi,
    "Sleepp..ahhkk.. brreet.." rupanya nonokku terus semakin basah dan semakin
    licin untuk kon t0l Julius yang terjepit di nonokku. "Gilaa.. kamuu rapat
    sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Sin.. untuk masuk.." Julius penasaran
    sekali dengan nonokku yang terlalu sempit. Gila memang, kon t0l Julius yang
    besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di nonokku. Posisiku sudah
    ditindih oleh badan Julius

    "Kamuu berbalik." desah Julius, lalu Julius menarik kon t0lnya, dan aku mengambil
    posisi menungging. Bibir nonokku dengan
    jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggirannya. Julius
    mengambil posisi tepat di belakang pantatku. Setelah lima kali meremas
    bongkahan pantatku dengan penuh nafsu, sedikit demi sedikit Julius mulai
    menempelkan kepala kon t0lnya dibelahan nonokku dan terus menggesekkan
    kepala kon t0l tersebut ke atas dan ke bawah belahan nonokku. "Aahh.. ennaak..
    Julius.." desahku terpejam. "Nikmatnya kon t0l kamuu.. enak.. Julius.."
    setelah delapan gesekan naik turun, aku makin mendesah. "Masukin Julius..
    Sintia mau dien tot.. yang enak.. aahhk", dengan sedikit hentakan kepala
    kon t0l Julius mulai menerobos dinding nonokku. Perlahan melakukan gerakan
    maju mundur dan makin lama semakin cepat. kon t0l Julius sebagian sudah
    tenggelam di dalam nonokku. "Ahhk.. uuff..enaak.. oohhkk.. yaa.. teruus..
    haak!" Julius mengeram dengan nafas yang memburu, begitu juga aku. Julius
    memegang pinggulkusambil mendorong kon t0lnya yang menghujam semakin dalam

    Juliusnok ku. "Hee.. aakhh.. okh.." nafas Julius memburu dengan cepat
    sementara gerakan kon t0lnya di dalam nonokku terus keluar masuk dan kadang
    berputar seperti mengebor nonokku. "Akhh.. eennak.. giila..aduh....kon t0l
    kamu mentook.. mmffhh.. yaa terus.." erangku. "Sintia.. enak.. gilaa..
    masuk.. semuaa.. mmffhh..puas, kamu.. kuat aakh.." Julius terus menghujamkan
    kon t0lnya dalam-dalam ke nonokku. Sementara aku hanya bisa mengerang dan
    menjerit ketika kepala kon t0l Julius mentok di dinding rahimku. "Sintia
    keluarr lagi.. Julius.. aahk enak.." erangku terpejam.


    Aku benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalaku sudah rebah ke
    matras, sementara tangan terkulai lemas, rambut telah basah semua dan
    badanku telah bermandikan keringat. "Aahk Julius, Sintia.. lemes.. gila..
    keluarin Julius.." pintaku memelas. "Yaa.. akh yak.. duh.. Sin.. aku
    keluarin.. huu.. enaak nonok kamu.. aku mau keluarr.. gila! Enaak.. aku mau
    keluaar.. aahh.. hak.. uuff.. oohk.. kamu hebat Sin.." Julius melakukan
    gerakan sangat cepat menghentakkan kon t0lnya sampai berbunyi, "Cepaak..
    cepakk.." supaya kon t0lnya masuk lebih dalam. Aku melakukan gerakan liar
    memutar dan menghisap serta memijat kon t0l Julius dengan nonokku. "Sintia
    juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Julius". "Gila.. aahh.. aku juga..keluaar..
    haa.. enak.." Kami berdua nyampe bareng, terasa sekali semburan keras peju
    Julius yang hangat dinonokku. Julius tersenyum puas sambil tangannya meremas
    toketku dan mulutnya mencium bibirku yang telah terkulai lemas di matras.
    Julius tetap dalam posisi memeluk aku dari belakang sementara kon t0l Julius
    yang sudah mengeluarkan pejunya di dalam nonokku, masih berada di dalam
    nonok aku, belum menyusut mengecil dan terlepas. Lemas sekali, tapi nikmat.

    Setelah semuanya reda, Julius mengajakku masuk ke rumah dan menuju kamar
    mandi. Setelah selesai membersihkan badan, kami berpakaian kembali. "Sin,
    kamu malem ini nemani aku saja ya". "Aku mesti bilang apa sama suamiku",
    tanyaku. "Bilang saja kamu ada pekerjaan yang harus diselesaikan malem ini
    juga, kamu tinggal di kantor". Kupikir make sense juga alesannya, aku segera
    memberitahu suamiku usulan Julius, berbohong demi kenikmatan yang sangat.

    Suamiku, seperti biasa setuju saja dengan permintaanku karena dia sendiri
    malem ini harus keluar kota untuk menangani proyek bisnis barunya. Kami
    segera keluar untuk mencari makan malam. Setelah kenyang, kami mampir di pub
    untuk bersantai sambil mendengarkan musik. Santai sekali malem ini, aku
    sangat menikmatinya. Kembali ke rumah, dia segera menarikku ke kamarnya
    untuk memulai ronde berikutnya. Aku berbaring diranjangnya hanya memakai
    daleman model bikini yang tipis dan minim, sehingga semuanya terlihat dengan
    jelas. Julius sangat bernapsu melihat pemandangan indah yang tergolek
    diranjangnya. Segera dia menemaniku berbaring di ranjang. Pentilku yang
    besar dan jembutku yang lebat berbayang didalemanku yang tipis. Julius napsu
    sekali melihat itu, segera aku dipeluknya dari belakang dan diremesnya
    toketku dengan kuat. kon t0lnya terasa keras sekali, digesekkannya ke
    pantatku. "Kamu dah napsu ya", godaku. "Siapa yang gak napsu ngeliat kamu
    yang merangsang kayak gini", jawabnya sambil terus meremas toketku. Pentilku
    diplintir2nya dari luar bra tipisku. Napsuku pun naik diperlakukan seperti
    itu. "Sin, lepas aja ya dalemani kamu", katanya sambil menarik tali pengikat
    bra di leherku. Segera terbukalah toketku, segera diremes2nya lagi dengan
    penuh napsu. "Aaah", erangku makin terangsang. Gak lama kemudian pengikat
    cdku diurainya juga sehingga akupun bertelanjang bulat. Juliuspun sudah bertelanjang bulat pula. kon t0lnya yang besar sudah ngaceng dengan sempurna, mengangguk2 seirama dengan gerakan badannya.

    Aku berbaring telentang. Paha kukangkangkan sehingga nonokku yang berwarna
    merah kehitaman merekah mengundang kon t0l Julius untuk segera memasukinya.
    Dia mengurut kon t0lnya yang sudah ngaceng berat sambil sambil meraba dan
    meremasi toketku yg sudah mengencang itu. Aku menjadi makin bernapsu kerika
    dia meraba nonokku dan mengilik itilku. Aku meraih kon t0lnya dan kukocok
    pelan. "Jul, geli, enak", erangku sambil mempercepat kocokan pada kon
    t0lnya.

    Kuremasi toketku sambil mengilik itilku sendiri. Nonokku sudah kuyup saking
    napsunya. Segera aku meraih kon t0lnya dan kuarahkan ke mulutku. Kujilati
    seluruh kon t0lnya dari ujung kepala sampai ke biji pelirnya tak lupa
    kukulum sambil sesekali di sedot dengan kuat. "Ufffffff enak sekali Sin… terusin
    isapnya….isap yg kenceng", Julius mendesah2. Karena aku sudah nafsu, dengan
    kuat kusedot ujung kepala kon t0lnya sambil sesekali menggunakan ujung
    lidahku memainkan lubang kencingnya. Segera Julius memposisikan dirinya
    supaya bisa menjilati dan menghisap nonokku yg sudah terbuka itu. Ketika dia
    menjilati itilku aku mengelinjang kenikmatan sambil kepalanya kukempit
    dengan kedua belah pahaku, aku ingin agar dia lebih lama menjilati nonokku.

    Dengan dua jari, jari tengah dan telunjuk dimasukkannya ke dalam nonokku dan
    dikocok dengan lembut hingga aku mengerang-erang keenakkan. kont0lnya
    kugenggam erat sambil terus menghisap-isap ujung kon t0lnya. Cukup lama kami
    saling isap dan jilat. Kini dia terlentang di ranjang dan aku berada di
    antara ke dua paha nya. Aku mengisap dan menggigit kecil ujung kon t0lnya
    hingga dia kelojotan merasakan geli yg luar biasa. Segera aja dia menarik
    kepalaku agar melepaskan kon t0lnya dari mulutku, dan kini aku direbahkan,
    lalu dia menghisap pentilku sebelah kanan sambil pentil yg satunya dimainkan
    dengan jarinya. Aku sangat menikmati permainan ini sambil tanganku mengilik
    sendiri itilku. Aku mengangkangkan pahaku dengan lebar dan setengah kuangkat
    agar lebih mudah aku memasukkan jariku.

    "Jul,,,,,ayo masukin kon t0l kamu di nonok Sintia dong….. Sintia udah
    kepengen lagi nihh.." pintaku sambil mengarahkan kon t0lnya ke arah nonokku.
    Sambil kutuntun dia memasukkan ujung kon t0lnya di nonokku. Aku yang sudah
    sangat kepengen, sengaja mengangkat pantatku sehingga seluruh kon t0lnya
    masuk ke dalam nonokku."Accchhhhhh…..", desahku. Kali ini lebih mudah
    kon t0lnya masuk, nonokku rupanya sudah menyesuaikan diri dengan kon t0l
    extra largenya. Kedua paha kulingkarkan di badannya agar kon t0lnya tetap
    menancap di nonokku.

    Dia menarik kon t0lnya sedikit keluar lalu dimasukkan dalam-dalam, ditarik lagi dimasukkan lagi dengan ritme yang berirama membuat
    aku mengerang-erang keenakkan, kini dengan ritme yg lebih cepat dia menekan
    sekuat tenaga hingga mulutku menganga tanpa bisa mengucapkan sepatah kata
    pun karena nikmat yang kurasakan membuat aku hanya sanggup
    mengelinjang-gelinjang keenakan. Toketku bergerak naik turun seirama dengan
    kocokan kon t0lnya di nonokku."Jul……..aaccchhhhh……Sintia pengen puass dulu
    ya" pintaku. Tanpa menunggu jawabannya aku lalu kini berada di atas
    tubuhnya, kon t0lnya yang ngaceng itu kutuntun ke nonokku, lalu dengan
    jeritan kecil " Aauuu….." seluruh kon t0lnya kini amblas masuk ke dalam
    nonokku yg semakin licin itu. Kini aku sepenuhnya bebas menguasai kon
    t0lnya, seperti orang naik kuda semakin lama semakin cepat gerakanku sambil
    tangannya meremas kedua toketku. Aku tidak lagi bergaya seperti naik kuda,
    tetapi tetap seperti posisi semula hanya kini aku menggesekkan nonokku maju
    mundur sambil kuremas sendiri toketku hingga akhirnya aku mengejang-ngejang
    beberapa saat sambil menggigit bibir dan mata terpejam merasakan nikmat yang
    tiada tara itu, akhirnya aku terkulai di atas tubuhnya beberapa saat.

    Segera Julius meminta agar aku berjongkok aja, posisi doggie style adalah
    posisi kegemaran ku, segera aku berjongkok sambil membuka lebar pahaku
    hingga dia dapat melihat dengan jelas nonokku yang berjembut lebat. Kini
    kepala kon t0lnya diarahkannya ke nonokku, dengan sekali dorongan, masuklah
    sebagian kon t0lnya ke dalam nonok ku. Aku menjerit kecil. Aku memundurkan
    pantatku hingga amblaslah seluruh kon t0lnya ke dalam nonokku. Dengan kuat
    dia mendesakkan seluruh kont0lnya dengan irama yangg beraturan hingga aku
    merasa kegelian lagi. Dia membasahi jari telunjuknya dengan ludah dan
    dibasahinya pula lubang pantatku dengan air ludahnya. Sambil terus
    menggoyang kon t0lnya di masukkannya jari telunjuknya ke pantatku hingga
    seluruh jarinya masuk, sambil menekan ke bawah hingga merasakan geseran
    kon t0lnya di dalam nonokku. Aku bisa menikmati permainan ini, berulangkali
    aku memintanya agar lebih keras lagi goyangannya sambil memaju mundurkan
    pantatku "Uufffgggggghhhhhhhh…. Enak Sin" erangnya. Dia mempercepat kocokan kon t0lnya sambil menekan kuat kuat jarinya yg ada di pantatku. Tak lama
    lagi, dia mengejang, "Sin aku mo ngecret", dan terasa semburan peju hangat
    di dalam nonokku. kon t0lnya berkedut menyemburkan pejunya berkali2. Sungguh
    nikmat permainan kedua ini, jauh lebih nikmat dari yang pertama. Setelah
    membersihkan badan, kami berdua terkapar karena nikmat dan lelah, tak lama
    kemudian kami terlelap
     

Share This Page