Agen Togel Online Indonesia Agen Poker BandarQ Sakong Online Vegasidr Situs Judi Terpercaya Agen Online Betting
Online Poker Terpercaya Live Casino Terpercaya Agen Casino Terpercaya Agen Betting Online Terpercaya
Japsex - Japanese Sex
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
           
Agen Togel, Bintangnya Togel
   
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Pertempuran Opid Dan Mamanya

Discussion in 'Cerita Panas Keluarga' started by gherhana, Oct 29, 2016.

  1. gherhana

    gherhana Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Mar 9, 2016
    Posting:
    26
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    6
    Opid terkejut ketika mendapati pintu rumahnya dikunci.

    "Biasanya, ga dikunci.. Tumben", gumamnya.

    "Ah, mungkin mama lagi tidur!".

    Langsung saja Opid melangkah ke samping rumah yang diujungnya terdapat pintu belakang menuju ke dapur juga ke kamar mandi. Kebetulan pintu belakang rumahnya tersebut terdiri dari dua lidah pintu yang bisa dibuka atas dan bawah. Jadi, kalo mamanya sedang masak pasti ia membuka pintu atas agar asap masakannya tidak menyesaki ruang dapur.

    Dengan perlahan ia mendorong lidah atas pintu belakang, "Ah, ga dikunci..!" teriaknya dalam hati.

    Dan.. Alangkah terkejutnya ia ketika melongok ke dalam. Ia melihat mamanya sedang mandi. Meski Opid hanya bisa melihat bagian belakang mamanya yang tak ditutupi apapun kecuali busa sabun namun cukup membuat jantung Opid berdetak dengan cepat sehingga membuat kepala pening dan celananya terasa sempit seiring kontolnya yang menegang.

    Opid mengurungi niatnya untuk masuk ke dalam rumah dan memilih untuk terus mengintip mamanya yang sedang mandi.

    Ia juga membuka resleting celananya kemudian mengeluarkan kontolnya yang sudah tegang maksimal lantas mengelusnya secara perlahan. Ia tak ingin melewati momen indah tersebut dengan hanya berdiam diri saja. Lantas ia membayang seandainya dapat membantu mamanya menyelesaikan mandi.

    Sesekali matanya terpejam karena rasa nikmat dari aksi mengelus.

    Sedang asiknya menghayati suasana tersebut.. Tiba-tiba mamanya berbalik sambil terus menyabuni tubuhnya tanpa menyadari bahwa anak lelakinya yang baru menginjak dewasa sedang mengawasi dari kejauhan.

    "Wah.. Dapat bonus, nih!", sahut Opid kegirangan karena dapat melihat bentuk toket mamanya yang lumayan besar dan juga selangkangan yang ditumbuh jembut yang cukup lebat.

    Mamanya menyudahi acara menyabuni tubuh dengan guyuran dari gayung dipegangnya. Dan Opid pun mendapat bonus yang terakhir yaitu belahan memek mamanya.

    "Woow..!", teriak kecil Opid karena semakin girang dapat melihat memek mamanya.

    Mamanya sudah selesai mandi dan membungkus tubuhnya dengan hanya sehelai handuk sehingga Opid masih dapat melihat bongkahan pantat yang terlihat seksi.

    Tapi.. Opid belum klimaks. Ia memilih melanjutkannya nanti.

    Kemudian ia berpikir,"Ah, lebih baik masuk dari pintu depan saja biar mama ga curiga!".

    "Ma.. Mama.. Buka'in pintu dong!", teriak Opid. Tak lama kemudian mamanya membukakan pintu sambil berucap,"Udah pulang, Kamu? Biasanya kuliah sampe malem?"

    Sambil masuk ke dalam rumah Opid - sambil membuntuti mamanya yang ternyata sudah berpakaian daster - menyahut,"Iya, Ma. Dosennya ga bisa dateng tapi ngasih PR!".

    "Ya, udah.. Kerja'in tuh PR biar dapet nilai bagus!".

    "Iya, Ma..", sambutnya sambil tersenyum namun dalam hati ia berujar,"Mending ngerja'in Mama..".



    ***



    [​IMG]



    Setelah mengerjakan PR-nya, Opid turun ke bawah untuk menuju dapur karena perutnya sudah tidak mau diajak kompromi lagi.

    "Aaah.. Aaah.."

    Opid terkejut mendengar suara teriakan lirih tertahan yang berasal dari kamar orang tuanya. Ia lantas menuju ke situ dan sela gorden ia mendapati mamanya sedang memasukkan sesuatu ke dalam memeknya. Masuk - keluar - masuk - keluar, diiringi oleh suara lirih mamanya.

    Kurang lebih lima menit Opid terpaku memandangi mamanya yang sedang sibuk sendiri. Tangan kiri mamanya terus-menerus meraba toketnya sendiri sambil sesekali memerasnya. Sedangkan tangan kanannya juga sibuk memasuk-keluarkan suatu benda ke dalam memeknya sendiri. Sungguh pemandangan yang menakjubkan bagi Opid yang kebingungan harus berbuat apa dan hanya bisa meresapi apa yang mamanya rasakan.

    Tiba-tiba tubuh mamanya mengejang dan dari memeknya keluar air yang memuncrat cukup jauh. Lima kali air tersebut muncrat dari memek mamanya yang mengiringinya dengan teriakan lirih.

    "Aaah.. Aaah.. Aaah.. Aaah.. Aaaaah..!"

    Dengan mata masih terpejam merasakan kenikmatan, mamanya menyudahi aksinya. Kini Opid tahu apa yang ada ditangan kanan mamanya. Bentuknya lonjong berwarna hitam menyerupai kontol. Panjangnya kurang lebih sekitar 15 sentimeter dengan diameter empat sentimeter.

    Entah kenapa, Opid merasa kesal. Lantas mendatangi mamanya yang terkulai lemas dengan menelanjangi dirinya sendiri.

    Tanpa sadar, Opid berteriak kepada mamanya,"Mama.. Kenapa pake itu?"

    Mamanya tersentak dan dengan salah tingkah membereskan dirinya. Dan belum sempat mamanya menjawab, Opid lantas menjulurkan kontolnya tepat dihadapan muka mamanya sambil bertanya kembali,"Emang ini ga bisa?"

    Mata mamanya melotot seketika begitu Opid menunjukkan kontolnya. Ia tak menyangka, anaknya memiliki kontol yang seperti diidamkannya. Ia lebih tak menyangka lagi dengan apa yang Opid lakukan berikutnya.

    Opid menarik dengan kasar kedua kaki mamanya..

    Lantas mendorong kaki tersebut kemuka mamanya dan menahannya sehingga posisi kontolnya siap untuk menghujam memek mamanya yang masih basah. Dengan sigap Opid lantas mengarahkan kontolnya tetap didepan lobang memek mamanya. Dengan sekali tekan Opid berhasil mendorong masuk kontolnya kedalam memek tempat ia dilahirkan diiringi dengan teriakan keras mamanya.

    "Aaaah.. Sakit.."

    Opid tak peduli erangan dan berontakan mamanya, ia terus-menerus menghujam lobang kenikmatan milik bapaknya diiringi suara kecipak setiap kali kontolnya memompa memek mamanya.

    "Uugh.. Uugh..", degus Opid seiring goyangan pinggulnya menghentak tubuh mamanya.

    "Jangan, Opid.. Berhenti..", isak mamanya yang tak terus berontak.

    Tak lama berselang, Opid berhenti sejenak namun bukan untuk istirahat.

    Ia membalikkan tubuh mamanya yang menggunakan kesempatan itu untuk kabur tapi tak bisa karena Opid memegang pinggulnya dan kemudian disusul hujam kontol anaknya jauh ke dalam memeknya hingga terasa sampai di dalam perutnya.

    Opid tak menyangka bahwa dengan posisi tersebut akan terasa lebih nikmat dimana memek mamanya makin terasa sempit. Di kemudian hari, Opid baru tahu kalau posisi tersebut juga disebut sebagai posisi 'Doggy Style'.

    Setelah cukup puas dengan 'Doggy Style', Opid memilih posisi awal karena ia ingin menikmati juga bongkahan montok toket mamanya yang hangat, empuk dan ternyata masih mengeluarkan susu.

    Kedua toket mamanya tak henti-hentinya diremas, dikenyot, digigit dan dijilati. Bahkan meninggal bekas merah disekitar toket yang berwarna putih dihiasi dengan puting coklat kehitaman.

    Ternyata bukan hanya Opid yang menikmati persetubuhan itu.

    Berkat aksi Opid yang mengerjai toket membuat mamanya mencapai klimaks beberapa kali hingga membuat memeknya banjir.

    "Wuiih.. Memek mama tambah anget!", ujarnya sambil terus mengenjot dan bahagia karena melihat senyum simpul dibibir mamanya.

    "Kamu kuat banget sih.. Udah hampir setengah jam, belum juga keluar!"

    "Keluar apanya, Ma?"

    "Itunya.."

    "Apanya?"

    "Anu.."

    "Anu.. Apa?"

    "Peju, sayang... Peju.."

    "Oh, Mama mau peju?"

    "Iya.. Mama mau peju kamu!"

    "OK, deh. Ma.."

    Opid mempercepat hentakannya sambil berteriak kenikmatan. Mamanya pun akhirnya menyemangatinya.

    "Terus, sayang.. Genjot terus.."

    "Maaaa.. Aku ga kuat lagiiii.."

    Crooooot!!!

    Memek mamanya kini banjir oleh peju Opid.

    "Sekarang gantian.. Mama yang ngerasain angetnya peju kamu!"

    Dua insan anak beranak itu saling berpelukan. Mengatur pernapasan dan mencoba untuk tetap berpijak di bumi.

    Opid mengeluarkan kontolnya secara perlahan yang diiringi lenguhan mamanya.

    "Buset.. masih siap tempur, ya?", goda mamanya melihat kontol Opid yang ternyata masih terlihat tegang.

    "Sini.. Mama lap dulu kontol kamu!", kata mamanya setelah ia selesai mengelap memeknya.

    Dan ketika mamanya hendak selesai, Opid menahannya."Terusin dong Ma.. Aku pengen dikocokin Mama.."

    "Cuma dikocokin doang?", sindir mamanya.

    "Kalo ditambah begini...", setelah berkata begitu, mamanya langsung menjilati seluruh kontol Opid hingga ke kantung bijinya.

    "Aaaaa..", hanya itu yang keluar dari mulut Opid.

    "Enak..?", tanya mamanya.

    Opid hanya mengangguk malas.

    "Nih.. Mama tambahin..", ujar mamanya sambil memasukan kontol Opid ke dalam mulutnya yang kemudian dikenyot, digigit manja sambil terus dikocok.

    Opid meremas kepala mamanya sambil sesekali menekan seakan ingin agar kontolnya ditelan. Namun, mamanya memelas, "Waduh, kontol kamu ga muat semua di mulut mama.. Jangan dipaksain ya!"

    "Pid.. tangan ama mulut Mama pegel.. Pake memek lagi aja, ya?!", kata mama dengan nada yang manja.

    Belum sempat Opid mengiyakan, Mamanya sudah posisi mengangkang sambil menggenggam kontolnya dan mengarahkannya masuk ke dalam memek.

    "Hayo.. Kontol kamu sekarang udah mama telan pake memek.. Semuanya!"

    "Sekarang, kontol kamu mama kenyot ya pake memek..".

    Ada sensasi yang luar biasa yang dirasakn Opid. Ternyata gerakan pinggul mamanya bisa membuat memek tersebut seperti mengenyot kontolnya.

    "Wah, iya Ma.. Ga beda jauh seperti saat dimulut.."

    Cukup lama mereka berdua mempertahankan posisi tersebut hingga akhirnya..

    "Pid.. Mama minta ma'af ya.. Bukannya apa-apa.. Bentar lagi Papa mu pulang, lho!", ingat mamanya meski ia pun seperti enggan untuk berhenti.

    "Iya, ya Ma.. Ga terasa udah sore begini!".

    "Ya, udah. Mending udahan dulu, ya?"

    "Ehmm.. Iya, deh. Tapi entar kalo aku mau mama mesti siap, ya?"

    "Eh.. Kamu ko' malah ngatur?"

    "Habis.. Daripada pake itu!", sergah Opid sambil menunjuk benda yang tadi digunakan mama.

    "Oh, itu namanya Dildo.. Iya, deh. Mulai nanti mama ga pake itu lagi tapi pake kontol kamu yang jauh lebih nikmat!".

    "Asik...", teriak Opid kegirangan.

    "OK, deh Ma.. Sekarang udahan dulu entar kita lanjutin lain waktu", ujar Opid sambil melepaskan diri dari mamanya dan tak lupa memberikan ciuman mesra sebelum meninggalkan ruangan yang kini hanya ada mamanya yang tergeletak kecapaian namun wajahnya dihiasi senyum kepuasan.

    "Sialan tuh anak.. Ga nyangka bisa bikin gua kewalahan..", gumamnya dalam hati. Kemudian ia bangkit dari tempat tidurnya untuk berberes menghilangkan jejak pertempuran kelamin antara dia dan anak lelaki satu-satunya.

    Sumber: kanalerotik.blogspot.com
     
  2. poetcuek

    poetcuek Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Nov 24, 2016
    Posting:
    22
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    pertamax..
     
  3. den.uwa

    den.uwa Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Apr 24, 2017
    Posting:
    21
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    terusin bro.
     
  4. Reou

    Reou Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Jun 17, 2017
    Posting:
    53
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Lanjutkan bro
     

Share This Page