Agen Togel Online Indonesia Agen Poker BandarQ Sakong Online Agen Online Betting
Online Poker Terpercaya Live Casino Terpercaya Agen Casino Terpercaya Agen Betting Online Terpercaya
Japsex - Japanese Sex
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
     
   
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Tepukan Donald Trump ke Pundak Novanto Merendahkan Martabat Bangsa

Discussion in 'Berita' started by chikchik, Sep 11, 2015.

  1. chikchik

    chikchik Calon Anak Lusuh

    Joined:
    Aug 31, 2015
    Posting:
    32
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]
    Gelombang kritik untuk Ketua DPR Setya Novanto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang hadir di acara jumpa pers kandidat capres AS Donald Trump belum juga reda. Menurut pengamat pakar hukum tata negara Refly Harun, ada bahasa tubuh Donald Trump yang merendahkan martabat bangsa.

    "Saat ini Donald Trump bukan siapa-siapa, masih sebagai orang biasa. Menepuk pundak Pak Setnov seorang pimpinan DPR itu sama saja merendahkan martabat bangsa Indonesia," ujar Refly dalam acara diskusi 'Kasus Trumpgate, Bagaimana Membacanya?' di Warung Daun, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (11/9/2015).

    Menurut Refly, secara gesture tubuh, yang dilakukan Trump dengan menepuk pundak Novanto menunjukkan status Ketua DPR RI itu lebih lebih rendah dari dirinya. Refly khawatir gesture tubuh itu disalahartikan publik AS.

    "Kalau kita lihat secara gesture, orang yang menepuk pundak seseorang itu menunjukkan bahwa dirinya lebih tinggi dari orang itu. Khawatirnya, orang Amerika melihat seolah-olah mereka (Novanto dan Fadli -red) itu paranormal, sudah yakin dan bisa melihat Donald Trump bakal jadi presiden AS selanjutnya," ulasnya.

    Dirinya juga masih terus mempertanyakan status keduanya yang bersedia hadir di acara konferensi pers tersebut. Padahal keduanya paham betul bagaimana posisi mereka di pemerintahan, khususnya DPR.

    "Itu kepentingan nya apa bertemu Donald Trump? Dia berkunjung jelas (menggunakan) atribut Ketua dan Wakil Ketua DPR melekat. Kalau kepentingannya bisnis tidak benar lagi. Ketua dan Wakil Ketua DPR tidak benar bicarakan bisnis. Adapun deal-deal bisnis itu sifatnya private," kata Refly.
     

Share This Page