Agen Togel Online Indonesia Agen Poker BandarQ Sakong Online Agen Online Betting
Online Poker Terpercaya Live Casino Terpercaya Agen Casino Terpercaya Agen Betting Online Terpercaya
Japsex - Japanese Sex
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
     
   
Kalau tidak bisa membuka alamat lusuh.com, link alternatif bisa gunakan http://tinyurl.com/iplusuh. BOOKMARK link ini jangan IPnya
  1. Di sini diharamkan adanya konten yang berhubungan dengan Child Pornography. Ban permanen akan diberlakukan langsung tanpa kompromi.
  2. AYo Login atau Register, dan temukan berbagai konten menarik lainnya.
    Sekarang juga sedang ada lomba lho! Mudah ikutnya, banyak hadiahnya!

Share TRAGEDI MEI 98 cerita amoy tragis

Discussion in 'Cerita Panas' started by PascalJr, Nov 14, 2017 at 3:40 PM.

  1. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Sekedar share cerita yang membuat bulu kuduk nubi merinding sekaligus fantasi liar seliar-liarnya
    TIDAK UNTUK DITIRU!

    Ini kunjungan keduaku kembali ke Jakarta setelah lebih dari 15 tahun sejak aku menyelesaikan program pertukaran pelajar. Masih sama seperti dulu hanya sekarang nampak semakin maju disamping juga semakin macet dan semrawut.

    Setelah hampir 3 jam perjalanan dan berkutat dengan kemacetan dari bandara, akhirnya aku tiba juga di sebuah rumah sakit jiwa dibilangan jakarta timur.

    Aku disambut oleh seorang petugas yang berusia lebih kurang 50 tahunan. Sejujurnya sikapnya amat tidak ramah dan memandang curiga akan kehadiranku. Tetapi setelah aku memperkenalkan diri dari sebuah LSM dari luar negri yang berniat memberikan bantuan keuangan sikap petugas tersebut langsung berubah 180 derajat menjadi sangat ramah.

    Aku sengaja menyembunyikan identitasku sebagai wartawan. Kantorku mendapat informasi bahwa keadaan rumah sakit jiwa yang ada di indonesia sangat buruk keadaannya dan aku ditugaskan untuk menyelidiki kebenaranya dan mendapatkan bukti-buktinya

    “Maaf pak sebelumnya mohon untuk tidak membawa kamera ya pak”Petugas itu nampak keberatan ketika aku menenteng kamera SLR ku.

    “Memangnya Kenapa pak?”Aku bertanya keheranan.

    “Terus terang saya juga kurang tahu pak, tetapi pak kepala rumah sakit sudah berpesan agar pengunjung tidak diperkenankan untuk mengambil gambar.”Petugas itu nampak enggan mengucapkan hal tersebut padaku.

    “Oh begitu, kalau begitu izinkan saya bertemu dengan beliau pak saya ingin membicarakan hal ini.”aku mencoba untuk bisa bertemu dengan pimpinannya.

    “Wah pak sayang sekali beliau sedang cuti,tapi bapak tidak usah khawatir semua tanggung jawab beliau sudah dipercayakan kepada saya sebagai wakilnya.”Petugas tersebut menjelaskan kepada saya.

    “Begini pak, kalau saya tidak bisa memfoto lokasi rumah sakit ini, bagaimana mungkin kami akan mengucurkan dananya? dan pada akhirnya jika dana itu tidak turun yang rugi juga bapak sendiri bersama seluruh rumah sakit jiwa ini.Saya sih tidak memaksa bapak sebaiknya saya permisi pulang saja pak kalau memang tidak diizinkan. Permisi pak .”Aku mencoba jual mahal begitu melihat raut mukanya berubah.

    “E..e sebentar pak bukan maksud saya,maaf kalau saya menyinggung bapak tapi saya pikir kalau untuk bapak ada perkecualian mari silahkan masuk pak.”Akhirnya petugas tersebut mengizinkan saya masuk dengan membawa kamera.

    “Oh ya perkenalkan nama saya Adrian.”aku memperkenalkan diriku.

    “Saya Dahlan, senang bertemu anda, mari saya antar melihat-lihat rumah sakit kami.”Petugas itu memperkenalkan dirinya perawakannya gempal tidak terlalu tinggi juga tidak terlalu pendek walaupun sikapnya ramah,tapi nampak seperti dibuat buat senyumnya juga lebih menyiratkan kesan melecehkan walaupun mungkin dia tidak bermaksud demikian.

    Dengan bersemangat dia menunjukan lokasi-lokasi bangsal perawatan mulai dari yang mengidap penyakit jiwa ringan sampai yang berat yang harus diisolasi.

    Meskipun dari depan nampak lumayan, tetapi begitu masuk kedalam,terutama dibagian bangsal isolasi nampak kotor dan kumuh bau tidak sedap sangat menyengat hidung

    Pak Dahlan asyik berceloteh tentang segala kekurangan rumah sakit ini sehingga keadaannya nampak kumuh dan tidak terurus dia juga bercerita bahwa hanya sebagian kecil saja dari pasien penghuni RSJini yang masih ditengok oleh sanak familynya selebihnya tidak diketahui lagi asal usul keberadaannya.

    Dia juga mengeluhkan minimnya subsidi dari pemerintah sehingga kesehjateraan karyawan terabaikan begitu juga dengan obat-obatannya.

    “Apakah pasien-pasien ini bisa sembuh pak?”aku bertanya kepada pak dahlan.

    “Sebenarnya bisa pak, tetapi ya kendalanya obatnya mahal. Lebih dari 50% orang sakit jiwa sebenarnya bisa disembuhkan hanya biaya obatnya tidaklah murah Rp 40 ribu per tablet – obat anti spikotik. Obat ini harus dikonsumsi setiap hari. Artinya sang pasien harus mengeluarkan untuk biaya obatnya saja Rp. 1,2 juta per bulan padahal sebagian besar pasien disini sudah tidak diketahui lagi keberadaanya siapa yang mau nanggung pak?.”Pak Dahlan menjelaskan kendala yang dihadapi rumah sakit ini.

    Sepanjang ocehannya hanya berisi keluhan tentang minimnya biaya. Padahal dari tempat parkiran, mobil-2x keluaran terbaru nampak berjajar rapi terparkir.

    Dugaanku sih ini mobil-2x pegawai sini dan kantor ruangan pak kepala rumah sakit nampak rapi dan tertata apik dengan fasilitas yang masih baru.

    Tetapi begitu memasuki daerah dalam, keadaan sungguh berbeda bagai bumi dan langit tempat ini lebih mirip penjara, eh bukan malah lebih mirip kandang hewan dimana orang-orang yang tidak waras ini berkeliaran bebas tanpa didampingi pendamping.

    Pria dan wanita bercampur aduk sebagian besar bahkan berkeliaran telanjang bulat suara riuh rendah dan celoteh-celoteh aneh sahut menyahut. Aku merasa lebih mirip berada di kebun binatang dari pada di rumah sakit jiwa.

    Sebenarnya menggelikan juga keadaan seperti ini. Ada berbagai ekspresi yang nampak serius dikerjakan oleh orang-orang tidak waras ini.

    Ada yang berfantasi sedang mengail ikan, ada juga yang ribut berorasi dengan nada berapi-api ngoceh tentang dan politik pokonya kocak sekali,sampai aku kesulitan menahan tawa.

    Dan lebih gilanya lagi ada beberapa pasien yang sedang bersetubuh pemandangan ini membuatku merasa risih dan jengah

    “Ga papa koq pak ketawa aja ngga usah ditahan atau risih. yang tadi itu adalah calon Walikota sayang dia kalah sewaktu pemilihan. Hutangnya sangat banyak sampai harta bendanya terkuras habis untuk biaya berkampanye akhirnya ya seperti itu”Pak Dahlan menceritakan sekilas riwayat pasiennya.

    “Bapak tidak geli melihat mereka pak? dan kenapa pasien dibiarkan membaur antara pria dan wanita sehingga bisa terjadi seperti yang itu?”Tanyaku keheranan sambil menunjuk salah satu pasangan pasien sakit jiwa yang sedang asyik bersetubuh.

    “Wah sudah tiap hari saya menghadapi mereka sampai bosan pak.”jawab Pak Dahlan. “Lagian tempat ini tidak cukup luas untuk memisahkan pasien pria dan wanita. Tetapi jangan khawatir,Kami sudah bekerja sama dengan dinas kesehatan seluruh pasien pria sudah divasektomi sehingga tidak akan menyebabkan kehamilan jika mereka bersetubuh.”

    Setelah menghela nafas sesaat kembali pak Dahlan menerangkan keadaan yang nampak tidak bermoral menurutku.

    “Saya mengerti apa yang dipikirkan bapak Adrian,Tapi kami punya alasan tersendiri untuk tetap membiarkan mereka seperti itu.Kebutuhan biologis adalah kebutuhan mahkluk hidup yang paling dasar dan primitif. Tidak peduli pria atau wanita apalagi pada tahap sudah kehilangan kewarasannya, mereka akan beringas jika kebutuhan biologisnya tidak tersalurkan. Maaf bukan saya bermaksud merendahkan mereka, intinya mereka sudah tidak ada bedanya lagi dengan binatang. Yang membedakan manusia dengan binatang hanyalah akal sehatnya sayangnya mereka semua itu sudah kehilangan kewarasannya jadi dari segi tehnikal pun tidak memungkinkan untuk tetap menerapkan norma-norma moral dan kesusilaan kepada orang yang sudah hilang kewarasanya.”Walaupun aku tidak setuju sepenuhnya tapi memang ada benarnya juga ucapan pak Dahlan tersebut.



    Dalam hati aku berpikir kalau tiap hari bergaul dengan orang yang tidak waras begini salah salah bisa ikut ketularan sintingnya.



    Rumah sakit jiwa ini memang tidak terlalu luas tempatnya dari data yang aku peroleh ada lebih dari 350 pasien yang menghuni tempat ini dimana kapasitas normalnya sebenarnya cuma untuk 200 pasien saja. Dengan keadaan seperti ini salah-salah bukannya sembuh tapi malah lebih parah penyakit gilanya.



    “Nah yang ini adalah bangsal Isolasi pak Adrian.”Pak Dahlan menjelaskan kepadaku “Hati-hati pak jangan terlalu dekat sebagian pasien yang disini berprilaku buruk.



    Aku menatap ke sekeliling memang ruangan ini nampak sunyi ada kira-2×15 kamar, atau lebih tepatnya disebut “kandang” berukuran 2×3meter bau tidak sedap sangat menyengat hidung.



    Hanya ada tikar tipis dan sepotong kain selimut tipis yang sudah lusuh dan sangat kotor seember air dan fasilitas MCK yang menjadi satu dengan “Kandang”ini.



    Aku asyik berkeliling dan memotret-motret, penghuni bangsal karantina ini. Kebanyakan laki-2x. Dari 15 pasien ada 14 pasien pria dan hanya ada 1 pasien wanita.



    Aku tertegun saat menatap pasien wanita ini, wajahnya cantik luar biasa walaupun nampak tidak terurus, tetap saja tidak bisa menyembunyikan kecantikannya yang masih jelas tergambar di raut wajahnya.



    Selain itu tidak seperti pasien yang lainnya,yang matanya menatap kosong aku masih bisa mengenali bahwa pasien perempuan ini sepertinya masih punya tanda-tanda kewarasan.



    “Pak Dahlan, apa wanita ini benar-2x tidak waras?



    “tentu saja pak Adrian, kami memanggilnya amoy.”jawab pak Dahlan.



    Aku mengamati perempuan ini lebih lanjut matanya menatap dalam kearahku seakan-akan menjerit minta pertolongan.



    Dihadapanku kini berdiri seorang pasien sakit jiwa yang luar biasa cantik. Nampak jelas ia seorang keturunan etnis tionghoa yang mengingatkan ku pada wajah artis mandarin Gong Li.



    Rambutnya panjang riap-riapan tidak terlalu rapi tapi cukup terawat panjangnya sebahu.Aku memperkirakan, bahwa gadis ini mempunyai tinggi badan lebih kurang 165 cm dengan berat badan yang menurut perkiraanku kira-2×50Kg dengan ukuran dada 32C besar juga ukuran dadanya.



    Kedua tangannya berusaha menutupi dada dan kemaluannya yang berbulu sangat lebat. Sayang tangannya tidak cukup lebar untuk menutupi kemontokan buah dadanya yang tegak membusung.



    Sedangkan tangan yang satunya lagi berusaha keras menutupi area selangkangannya. Namun jemarinya juga tak cukup lebar sehingga bulu-bulu kemaluannya yang rimbun masih nampak terlihat jelas menyeruak lewat celah-celah jemari tangannya.



    Nampak jelas dia berusaha menutupi ketelanjanganya dan nampak malu dilihat dalam keadaan telanjang bulat seperti itu.



    Sebagai lelaki normal melihat pemandangan indah didepan mataku mau tidak mau nafsuku sedikit terusik juga. Meskipun demikian, aku masih bisa mengontrol diri.Mata gadis ini nampak mulai berkaca-kaca seperti berusaha menahan tangis.



    “Apa kamu sakit?aku mencoba membuka komunikasi dengan gadis ini dia menggeleng pelan



    “Kenapa kamu telanjang bulat apakah kamu tidak diberikan pakaian?aku kembali berusaha mengajak dia berbicara



    “Ssst..jangan keras-2x bicara jangan sampai mereka mendengar pembicaraan ini nanti mereka akan membunuh kita ko.”Mulut mungilnya nampak meruncing dengan jari telunjuknya menunjuk kebibir mungilnya



    Rupanya dia mengenali aku yang juga sesama etnis tionghoa. Aku berpaling ke pak Dahlan sambil menunjuknya.”Apakah bapak ini yang menyiksamu?”kembali aku menanyai gadis ini.



    “Bukan, mereka lagi disana lagi sibuk menguras uang di brankas ko..ko cepat sembunyi jangan sampai terlihat mereka.Telunjuk gadis ini menunjuk ke sebuah ruangan kosong tak nampak apapun olehku.



    “Pak Dahlan, apa yang terjadi pada gadis malang ini?”Aku mencoba mengorek informasi dari pak Dahlan.



    “Saya sendiri kurang tahu pak tetapi dia selalu mengoceh tentang kebakaran mungkin saya kira yang dimaksudnya adalah kerusuhan mei pada 5 tahun yang lalu. Nampaknya dia korban perkosaan masal dan mengalami guncangan jiwa memang kadang-kadang dia nampak seperti orang waras dia mengaku bernama Susan dan bekerja di sebuah bank swasta ternama. Kami menemukannya 3 tahun yang lalu dalam keadaan hamil tua. berkeliaran seorang diri. Dia terjaring dalam razia ketertiban kota sehingga akhirnya ditampung disini.Kami sudah berusaha menyelidiki asal-usulnya namun sampai sekarang tidak berhasil. Kami memanggilnya amoy.”Pak Dahlan mengakhiri penjelasan singkatnya.



    “Arrgh shh…..ampun tolong hentikaaan.”Teriakan gadis itu mengagetkanku. Aku terpelongo menyaksikan gadis itu menarik putingnya sendiri kuat-kuat. Sementara itu tangannya yang satunya lagi memainkan tangannya menggosoki kemaluannya sendiri dengan kencang dan berulang-ulang.



    Rupanya dia sedang bermasturbasi tapi kenapa malah berteriak-teriak minta tolong?ah..bodo ah dasar orang sinting aku berusaha acuh sambil tetap menonton aktivitas cabulnya. Kami berdua tersenyum-2x melihat aksi mesum tersebut.

    BERSAMBUNG
     
  2. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    “Sssh aaah Ampunn pak tolong arghh…hentikan saya sudah tidak tahan lagi sshhahh.”Gadis itu menggelinjang hebat nampaknya ia sudah mencapai orgasme bahkan sampai terkencing-2x oleh stimulasi jari-jemarinya sendiri.



    Bunyi air kencingnya terdengar jelas bergemericik diruangan sunyi ini.Sementara itu tangannya tetap tidak mau berhenti menstimulasi memainkan kelentitnya yang nampak sudah membengkak berwarna kemerahan akibat dipelintir-pelintir sendiri oleh tangannya.



    Matanya nampak sayu menatap mataku seakan mengharapkan aku segera menolongnya.Dari cara menatapnya, aku menjadi iba. Nafsuku yang tadi sempat naik akhirnya surut oleh tatapan matanya yang nampak tak berdaya.



    Tiba-tiba aku dikejutkan oleh suaranya yang keras.Sekarang gadis itu menggonggong seperti anjing sambil lidahnya menjulur-julur persis seperti anjing yang habis berlari jauh sambil merangkak mengelilingi biliknya. Berguling-guling kesana kemari, gerak tubuhnya menirukan gerak tubuh anjing yang sedang birahi.



    “Hauk..hauk…grrgh….Ampunn Bang.. ampun kaing…kaing….saya malu sekali Bang hentikan Bang silahkan ambil seluruh harta saya tapi tolong hentikan Bang.”Sekilas dari pengamatanku, Nampaknya seperti ada yang memaksanya untuk melakukan perbuatan amoral yang memalukan itu. Seolah-olah dia sadar sepenuhnya sedang dipermalukan sedemikian rupa seperti itu.



    “Bajingan…..mati kau bangsat apalagi yang kau mau dariku argh,,,,sshhh ampun egh….”Kini matanya liar menatap kami berdua dengan penuh kebencian. Aku sampai bergidik merinding sementara tubuhnya menggelinjang semakin liar menahan dorongan birahi.



    Tubuhnya terguncang hebat saat tangan kanannya menarik ujung puting payudaranya sendiri kuat kuat sementara itu tangan yang satunya lagi bergerak liar tanpa kendali, mencabuti bulu-bulu kemaluannya yang menggumpal lebat. Nampak beberapa helai bulu kemaluannya tercecer ke lantai yang sudah berlumut tersebut.



    Aku bergidik ngeri sekaligus iba akan keadaan gadis itu akhirnya kami berdua meninggalkannya.



    Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kenyataan yang aku saksikan ternyata lebih parah dari isyu yang aku dengar.



    Sepanjang perjalanan, aku terus memikirkan Gadis cantik yang malang itu entah kenapa ada sesuatu yang menarik hatiku pada dirinya. Dalam Hati, aku ingin mengorek keterangan lebih lanjut lagi mengenai gadis malang itu.



    Pak Dahlan begitu gembira ketika aku menjamunya makan disebuah restaurant mewah dibilangan Jakarta Timur sehingga dengan mudah aku sudah mengantungi izin untuk mewawancarai gadis malang ini.



    Kejadian sepanjang hari ini benar-benar merupakan pengalaman yang tak terlupakan setelah melakukan pembicaraan dengan pak Dahlan,akhirnya aku sepakat untuk kembali lagi keesokan harinya.



    Setiba dihotel, Aku terus merenung membayangkan kejadian sepanjang hari ini tubuhku terasa penat sambil berendam air hangat tanpa tersadar aku telah tertidur.



    Dalam mimpiku, aku bermain cinta dengan dengan Susan yang berparas ayu.Dengan lembut aku menghisap puting payudaranya kumainkan lidahku secara bergantian menghisapi kedua putingnya. Payudaranya yang besar membekap wajahku sehingga aku susah untuk bernafas.



    Dapat kurasakan kelembutan kulit payudaranya yang selembut busa sabun.Putingnya berwarna coklat kemerahan perlahan tapi pasti mulai mengacung akibat stimulasi lidahku menandakan gairah Susan sudah terpancing.



    Payudaranya yang berukuran 32C menggelantung bebas tanpa penyangga. Nampak begitu sempurna indah dipandang mata, memancing nafsu birahi setiap pria yang memandangnya.



    Begitu nyata rasanya saat kemaluannya mulai menghisapi dan memijit-mijit batang kemaluanku dadanya semakin membusung ketika aku semakin erat mendekapnya.



    Erangan-erangan nikmat meluncur deras tak beraturan dari mulut mungilnya kepalanya menyandar lunglai didadaku tak kuasa menahan sensasi kenikmatan badani.



    Dalam keadaan kelamin kami yang tetap menyatu,aku mengangkat tubuhnya batang kemaluanku kini telah masuk secara penuh pada liang kewanitaannya. Ujung penisku mulai berdenyut-denyut kencang memuntahkan cairan nikmat yang selama ini bertumpuk.



    Kebahagiaan kami mendadak terenggut oleh segerombolan bayangan yang tidak begitu jelas siapa gerangannya. Menarik tubuh bugil Susan dari dekapanku.



    Lolongan memilukan Susan, sayup-sayup lenyap ditelan kegelapan aku tersadar dari tidurku cairan sperma membanjiri selangkanganku.



    Dalam hati aku merasa berdosa kenapa aku bisa mempunyai fantasi sexual kepada gadis yang seharusnya dikasihani. Tetapi sebagai lelaki normal harus diakui berat rasanya untuk memungkiri daya tarik sexuil dari Susan si gadis malang tersebut.



    “Pagi pak,mari langsung saja. Tapi maaf saya tinggal ya pak masih banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan tapi bapak jangan khawatir Pasien ini sudah saya amankan dengan jaket pengaman dan kalau ada sesuatu pencet saja tombol bel ini.”Dalam hati Aku malah bersyukur karena dengan demikian aku bebas mewawancarai pasien cantik ini.



    Kami duduk berhadapan. Untuk beberapa saat aku terdiam sejenak mengamati Susan.



    Pagi ini rupanya dia telah dimandikan keadaannya lebih baik dari kemarin cuma yang membedakan sekarang tubuhnya dibalut ketat Jaket khusus pengaman untuk pengidap penyakit jiwa.



    Bau sabun mandi murahan masih sempat tercium olehku dengan ekor rambutnya yang masih sedikit basah semakin menguatkan aura kecantikan yang terpancar diwajah orientalnya. Sulit dipercaya wanita cantik yang duduk dihadapanku ini adalah pengidap penyakit jiwa yang cukup parah.



    Aku memajukan kursiku untuk lebih dekat duduk dihadapannya ditanganku kini juga tergenggam sebuah alat mirip pena yang berfungsi sebagai alarm darurat jika terjadi sesuatu.



    Ruangan ini sebenarnya merupakan kamar tamu berukuran 3×4 kedap udara tidak ada jendela hanya ada satu pintu mungkin maksudnya supaya tidak terganggu oleh suara berisik dari luar.



    “Hai..bagaimana khabarmu pagi ini?”akhirnya aku mulai mencoba memancingnya bersuara aku ragu apa dia bisa berkomunikasi denganku? Sejak kami masuk ruangan ini, matanya menatap tajam kepadaku entah apa yang ada dalam pikirannya.



    “Menurutmu aku bagaimana sekarang?”Dia malah balik bertanya. Aku bersyukur ternyata dia mau meresponku.



    “Perkenalkan, namaku Adrian..maaf kalau aku mengganggu apakah kamu keberatan aku disini?”Mata beningnya kembali menatapku beberapa saat seakan dia sedang menyelami maksud kedatanganku.



    “Aku rasa koko orang baik…tolong saya ko saya sudah tidak tahan lagi seperti ini.”Matanya mulai berkaca-kaca sehingga aku yakin siapapun yang melihat akan jatuh iba kepadanya.



    “Bagaimana aku bisa menolongmu?”aku berusaha untuk tidak terpancing emosiku. Aku tahu persis dihadapanku ini adalah pasien penyakit jiwa yang omongannya tidak bisa dipertanggung jawabkan jadi aku berusaha tetap rasional.



    “Keluarkan saya dari sini ko…tolonglah saya percaya koko bisa menolongku.”Sulit dipercaya kalau orang dihadapanku ini ternyata sinting jawabannya begitu memelas dan tidak ngaco seperti orang yang terguncang jiwanya.



    Seandainya kemarin aku tidak melihat dengan mata kepalaku sendiri akan segala aksi cabulnya kemarin yang sangat memalukan, aku tidak akan percaya bahwa wanita cantik didepanku ini adalah seorang pasien penyakit jiwa.



    “Aku pasti akan menolongmu keluar dari tempat ini tapi sebelumnya aku mau tahu semuanya tentang dirimu. Aku harap kamu bisa bercerita secara jelas apa sebenarnya yang terjadi padamu sehingga kamu sampai berada di tempat sini. Apakah kamu bersedia?”dalam hati aku bertekad untuk menyelamatkan pasien sakit jiwa ini. Tetapi sebelumnya aku harus tahu seberapa parah tingkat kegilaanya. Hal ini akan bisa aku ketahui dari hasil wawancara ini.



    “Percuma aku bercerita toh koko juga tidak akan percaya kepada orang gila sepertiku bukan?”setelah mengambil nafas dalam-dalam muncul jawaban yang sungguh mengejutkanku.



    “kalau kamu tidak mau bercerita juga tidak apa-apa tapi maaf tanpa aku mendengar kisahmu aku tidak bisa menolongmu. Semua orang disini menyebutmu, maaf gila. Tetapi aku tengah mempertimbangkannya setelah pembicaraan singkat kita sampai saat ini. Sepertinya kamu tidak segila seperti yang disebut-sebut pak Dahlan. Maaf aku tidak bermaksud menghinamu ini murni pertanyaan dari dalam hatiku,Apakah kamu gila?”dengan hati-hati aku mencoba mengupasnya lebih dalam.



    “kalau aku bilang bahwa aku tidak gila apakah koko akan percaya?”Dengan hati-hati dia mencoba bertanya kepadaku.



    “Tergantung,….Ceritakanlah semuanya. Aku punya banyak waktu untuk mendengarkanya dan jangan khawatir aku sudah pernah mendengar hal-hal aneh. Memang adakalanya ada fenomena-fenomena yang tidak bisa dibuktikan tetapi nyata ada,sehingga bagi yang menceritakannya pun bisa dianggap gila.”Nafasnya terdengar berat matanya kini kosong seakan menerawang ke suatu tempat yang nun jauh disana.



    “Namaku Susan, aku sebelumnya bekerja disebuah bank swasta ternama di bilangan jakarta barat. Aku masih ingat hari itu rabu 13 Mei 1998 pagi itu sebenarnya aku tidak mau berangkat bekerja.



    Aksi kekerasan yang menewaskan mahasiswa kemarin semakin menambah panas kota Jakarta Tetapi ibu Hilda selaku kepala cabang bank kami sudah memberi ultimatum kepada kami semua agar tetap masuk kerja.



    Bank kantor cabang kami mengalami selisih uang akibat di rush secara besar-besaran pekan kemarin jadi tugas kami selaku teller harus berkoordinasi dengan tim audit dan accounting untuk melacak aliran dana.



    Pagi itu hari cerah. Sama sekali tidak terpikir olehku akan menjadi lembaran paling kelam dalam hidupku. Jalanan lenggang entah kenapa banyak orang-orang bergerombol disepanjang jalanan hanya sesekali kendaraan yang melintas jalan ini yang biasanya macet luar biasa.



    Aku masih mencemaskan ayahku yang habis terkena serangan stroke ringan. Terus terang aku tidak begitu mempercayai adikku yang masih suka bermain-main dengan kawannya untuk menjaga papaku sendiri.



    Aku berulang kali mengingatkan adikku agar jangan lupa memberikan obat kepada papa, keadaan papa kini cukup menyedihkan semenjak kematian mama 3 bulan yang lalu papa begitu terpukul dan merasa sangat bersalah atas kematian mamaku.



    Papa menganggap dirinya yang paling bertanggung jawab atas kematian mama akibat kecanduannya bermain judi yang telah menghabiskan harta keluarga.



    Semua anggota keluarga yang lain sangat membenci papaku yang kecanduan judi sehingga setelah kematian mamaku kami nyaris putus hubungan dengan family yang lain.



    Dulu keluarga kami hidup berkecukupan aku bahkan bisa bersekolah sampai perguruan tinggi. Semua menjadi bencana sejak papa mulai ketagihan bermain judi 5 tahun terakhir ini.



    Semua usaha yang telah puluhan tahun dirintis mamaku habis dalam sekejap Mama tidak bisa menerima kenyataan bahwa kini kami telah jatuh miskin akibat beban pikiran yang terus menumpuk akhirnya mama sakit keras dan meninggal.



    Meskipun papa punya kebiasaan buruk berjudi tetapi sebenarnya dia sangat sayang kepada keluarga tiap kali mendapat kemenangan dalam berjudi dia tidak segan-2x menghamburkan uangnya untuk menyenangkan keluarga.



    Hingga ajal menjemput mama, papaku menjadi shock dan kini terkena stroke ringan. Kini dia bicaranya pelo tapi untung masih bisa berjalan.



    Menurut kepercayaan, jika sedang mengalami sial bisa akan beruntun sampai 7 kali baru selesai.Tetapi sebagai orang yang taat beribadah aku tidak lagi percaya akan cerita takhayul orang tua seperti itu lagi.



    Kini kami sekeluarga telah pindah rumah dari rumah kami yang megah di daerah jakarta utara ke rumah kecil sederhana didalam gang di suatu wilayah di bilangan jakarta barat.
     
  3. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    “Suit…..suit….,hey cici mau kemana pagi-pagi begini?Aku bener-bener kesal dengan mereka, segerombolan pemuda pengangguran yang biasa nongkrong dimulut gang rumah kami.



    Seloroh-seloroh mesum yang tidak senonoh sering mereka ucapkan saat menggodaku. Kadang aku menangis sendiri menyesali nasib keluarga kami yang buruk tapi mau bagaimana lagi sudah begini keadaannya.



    Aku cuma bisa diam tidak melayani mereka bagaimanapun juga aku takut sesuatu akan terjadi jika aku mendamprat segala kekurang ajaran mereka.



    “Sial kenapa mobil angkutan kota tidak muncul-muncul?” dalam hati aku mengumpat karena harus lebih lama berdiri mendengarkan gurauan-gurauan jorok pemuda pengangguran tersebut.



    Keadaan jalan tidak memungkinkan aku untuk mencari tempat yang agak jauh dari tempat mereka berkumpul.Dari rumahku ke tempatku bekerja sebenarnya tidak terlalu jauh tetapi untuk berjalan kaki menuju kesana tentu akan melelahkan.



    “Hai..san ikut yuk.”Aku bersyukur ketika rekan kerjaku Merry kebetulan lewat dengan mobilnya. Tanpa banyak bicara lagi aku segera ikut dengannya.



    Sepanjang perjalanan kami asyik membicarakan pekerjaan kami sesekali aku memperhatikan jalanan ketika massa yang berkumpul disepanjang jalan nampaknya mulai bertambah banyak sayang kami tidak terlalu mengacuhkanya ketakutanku akan kehilangan pekerjaan memaksaku untuk tetap masuk kerja hari ini.



    “Anak-anak, langsung saja kita ke lantai atas untuk meeting. Hari ini Bank diliburkan mengingat keadaan yang tidak memungkinkan,ini bagus juga sehingga kita akan konsen melacak aliran kas uang pada kantor kita ini.”Ibu Hilda ternyata sudah lebih dulu tiba.



    Hanya kami ber lima yang hadir semuanya wanita saat itu kantor bank hanya di jaga Pak Harjo, pensiunan polisi yang kini bertugas menjadi petugas keamanan di bank tempat kami bekerja.



    “Gubrak…..brank….Prank..!!”Suara Gaduh dilantai bawah membuyarkan keasyikan kami berdiskusi ditambah lagi dengan tergopoh-gopoh pak Harjo lari menghambur ke ruangan tempat kami meeting.



    “Ibu Hilda….kalian sebaiknya cepat lari…sembunyi..”Kulihat muka pak Harjo pucat wajahnya seputih kertas dengan nafas memburu tak beraturan.



    “Ada apa pak Harjo?”kami semua ikut panik melihat keadaan pak Harjo yang seperti ini.



    “Cepat Kalian lari sembunyi massa sudah berhasil masuk kedalam kini mereka sedang menjarah uang yang tersimpan di brankas lantai dasar.”Pak Harjo terengah-engah berusaha berbicara dengan jelas.Sementara itu dari balik jendela dari ruangan kami rapat di lantai 3 nampak asap hitam sudah mengepul di berbagai penjuru ruko tempat kantor bank kami berada.



    Kami semua kebingungan mau bersembunyi dimana lagi ruangan ini adalah ruangan meeting cuma ada meja lebar dan beberapa kursi tidak ada suatu bendapun yang bisa kami jadikan tempat bersembunyi.



    “Braak…”Ketika akhirnya pintu ruangan berhasil didobrak masa.Puluhan orang yang bertampang bringas berlarian menghambur masuk.



    “Hai…kalian Cina-cina rasakan pembalasan kami hari ini kalian sudah menyengsarakan negeri ini. Kini kalian harus membayar beserta bunga-bunganya[​IMG]”Kaki kami semua langsung lemas tak berdaya salah seorang dari mereka menatap beringas kepada kami.



    “Sabar pak..saya minta kalian semua pergi dari tempat ini.Saya ini mantan aparat. Teman saya masih banyak yang berdinas aktif dikantor”Pak Harjo mencoba bersikap tegar menghalau mereka.



    “Heeh tua bangka sudah bosan hidup ya sok jago mau melindungi cina temen-2x hajar dia..hari ini jakarta tidak ada aparat tidak ada hukum jangan takut kini saatnya kita berpesta.”dalam sekejap beberapa orang yang sudah beringas sejak tadi langsung mengeroyok pak Harjo suara erangan dan teriak kesakitan terdengar dari mulut tua pak Harjo



    Meskipun dalam keadaan babak belur, akhirnya pak Harjo Bisa meloloskan diri dan segera lari terbirit-birit meninggalkan kami.



    Beberapa orang yang tadi memukulinya sempat akan mengejar tetapi dicegah oleh kawan-kawannya.”Sudahlah biarkan saja dia masih saudara kita juga. Lebih baik kita kerjain saja ini amoy-amoy cina.



    Puluhan pasang mata yang bersinar kejam memelototi kearah kami.Sehingga kami semua langsung gemetar mendengar ancaman gerombolan barbar ini.



    Kami terpojok disudut ruangan tanpa bisa bergerak lagi ketika mereka semakin mendekat.”Buka baju kalian sekarang cepat[​IMG]”Suara parau mereka terdengar sangat mengerikan.



    “Ampun pak jangan perkosa kami saya tahu kunci brankas penyimpanan uang bapak bisa ambil semaunya tetapi tolong lepaskan kami.”Bu Hilda berusaha bernegosiasi dengan salah seorang dari mereka.



    “Banyak bacot lu cina dengerin ye..ente copotin baju ente sekarang, juga sampe ke dalemanya dan baru ente antar kami ke brankas itu cepet lakukan[​IMG]!”Suara salah seorang perusuh itu langsung menciutkan nyali kami semuanya.



    “Ampun bang jangan bang…tolong..[​IMG]!”Tubuh ceking bu Hilda langsung tersungkur tak kuasa menerima gamparan tangan kekar si perusuh itu.Nampak darah segar langsung mengucur deras dari sudut bibirnya.



    “Dengerin anak-anak kita kasih satu kesempatan lagi kalau tidak mau menurut,lemparkan mereka semua ke bawah biar mampuss semua!!Sinar kebencian nampak membara dikilatan matanya. Entah setan apa yang menghinggapi massa perusuh ini sehingga begitu brutal.



    Dengan berat hati kami berlima akhirnya menuruti kemauan mereka badan kami mulai menggigil kedinginan ketika hanya menyisakan kutang dan celana dalam yang masih melekat di badan kami.Tak pernah terbayangkan oleh kami semua jika harus melepaskan seluruh busana kami dihadapan pria-pria kasar ini.



    “Heh budek semuanya, ya daleman juga kudu dicopot ngarti kaga lu!! Jon Angkat cina tua ceking yang bawel ini lemparkan dia keluar dari jendela!!Tubuh bu hilda yang sudah lemas langsung diangkat beramai-ramai oleh mereka hendak dilempar keluar darijendela ruangan kami yang berada dilantai 3.



    “Ampun bang….jangan!” buru-buru kami melepaskan sisa penutup terakhir pakaian yang masih melekat ditubuh kami. Kini kami berlima telah telanjang bulat dihadapan mereka. Aku mulai menangis belum pernah aku dipermalukan sedemikian rupa seperti saat ini dihadapan pria kasar seperti mereka. Bahkan dengan kekasihku sekalipun belum pernah aku berbuat asusila diluar batas kewajaran



    “Heeh budeg lu ya?!…ente lepasin celana dalamnya atau ente mau mampus ya?!!”seorang pria bertato yang nampaknya pemimpin gerombolan itu matanya mendelik marah memandangku sambil mengumpat-umpat kasar.



    “Sudah bang…sudah aku lepasin…semuanya”Aku sungguh ketakutan ketika matanya seakan-akan hendak menelanku bulat- bulat.



    “Halaah….banyak bacot lu heh jono lempar keluar cina yang satu ini.



    “ha…ha…Sabar boss mata ente jereng ya boss? ini jembut boss bukan cangcut. Cewek ini jembutnya naudzubilah lebat amir…”Aku terkejut ketika secara tiba-tiba si Jono ini mengobel dan menjambak secara kasar bulu-bulu kemaluanku.Tangan-tangan kokohnya dengan kasar meremas-remas payudaraku.



    Aku samasekali tak kuasa untuk mencegah perbuatannya yang melecehkanku dihadapan kawan-kawannya. Semua gerombolan massa perusuh itu tertawa terbahak-bahak menyaksikan perbuatan Jono terhadapku.



    Seorang dari mereka mengumpulkan baju-baju kami yang berceceran dilantai dan mulai membakarnya kami berlima digiring turun ke lantai bawah tanpa sehelai benangpun yang menutupi tubuh kami.



    Sementara itu Bu Hilda dipaksa mereka untuk membuka brankas penyimpanan uang.Mereka begitu berang ketika mendapati uang yang tersimpan di brankas tidak sebanyak yang mereka bayangkan



    Bank tempatku bekerja adalah kantor cabang pembantu. Dimana uang tunai yang terkumpul setiap sore akan dikirimkan kekantor pusat tetapi percuma memberi penjelasan seperti itu kepada mereka yang sudah kesetanan.



    “Heh..lu berani menipu kami ya rasakan ini”Ibu Hilda langsung dihajar habis-habisan oleh mereka.



    “Sekarang kalian semua naik kemeja ini hayoo cepat lalu jogedan(menari) yang hot..kalo ngga hot kalian akan langsung aku bunuh ngarti kaga!!”Dengan ragu kami naik ke meja tempat teller melayani nasabah,dan mulai mencoba bergoyang sebisa kami.Ibu Hilda yang sudah berdarah-darah berdiri terhuyung-huyung juga dipaksa ikut.



    “He…lu yang udah kisut tokednya payah lu ngga pernah dientot ya?!! dari tampang lu gue yakin lo perawan tuwir!”Wajah bu Hilda langsung menjadi semakin merah harga dirinya hancur berkeping-keping dilecehkan seperti itu.



    Mereka mulai bertepuk tangan menyoraki aksi kami. Siulan dan komentar-komentar cabul bersahut-sahutan.Mungkin karena sudah dihajar habis-habisan Ibu Hilda limbung dan terjatuh.



    “Dasar perawan tua mampus aja lo…tapi gue cukup baik hati sebelum mampus,memek lo akan gue kasih enak dulu. Tapi sorry ye bukan pake kontol, lantaran kontol gue ngga bisa ngaceng..ngga nafsu liat tampang lo yang kaya nenek sihir.



    Anak-anak angkat dia!!”lima orang meloncat maju mengangkat tubuh bu Hilda yang sudah tak berdaya salah seorang dari mereka segera mengangkangkan paha bu Hilda dan menghadapkannya pada pria beratato yang mungkin pemimpin gerombolan massa itu dan dengan kasar pria itu segera merabai kemaluan bu Hilda dan mulai mengocok-ngocoknya.



    Bu Hilda nampak merintih-rintih dia mengigit bibirnya sendiri berusaha mati-matian untuk tidak terangsang tetapi sekuat apapun usahanya reaksi alami tubuhnya tidak bisa memungkirinya.



    Secara otomatis pinggulnya ikut bergerak sendiri mengikuti irama jari-jari pemerkosanya yang tengah asyik memainkan klistorisnya.



    “Hehh..gimana keenakan ya ?!”Gelak tawa riuh rendah pun bergema seakan memecahkan ruangan ini tanpa begitu lama,setelah bu Hilda selesai mereka kerjai,beramai-ramai mereka langsung melemparkan tubuh bugil bu Hilda keluar dari jendela lantai 2.



    Kami semua menjerit histeris menyaksikan kejadian brutal tersebut serempak kami semakin kencang bergoyang.



    “Apa-apaan nih..?Jogedan kalian ngga nafsuin sama sekali heeh..comot yang amoy gemuk itu mampusin aja dia.”kembali mereka akan mengeksekusi. Kali ini Merry menjadi korban tubuh gempalnya gemetaran. Tanpa sadar merry sampai terkencing-kencing.



    “Dasar makin mirip babi aja lo..hayo maju kemari… sambil merangkak!! babi ngga bisa jalan pake 2 kaki[​IMG]Gue belum pernah ngentoot sama cina gemuk. Hari ini gue mau coba rasain!”Tanpa malu-malu lagi pria bertato itu melepakan celananya. Teman-temannya bersorak-sorai ramai menyemangatinya.



    Batang Kemaluannya yang hitam legam segera mencuat nampak begitu besar dengan bulu-bulu kemaluan yang juga hitam keriting menghiasi pangkal kemaluannya.



    Meskipun belum terlalu tegang,Kemaluan pria itu nampak bergoyang-goyang mencoba ereksi.Pantat Merry mulai diremas-remasnya. Sejenak kemudian dia meludah berulang kali tepat di belahan bongkahan pantat itu dan langsung menancapkan kemaluannya yang sudah separuh tegang.



    “Lo harus bersyukur sebelum mampus lo sudah ngerasain kontol gue. Coba kalo gue ngga baik hati lo bakal mati penasaran jadi perawan tuwir kaya senior lo yang sudah mampus tadi.”Merry menangis meraung-raung tanpa dihiraukan sama sekali oleh mereka ketika akhirnya lelehan sperma bercampur darah keperawanannya nampak menetes-netes dari selangkangannya.



    “Dasar cina. Cepet banget beceknya…perut gue jadi mules setelah ngentotin lo..”Sumpah serapah meluncur deras dari mulut kotor pria bertato tersebut



    “Kadir…Jono…kalian pegangin die gue mau boker dan babi ini harus makan taik gue”Mereka berdua langsung menghambur ke arah merry tapi kali ini merry melawan sehingga mereka berdua kesulitan menjinakan merry sebelum akhirnya merry tergeletak pingsan setelah kepalanya dihajar tiang besi pembatas antrean.


    Pria bertato itu langsung berjongkok diwajah merry tak begitu lama setelah mengejan kotorannya berceceran berhamburan diwajah merry segera tercium aroma tidak sedap bau kotoran manusia.



    “Busyeet boss lo makan apaan anjriit bau banget taik loo..”para anak buahnya protes begitu bau menyengat menjejali hidung mereka.



    “Begoo yang namanya taik dimane-mane ya bau tolol.”lalu dia menggunakan rambut merry untuk membersihkan pantatnya yang masih belepotan kotorannya.



    Setelah itu ia memerintahkan anak buahnya mengangkat tubuh merry yang sudah pingsan dan melemparkannya keluar jendela seperti yang mereka lakukan kepada bu Hilda.



    Kini Tinggal kami bertiga saja Tubuh sintal A ching diseret oleh gerombolan itu dan segera diperkosa beramai-ramai dia masih berusaha gigih mencoba melawan untuk mempertahankan kehormatannya.



    Mungkin karena kesal, salah seorang pemerkosa itu tiba-2x memukul perut A ching tepat di ulu hati A ching langsung sesak napas..




    ”kalau lo nggak berhenti berontak saya bisa lebih keras..!. Sekarang mau menikmati apa menderita”Katanya, tapi A ching tidak bisa menjawab A ching sesak napas matanya berkunang-2x Aching mulai menangis tubuhnya lemas.



    ”Bagus.” Katanya dan dia pun mulai kembali mengulum dan mempermainkan pentilnya.”Heh lo pentilnya gede juga ya” lalu setelah dirasa A ching tidak banyak berontak dia mulai turun dan mempermainkan Kemaluannya.



    Pertama di bukanya lebar-2x lalu diselipkanya lidahnya diantara liang vagina lalu seperti lidah ular, lidahnya bergetar cepat menjilat-2x itil Aching.



    Saat itu benar-2x sensasi yang aneh. Belum pernah Aching merasakan itu sebelumnya. Bahkan Andy pacarnya sekalipun belum pernah berbuat amoral kepada dirinya seperti itu. Rasanya sulit dilukiskan



    Auuggghhhh…ohhhhhh Aching mulai melenguh keenakan dan tampaknya para pemerkosanya tahu dan tanpa disadarinya, dari tadi para pemerkosanya tersenyum-senyum kurang ajar kegelian.



    Seolah tersadar, Aching kembali berontak. Ada rasa malu di dalam dirinya, kenapa bisa-2xnya terangsang di oral pria yang bukan kekasihnya dan disaksikan serta dilecehkan pula oleh gerombolan massa yang beringas.



    Aching kembali meronta. Tapi tiba-2x “Tarrrrrr…!!” Pria botak yang mengerjainya menampar keras di pipi Aching hingga terasa seolah-2x ada bekas telapak tangan dipipinya. Kemudian dia menjepit puting Aching, memelintir kemudian ditariknya keras-keras sehingga sedikit membengkok kebawah.



    Aching rasanya benar-2x sangat kesakitan hingga hampir tak tertahankan dan cukup manjur kembali menghentikan perlawanannya.



    “Terus ngelawan pentil kamu copot” katanya, kudengar pria botak itu tertawa terkekeh-2x terdengar suaranya menyeramkan sambil terus mengoyangkan pinggulnya.



    ”Sekarang mau anteng nggak?!!” mendengar itu Aching langsung terdiam tapi ternyata dia tidak puas “mau anteng tidaaaakkk” teriaknya sambil memelintir dan menarik putingnya keras keras. Dari Raut wajah Aching, tergambar rasa sakit yang luar biasa. Aching pun terpaksa menganggukkan kepalanya.



    Pria botak itu mulai kembali memainkan itil Aching dengan jarinya sementara mulutnya mengenyot kedua puting susu Aching bergantian.



    “Ehhhhhhh aghhhhhhh bang jangaaannnnnnnn kata Aching setengah meracau kenikmatan.



    Kulihat Pria botak itu tahu Aching terangsang hebat sedang rekan-rekannya kembali terkekeh sambil terus menonton adegan cabul itu.



    Akhirnya dengan rasa yang sangat malu,”Oeuuuuuhhhhhh abang sayaaaaaaaaaa hehhh keluarrrr..[​IMG]” Tanpa sadar kata-2x itu terucap dari mulut Aching memalukan. Tapi itu kenyataaan, bahkan setelah pingsan tak kuasa menyaksikan segala kengerian yang telah terjadi,tubuh polosnya yang sudah tiada daya masih terguncang-guncang hebat tanpa ampun masih dilumat gerombolan massa beringas yang mirip binatang buas.



    Dengan bengis mereka menggantung tubuh bugil yang sudah tak berdaya itu. Puluhan kemaluan pria laksana tombak tumpul bergantian menjejali liang kemaluannya.



    Sedangkan Yenni yang juga rekan sekantorku semakin menjerit-jerit histeris menyaksikan perkosaan brutal temanya.



    Mereka pun tertawa-2x. Kulihat pria gondrong yang tadi membantu sibotak memperkosa Aching membuka celana dan bajunya, dan astaga penisnya besar sekali rasa-2xnya hampir sepanjang 20 cm dan diameternya itu jauh dari milik pria botak rekannya.



    Yang menakutkan adalah urat-2xnya yang terlihat menonjol. Penis besarnya mengacung keatas benar-2x pemandangan yang luar biasa menakjubkan tanpa sadar mata Yenni terus memandang kesitu



    ”Hehehe suka ya. Sini duduk jangan ngeliat dari jauh terus” Katanya sambil menarik paksa Yenni duduk dan menyodorkan penisnya kemulutnya.



    “Ayo dikenyot awas kegigit saya hajar kamu” Yenni begitu ketakutan belum pernah sekalipun dia telanjang bulat didepan pria apalagi yang minta di oral seperti ini .



    Walaupun dulu Yenni dan saya sering melihat di film porno, tapi tidak menyangka harus melakukannya sendiri, terhadap pria yang bukan suami sendiri lagi.
     
  4. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Melihat Yenni ragu-2x pria gondrong dekil itu tiba-2x menjambak rambut Yenni dan memaksa memasukan penis besarnya kemulutnya, sehingga Yennipun terpaksa mengulumnya.



    Suatu gairah aneh muncul didalam diri Yenni saya bisa merasakannya dari gerak tubuh Yenni ketika melakukannya.Sementara botak dan rekan-rekannya yang lain tetap menyaksikan dengan serius adegan itu.



    Seolah-2x Yenni merasa diberi semangat oleh suporter,sehingga Yenni benar-2x mengulum dan menghisap penis itu sekuat kemampuannya dengan HOT.



    “Eahhhhh terus bangsat terus pelacurrrrr[​IMG]” Mendengar kata terakhir, Yenni terkejut dan hampir berhenti. Tapi si gondrong kembali menjambak rambut Yenni kuat-2x dan menekan penisnya jauh ke dalam mulutnya. Hingga akhirnya Yenni terpaksa meneruskan dan tidak berapa lama tiba-2x tubuhnya mengejang dan kepala Yenni ditariknya kuat-2x, sehingga penis itu masuk lebih dalam dan dia memuntahkan maninya didalam mulut Yenni.



    Rasa mual membayangkannya menyebabkan Yenni hampir memuntahkannya. Tapi seolah-2x si gondrong mengetahui niat Yenni.”berani muntahin saya hajar kamu.”



    “Sekarang kumur-2x dulu lalu telan.cepat!!” Yenni dengan sedikit mual akhirnya mengumur-2x mani itu di mulutnya. Si Gondrong menyuruh botak mendekatkan wajahnya untuk mengawasi Yenni



    ”Tahan dulu jangan di telan coba buka mulut kamu saya mau liat” katanya Yenni melakukannya dan air mani itu mengalir sedikit keluar dari mulutnya.



    ”Cepat kumur-2x lagi.” Yenni pun mengumur-2x dan ”Oke cukup sekarang telan”Sekali lagi gairah aneh muncul apalagi sambil si botak mengawasinya dari jarak sangat dekat.



    Kemudian si gondrong dekil ini, menyuruh Yenni berbalik dalam posisi merangkak. Tiba-2x dia memasukan penis besarnya kedalam kemaluan Yenni.



    Yenni begitu terkejut dengan sensasinya. Penis itu begitu padat dan keras. Terasa sangat penuh



    “Eh benar-2x serasa dilangit”. Dia mulai mengoyangkan pantatnya dengan cepat sehingga Yenni ikut bergoyang-2x tapi tanpa sadar, sebenarnya Yenni telah menyambut dengan antusias setiap sodokannya.



    Ini terbukti beberapa kali si Gondrong sengaja berhenti bergoyang dan Yenni terlambat berhenti bergoyang sehinga setiap ini terjadi, gerombolan massa yang mengerumuninya tertawa keras.



    ”Sudah mulai menikmati ya.hahahah dasar pelacur murahan” Awalnya Yenni benar-2x merasa terpukul mendengar itu. Tetapi Yenni kembali dilingkupi perasaan aneh Yenni jadi lebih kencang bergoyang menyongsong kenikmatan.



    Dan tanpa terasa si Gondrong sudah berdiam berhenti bergoyang, hanya Yenni yang bergoyang maju mundur penuh gairah.(memalukan).



    Mereka tertawa-2x si Botak kembali mendekatkan wajahnya kewajah Yenni yang saya tahu pasti sedang terlihat sangat horny, terlihat dari reaksi Si botak yang tertawa-tawa cekikikan menyaksikan korbannya.



    Tiba-2x si Gondrong menahan gerakan pinggulnya. Yenni seolah kesetanan masih berusaha bergoyang.



    ”Sabaarrr tahan dulu lonteee saya mau pakai cara lain aja” Lalu dia mencabut penisnya.



    “Plok..!!” Suaranya terdengar keras karena vagina Yenni sudah basah oleh cairan vaginanya sendiri. Dengan napas tersengal-2x Yenni memperhatikan si gondrong bangkit dan kemudian duduk dengan santainya di sofa tempat duduk nasabah.



    “Kesini…!!” dia memanggil Yenni sambil memberi isyarat agar Yenni menghampirinya dalam kadaan merangkak



    Setelah dekat, dengan telunjuknya dia memberi isyarat kepada Yenni untuk berputar dan kemudian mengarahkan pantat Yenni yang sedikit menungging kearah penisnya dan “sleppp[​IMG]” Kembali penisnya masuk ke vagina Yenni.



    Badan Yenni bergetar hebat ketika kepala kemaluan pria yang seperti jamur itu menghunjam dengan cepat ke dalam vaginanya. “Eughhhh…[​IMG]”. Yenni melenguh hampir-2x Yenni histeris karena menahan nikmatnya.



    Setelah itu, sambil dengan santainya dia duduk. ”Sekarang goyangkan pinggul mu kaya tadi lonte…!!” Katanya sambil menampar keras-2x pantat Yenni.



    Yenni demikian terkejut. Tapi tanpa disuruh dua kali dia segera bergoyang maju mundur. Sedangkan si Gondrong dekil ini, masih tetap duduk dengan santainya sambil terus berulang-2x menampar pantat Yenni



    “Cetarrrr..cetar..!! Botak gue gemes banget sama ini pantat putih banget. Kalah pantat burik lonte langganan kita” Yang diajak bicara tetap diam sambil tetap serius menyaksikan si gondrong menyetubuhi korbannya



    “Aughhhhhhh Bang jangaaaaan siiiiiigghhhhksaaaa sayaaaa” Yenni merasa tersiksa karena rangsangan yang hebat dan gairah aneh yang mengebu-2x sedang si Gondrong dengan santainya duduk membiarkan Yenni yang bekerja maju mundur menggoyangkan pantatnya sendiri.



    ”Hahahahaha, terus pelacurrrr” “dasar cewe gatellll ayooo kalo mau klimaks harus kamu sendiri yang raih .Ughhtttttttt uenaaaakkk dasar lonteeee” enaak setan[​IMG]” Yenni pun makin cepat memacu gerakannya sampai tiba-2x Yenni merasa tubuhnya bergetar hebat.



    Belum pernah Yenni merasakan ini meskipun yenni sudah beberapa kali bercerita kepadaku tentang enaknya bermasturbasi.



    Dan”Aughhhhhh Bang saya keluaaaarrrrrr” Yenni pun jatuh tersungkur dengan pantat menungging sementara penis Si gondrong masih menancap di dalam.



    ”Kurang ajar siapa yang suruh klimaks duluaaan..!!”kemudian dia membalik tubuh bugil Yenni hingga terlentang lalu kedua kaki Yenni diangkat keatas hingga lututnya menyentuh payudara, sehingga kemaluannya yang juga berbulu lebat terpampang lebar-2x



    Yenni sudah tergolek lemas karena klimaks. Si Gondrong kemudian menancapkan kembali penisnya di vagina Yenni.



    ”Uuuggghhhhhhh Bang..” Sekali lagi rasa nikmat luar biasa menjalar ditubuh Yenni, membuatnya seperti mengambang di langit.


    Saat itu wajahnya begitu horny sebab si Botak kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Yenni untuk menyaksikan dari jarak yang sangat dekat ekspresi keenakan korbannya.


    Pinggul Yenni kembali terangkat tersentak-2x oleh goyangan si Gondrong. Beberapa menit kemudian.”Bang aku keluaaarrrrrrr” Dan sekali lagi ribuan volt listrik seolah menjalar memberikan nikmat tiada tara.

    Melihat wajah Yenni, tampaknya si Gondrong juga tidak tahan. Wajahnya tiba-2x menegang kemudian dengan cepat dia mencabut penisnya dan kemudian tiba-2x “Crot..crot..crottt” Dia menembakannya ke wajah dan tubuh Yenni semua spermanya.



    “Ahhhhh..[​IMG]” Suatu sensasi aneh yang luar biasa “kamu bener-2x enak” Katanya sambil meraih tubuh Yenni. Memangku dirinya seperti memangku anak kecil.



    Dengan tubuh bugil Yenni yang miring menghadap kesamping. Tangan kirinya melingkar kepinggang Yenni. Sedangkan tangan kanannya mengelus-2x pipinya. Kemudian si Gondrong memaksa tangan kanan Yenni melingkar memeluk lehernya yang besar.



    Yenni hanya tertunduk lemas. Matanya terlihat kosong sementara mulutnya mengoceh tidak karuan.Tubuh telanjangnyanya kini berdiri tegak mematung.



    Kulit putih mulusnya kini penuh dengan bekas-bekas kemerahan bekas cupangan dari mulut-mulut jahanam tersebut.



    Payudaranya yang berukuran sedang kini sudah tenggelam dibalik 2 kepala yang sedang asyik menghisap-hisap kedua belah payudaranya menggantikan posisi si gondrong yang sudah kelelahan.



    Setiap inci bagian tubuhnya kembali sudah habis dilumat oleh lidah-lidah liar yang kasar.



    “Aku akan membiarkan salah satu dari kalian hidup asal bisa menyenangkan hatiku.”Kini tinggal aku seorang yang belum mereka kerjai. Kembali pemimpin gerombolan itu mengancam akan membunuh kami jika tidak memenuhi keinginanya.



    Saat itu sebenarnya aku ingin mati saja rasanya. Tetapi pikiranku kembali melayang kepada papaku jika aku mati siapa yang akan mengurusnya? meskipun adik perempuanku sudah SMP tetapi sifatnya masih sangat kekanak-kanakan.



    Lagipula aku begitu takut mati pikiranku melayang kembali ketika menyaksikan mamaku meninggal wajahnya nampak sangat menderita kesakitan sebelum ajal menjemputnya.



    Sedangkan aku begitu takut akan rasa sakit sampai jarum suntikpun aku tak berani melihatnya ketika dokter mengobati aku ketika aku sakit.Maka aku bertekad untukterus hidup otakku berpikir keras bagaimana bisa selamat.



    Aku teringat dulu aku pernah nonton video blue milik temanku di kamar kostnya.saat itu kami bertiga, cewek semuanya.



    Kami cekikikan menyaksikan aksi artis porno tersebut dimana ada adegan artis ceweknya sedang menari erotis mencoba merangsang pasangannya sebelum akhirnya cewek tersebut digauli oleh dua pria lawan mainnya.



    Sang artis nampak sangat keenakan dan puas luar biasa digilir oleh 2 pria yang punya kemaluan besar.



    “Heh lonte…Sekarang giliran lo kalo service lo lebih Hot dari dua rekan lo tadi lo selamat!!.” Kembali Sibotak membentak ku.



    ”Nih Kulum” katanya sambil menyodori penisnya, Akupun langsung menyambut dengan mulut terbuka.



    ”Kayanya musti kamu emut-2x dulu deh ha..ha..ha” Aku pun kembali mengoral penis Botak. tapi tiba-2x Aku lihat Si Gondrong yang dari tadi asyik mengamati kami,tiba-2x mendekat ditangannya membawa sesuatu



    Aku kaget melihatnya dia membawa Binder penjepit file terbuat besi berwarna hitam… dan tanpa banyak ba bi bu,dia langsung menjepit puting susuku.



    Aku yang sedang meng oral Botak kontan membeliak “Aughhhhh sakittttt…” belum berhenti aku melenguh tiba-2x sebuah lagi dijepitkan ke putingku yang satunya.”



    “Wauuuuuggghhhh suakittttt…eghht” Aku baru mau mengerakan tangan saya untuk meraih penjepit tadi tapi tangan ku langsung ditangkap dan dipegang dengan erat oleh si Gondrong kemudian dengan sigap dia mengikat tanganku.



    Pergelangan tanganku diikat dengan pangkal siku kiri sedang pergelangan kiri dengan pangkal siku kanan.



    Penis yang tadi saya oral sudah terlepas. Tapi ku lihat si Botak tidak memaksakan untuk mengulum lagi.



    Dia beringsut kemudian mengambil kemaluannya sendiri yang masih layu dan mengocok-ngocoknya sebentar.



    Saat ini aku duduk dengan lutut dengan posisi tangan terlipat ke belakang. Seorang pria dengan bekas luka codet diwajahnya maju menggantikan posisi botak mengerjaiku.



    Dia menciumi pipiku, lalu mengemut daun telingaku sambil tangannya mengelus-2x bongkahan pantatku.



    Diperlakukan seperti itu Aku hanya bisa merasa merinding. si Codet wajahnya terlihat dingin dan pendiam.



    Hanya seringai senyum jeleknya yang menampakan giginya yang sebagian besar telah ompong. Dia menatap lekat-lekat ekspresi wajahku yang ketakutan bercampur rasa terangsang.



    Tiba tiba”Aughttt sakit Bang” aku berteriak kencang sebab codet mengigit telingaku kemudian tiba-2x dia mendorongku kedepan sehingga aku jatuh dengan kepala kelantai.



    Saat ini posisiku menungging dengan bagian depanku bertumpu pada pipi kananku dengan kakinya kemudian dia menendang-2x kakiku memberi isyarat agar aku melebarkan kaki. Karena posisiku itu sedikit sulit Aku lakukan sehingga Aku jadi sedikit lambat



    Tampaknya dia tidak sabar dan langsung melepas ikat pinggang kulitnya dan “ctarrrrrr…!!”Langsung digunakan menyabet pantat putihku.

    ”Aghhhhhh sakittttt Bang..!!.”Aku berteriak. Sekilas Aku lihat wajah si Botak tersenyum riang menyaksikan rekannya menyiksaku. Tapi si Codet tetap dingin.

    Dengan jarinya, kemudian dia menusuk-2x lubang kemaluanku dan mencubit-2x bibir kemaluanku.
     
  5. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Tiba-2x ″Augggghhhhhh Bang sakittttt” Aku hampir pingsan ketika si Codet kembali mengunakan binder besi penjepit file untuk menjepit bibir kemaluanku dikanan dan dikiri.



    Kembali Aku terkejut ketika sebuah lagi dia jepitkan di itilku dan kali ini, karena itu bagian yang paling sensitif, sakitnya jadi sangat tidak tertahan akupun berteriak sekuatnyaaa”Auuuuuughhhhtttttttt Bang saskiiiiitsssss” mataku berkunang-2x dan mulai menangis hampir aku pingsan.



    ”Sudah Bang sakittttt. Aku sudah tidak kuaaat hepppp” Belum selesai Aku berteriak mulutku telah disumpalnya dan tampaknya disumpal dengan celana dalam bekas miliknya sendiri.



    Kemudian dia mengitariku dan memencet hidungku. Dengan mulut tersumpal dan hidung saya di pencet sedemikian rupa, hampir-2x Aku pingsan karena tidak dapat bernapas.



    Tapi kemudian dia melepas jepitan tangannya di hidungku,lalu membalikan tubuhku sehingga tubuhku terlentang dengan tangan terikat di punggung buah dadaku nampak mengacung keatas seperti dua bongkah gunung yang indah dengan penjepit jemuran dimasing-2x puncaknya warnanya tidak lagi merah tetapi mulai keunguan.



    Kemudian si Codet mulai mengambil tali dan dengan sedemikian rupa mengikat kakiku masing-2x sehingga betis dan pahaku menyatu dan tidak bisa di luruskan dan dibelakang lutut kedua kakiku, diselipkan sebuah batang kayu bekas gagang sapu yang telah dipatahkan, yang diatur posisinya sehingga kakiku mengangkang lebar dan terlipat kebelakang rasanya sakitt luar biasa.



    Kemudian dengan tiba-2x “Cletik…!!.” dia mencabut penjepit di buah dada sebelah kiri begitu tiba-2x sehingga menyakitkan. Setelah itu dengan cepat dipasangnya kembali seolah-2x sedang mengetes kekuatan penjepit itu. Dan itu dilakukan ke semua penjepit yang terpasang, sehingga aku merasa sangat kesakitan.



    Setelah semua selesai dia tiba-2x bangkit dan seperti mencari-2x sesuatu dan kembali dengan sebuah tali pembatas antraen yang besar denngan ujungnya yang terbuat dari besi bulat. Tali tersebut kemudian digesek-2xannya ke lubang kemaluanku.



    Ujung tali yang terbuat dari logam itu terasa dingin dan tanpa peringatan tiba-2x “Sleppp , Aughttttttt…[​IMG].” Ujung tali itu itu dimasukannya dengan paksa ke lobang kemaluanku.



    Lalu dia mengalihkan pandangannya ke lobang yang lain,lobang anus ku. Segera aku menggeleng-2x tapi dia malah tersenyum penuh arti diambilnya ujung besi tali yang satunya lagi dan dengan paksa dia menekannya masuk.



    Kemudian dia duduk memandangi diriku. Semua gerombolan massa yang menonton, tertawa terkekeh-kekeh menyaksikan dua lobang vital tubuhku dijejali oleh ujung-ujung besi tali besar pembatas antrean.



    Kemudiann “Cetarrrrrr..!!” Tiba-2x si Codet kembali menyabet kan sabuknya ke tubuh ku yang putih sehingga membekas merah. Dia mulai meraba-2x tubuhku dan meciumiku sedemikan rupa,sehingga entah bagaimana gairah aneh tadi kembali terjadi.



    Lalu dia mengocok-2x besi ujung tali yang ada di lobang kemaluanku tadi sehingga ”Eghhhhhh eghhhhh ” Hanya itu yang keluar dari mulut ku karena tersumpal celana dalam si Codet.



    Tiba-2x tubuhku mengejang karena orgasme. Sungguh perasaan yang aneh telah mendera diriku. Dalam keadaan sakit dan lemas aku melihat si Codet sedang mengocok-2x penisnya sendiri didekat ku dan “Crot crot..” rupanya dia terangsang hebat melihat keadaan diriku.



    Semua air maninya ditumpahkan ke wajah dan tubuh ku,setelah itu dia pun melepaskan semuanya penjepit dan ikatannya.



    Aku hanya bisa terbaring lemah. Aku lihat kini semuanya tertawa puas melihat keadaanku yang tersiksa.



    Si codet yang bertubuh gempal besar mengendong tubuh lemahku ke atas tempat tidur. Dia kembali mulai menciumi diriku,mencoba kembali memacu gairah diriku.Dia mulai memainkan itilku dengan lidahnya. Itilku masih terasa sakit akibat perlakuannya tadi.



    “Ughhhhhh nihkkmaaaahhhttt bang euanaaakkkk…ueghhhhhh” aku mulai mengelepar-2x ketika lidah si Codet mulai menari nari di itil ku, sambil kedua tangannya sesekali memilin-milin puting ku.



    Kemudian di sergapnya mulutku dengan ciuman yang dasyat lidahnya mempermainkan lidah ku memaksa lidahku terus menari-2x



    “Huahhh enak sekaliiii..”Kemudian dia mulai melepas baju bagian atasnya yang masih belum ditanggalkannya. Terlihat penisnya yang besar kembali mengacung ke atas membuat hati ku bergetar.



    ”Lonte kamu suka ini…”sukaaa bang sukaa” Hampir diluar sadar aku meracau kata-2x yang sangat memalukan itu.



    “Baik lo harus memohon panggil aku tuan!!”



    “Tolong tuannnn. Saya sudah tidak tahan.”.



    “Tolong apa…?! Yang jelas…!.”



    “Tolong masukan batang tuan ke memek saya tuannnn tolonggg[​IMG]”.



    ”Baik gue akan menolong mu lonte”dan “Sleppp “eughhhhhh.”Si Codet memasukan penisnya ke vaginaku.



    Kembali gairah aneh menguasai diriku. Seolah liang kemaluanku ku terasa sangat penuh dan padat dengan benda besar yang keras dan kenyal.



    “Ohhhh..!! ”Dia pun mulai memompa dengan cepatnya sehingga aku merasa itil dan bibir kemaluanku ikut keluar masuk karena padatnya kemaluan si Codet.



    Akibat gesekan kedua kelamin kami, menimbulkan sensasi luar biasa. Kembali aku melihat gerombolan tersebut bersorak sorai menyemangati rekannya



    Setelah beberapa menit, aku sudah tidak tahan lagi hingga tubuh ku terguncang-2x hebat dan “ohhhhhh tuaaannnn saya keluarrrrrrrr” namun nampaknya si codet belum mencapai klimaks dia tiba-2x memangku tubuhku dan dalam keadaan sambil di pangku berhadapan dengannya mulutnya bermain di buah dadaku dan terus memompaku naik turun.



    ”Ahhhhhh tuaaaannnnnnn” saya benar sudah tidak tahaaaan..!!”Dan kembali aku mengalami klimaks namun si Codet masih belum juga orgasme. Dia kemudian membalik tubuhku dan. dia menemukan ujung besi tali yang masih menancap dipantatku.



    Kemudian kembali dia menembus kemaluanku dari belakang sambil tangannya pelan-2x menarik besi ujung tali pembatas antrean keluar dari liang anus ku. Sehingga menyebabkanku segera mencapai klimaks berikutnya “eghhhhhhttttt ” saya lihat si Codet tersenyum penuh arti dibalik gigi-giginya yang sudah ompong.



    Tidak lama kemudian tiba-2x dengan kasar si Codet mencabut penis besarnya dari vagina ku dan membalik diriku sehingga terlentang. Dan “Crot crot..crottt..” Mani menyembur ke tubuh dan wajah ku.



    Lalu dia memaksa diriku membersihkan penis miliknya dengan menggunakan mulut ku. Kepalaku terasa berdenyut-denyut pandangan nanarku masih bisa melihat sekelilingku.



    Rupanya kini aku telah menjadi pusat perhatian gerombolan massa perusuh ini. Aku terduduk mengangkang diatas meja teller.



    Kemaluanku yang berbulu lebat terumbar kemana-mana menjadi santapan empuk mata-mata liar yang cabul.



    Aku memandang sekeliling ruangan. Kulihat tubuh Aching dan Yenni sudah tergeletak tak bergerak lagi. Tubuh bugil mereka nampak mengkilap dipenuhi lendir-lendir sperma.



    “Kawan-kawan, akhirnya pemenangnya telah muncul, amoy cantik ini rupanya hoby ngentot atau nonton bokep.”Sekarang lo ikut kami turun. Yang lainnya bakar tempat ini jangan sampai tersisa.Dan mulai sekarang lo ini anjing betina ngarti[​IMG]dan seekor anjing berjalan dengan empat kaki hayo sekarang bertingkahlah seperti anjing cepat!!. Sebentar, rasanya masih ada yang kurang..hmm….”Mereka kemudian mengambil tali pembatas antrean nasabah yang tergantung di tiang pembatasnya tali besar berdiameter +/- 4Cm itu secara paksa kembali dijejalkan ke dalam anusku.



    Sementara yang lainnya mengikat kan sebuah rantai bekas pengunci gerbang kantor keleherku.”Nah sekarang baru sempurna seekor anjing betina berekor panjang yang sudah ada rantai penjinaknya.”Gerombolan massa itu terkekeh-kekeh kegirangan melihat keadaanku. Kini mereka begitu menikmati permainan mereka yang menjadikanku obyek sex mereka.



    “Hayo sekarang ikut kami turun atau lo akan terbakar disini bersama temen-temen lo itu!!”Aku tak berdaya mataku menatap kedua tubuh telanjang temanku yang sudah tidak bergerak lagi.



    Asap hitam mengepul tebal mulai memenuhi ruangan mereka menggiringku keluar dari bangunan yang mulai rata termakan si jago merah.Aku dengan terpaksa aku mengikuti mereka sambil merangkak.
     
  6. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Rupanya itu saja belum cukup. Mereka mencubiti puting susuku dan menamparI pantatku.



    “Busyet nih tokednya bener-bener napsuin banget!!” Nampaknya mereka begitu gemas melihat payudaraku yang besar menggelantung bebas berayun kekanan dan kekiri.



    Dengan tidak bosan-bosannya mereka asyik menarik-narik puting susuku dan meremasnya kuat-kuat dadaku sampai serasa pedih sekali rasanya.



    Mereka memaksaku untuk benar-benar menirukan anjing atau mereka akan lebih kuat lagi untuk menyakitiku.



    Dengan bercucuran air mata aku menuruti kemauan mereka aku mengonggong-gonggong sambil menjulur-julurkan lidahku.



    “Nah begitu dong…sekarang lo udah beneran jadi anjing.Tiba-tiba Aku merasa lobang anusku panas seperti terbakar api, ketika salah seorang dari mereka menekan lebih dalam tali besar yang nyaris lepas dari lobang anusku sepertinya lobang anusku menjadi lecet akibat tergesek-gesek-tali besar yang kini menjadi ekorku.



    Dari atas jembatan fly over aku menyaksikan kantorku telah rata terjilat si jago merah asap hitam nampak tebal bergulung-gulung hampir merata di komplek pertokoan itu.



    Entah sekarang sudah jam berapa, yang aku ingat siang itu matahari bersinar terik massa yang beringas nampak semakin banyak menyemuti jalanan.



    Mungkin jumlah mereka sekarang sudah mencapai ratusan orang entah dari mana saja mereka muncul.



    Telapak tanganku dan dengkul kakiku terasa panas terpanggang panasnya aspal jalanan sementara itu peluhku bercucuran deras mengalir melewati leher dan menetes dari ujung putingku jatuh ketanah.

    “Ha…ha…ha…heh…lihat-lihat kemari ada anjing betina putih yang lepas!!”Massa itu kegirangan melihat tubuhku yang telanjang bulat merangkak seperti anjing tepat ditengah jalanan pada siang hari bolong yang terik.



    Massa itu nampak lebih liar daripada yang merangsek menjebol kantorku sumpah serapah dan makian-2x kotor berhamburan meluncur dari mulu-mulut mereka yang bau. Air mataku sampai kering rasanya.



    Rasa malu luar biasa menghinggapi diriku ingin rasanya aku masuk kedalam tanah bersembunyi kedalam lapisan bumi yang paling dalam.Harga diriku sebagai wanita benar-benar sudah hancur berkeping-keping.



    Massa yang bergerombol mengerumuniku makin lama makin banyak mereka memaksaku untuk kembali menari bugil tepat ditengah jalanan yang penuh dengan massa yang beringas.



    Salah seorang dari mereka rupanya bahkan sudah tak dapat mengendalikan dirinya lagi.



    Tanpa malu-malu lagi dia segera melucuti bajunya sendiri sampai telanjang bulat. Kembali suara riuh rekan-rekannya terdengar menyoraki aksi cabulnya.



    Yang aku ingat meskipun kemaluannya tidak sebesar pria bertato yang tadi memperkosaku, tetapi pria ini mempunyai biji pelir yang luar biasa besar menggelantung. Bunyi kecipak biji pelirnya sedang beradu dengan pantatku cukup terdengar jelas olehku.



    Sementara itu salah seorang dari mereka maju kedepan sekilas aku bisa melihatnya masih belum cukup dewasa.



    Dia berjongkok tepat didepan selangkanganku entah apa yang dia lakukan pada kemaluanku, aku merasakan sesuatu yang lengket menempel dibibir kemaluanku yang sebelah kiri.Dan secara tiba-tiba aku merasakan pedih. Bulu-bulu kemaluanku tercerabut sebagian.



    Rupanya dia menempelkan sejenis selotip yang entah dari mana dia dapatkan dan digunakan untuk memwaxing paksa rambut kemaluanku.



    “Heh…kunyuk lo apain ini cewek?!! biarin aja gue suka cewek yang banyak jembutnya lebih nafsuin tau[​IMG]gue kepret lo kalo berani lagi.Pria yang sedang menyetubuhiku berteriak kesal kepada bocah itu.



    Anak itu langsung lari terbirit-birit kembali bergabung dengan gerombolan yang asyik duduk bergerombol mengelilingi kami.



    “hu….hu….hayo hajar beh..entott terus sampe mampuss tuh cewek.”Mereka tertawa terbahak-bahak melihat aksi bocah tadi. Selain itu nampaknya mereka begitu geli melihat kemaluanku yang kini nyaris botak sebelah terbukti dari mata-mata cabul mereka yang semuanya terarah keselangkanganku.



    Kini tidak lagi aku rasakan nikmatnya bersetubuh, walaupun pada awal-awalnya aku merasa keenakan tapi semakin lama selangkanganku semakin perih entah sudah berapa puluh batang kemaluan pria yang silih berganti menyetubuhiku.



    Aku juga sudah tidak ingat lagi sudah berapa gerombolan perusuh itu yang mencicipi tubuhku. Panas matahari yang terik semakin menyiksaku seluruh tulang-tulangku serasa remuk.



    Hanya suara-suara bentakan,ancaman dan makian mereka, terdengar bertalu-talu menjejali telingaku hingga akhirnya kurasakan kepalaku semakin berat dan pandanganku semakin kabur sebelum akhirnya menjadi gelap samasekali.



    Entah sudah berapa lama aku pingsan tubuh bugilku masih tergeletak ditengah jalanan.



    Jalanan yang tadi ramai oleh massa yang bergerombol kini sudah sunyi senyap sayup-sayup dapat aku dengar dari kejauhan suara sirine meraung-raung diikuti beberapa bunyi rentetan seperti suara tembakan dan beberapa letusan yang diikuti asap hitam pekat bergulung-gulung.



    Hari nampaknya sudah menjelang malam. Dengan tertatih-tatih aku mencoba berdiri.



    Aku mencoba mencari sesuatu untuk menutupi tubuhku yang telanjang tapi tak satupun aku menemukannya meskipun hanya secuil kain atau potongan kertas.Akhirnya aku tidak mempedulikan lagi keadaanku dalam kepalaku hanya ada suara yang menyuruhku agar cepat pulang.

    Aku begitu mencemaskan keadaan ayahku. Selangkanganku masih juga terasa perih sepertinya masih ada kemaluan pria yang menjejalinya.



    Sesekali ada mobil pemadam kebakaran yang melaju kencang tanpa mempedulikanku, meskipun aku mencoba untuk menghentikannya. Setelah beberapa lama berjalan,akhirnya aku tiba juga dimulut gang depan rumahku



    Samar-samar ada cahaya berkelap-kelip digang tempat rumahku. Pada waktu itu keadaan nyaris gelap gulita. Aku hanya bisa
    mendengar langkah-langkah yang hilir mudik didalam gang tempat rumahku diiringi suara tawa beberapa orang entah ada berapa, aku tidak bisa memastikannya



    Kuperhatikan di sekeliling mulut gang ada beberapa gerobak sampah yang penuh terisi oleh barang-barang elektronika.



    Salah satunya memuat lemari es yang baru sebulan lalu aku membelinya aku dapat dengan jelas mengenali barang-barangku sendiri. Aku menduga mungkin itu hasil jarahan.



    Aku agak ragu sebenarnya untuk masuk kedalam aku masih trauma atas pelecehan sexual gila-gilaan yang mempermalukanku sepanjang siang tadi. Tapi setelah aku pikirkan lagi aku memberanikan diriku masuk. Aku hanya ingin segera bertemu papaku ya itu saja keinginanku saat itu meskipun tahu mungkin rumahku sudah diobrak abrik oleh gerombolan massa aku tetap berdoa agar papa dan adikku bisa selamat.



    “hey..hey..hey, cici hendak kemana malam-malam begini?waduh habis bersenang-senang ya sampai lupa pake baju.”Suara parau yang sudah sering aku dengar mengagetkanku yang sedang mengendap-endap hendak menyelusup kerumah.Rupanya gerombolan pemuda pengangguran yang biasa mangkal dimulut gang itu yang menyapaku.



    Firasatku mengatakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi tanpa mempedulikannya lagi aku langsung berlari menghambur menuju rumahku.



    “Heeh…bangsat,disapa baik-baik kaga menjawab dasar cina lo ngga tau sopan santun..hey jangan lari lo!”Suara parau yang bernada kurang ajar tadi mendadak berubah menjadi bentakan yang menggetarkan nyaliku.Aku tidakberani menoleh kebelakang aku terus berlari sekencang-kencangnya.



    Sayup-sayup terdengar derap bunyi langkah para pengejarku entah darimana saja mereka muncul yang semula aku perkirakan sepi dalam sekejap digang yang tidak terlalu lebar ini bermunculan wajah-wajah beringas para pemuda pengangguran yang biasa nongkrong mabuk-mabukan dimulut gang rumahku.



    “Heeh lonte sini lo…udah menyerah aja lo duduk diem dan ngangkang sana atau nungging terserah lo aku jamin nasib lo tidak akan seburuk bokap dan adik lo itu.”Aku terkejut, pintu rumahku sudah terbuka lebar aku menemukan tubuh bugil adikku yang sudah tergeletak tak bergerak.



    Nampak sepotong bambu menancap di selangkangannya diikuti lelehan lendir bercampur darah segar selain itu darah segar juga nampak mengalir di kedua payudaranya.



    Tubuhnya yang putih bersih nampak berkilat-kilat penuh lendir-lendir sisa sperma pria yang menjijikan. Segumpal daging kecil tergenggam ditangannya aku menghamburnya dan memeluknya, kubuka genggaman tangannya.



    Aku begitu terkejut ternyata daging kecil itu adalah sepasang puting susu. Aku baru menyadarinya ternyata puting susunya sudah dipotong secara paksa.



    Kembali mataku menyapu sekeliling ruangan aku mencoba menemukan papaku pandanganku berhenti di bawah tangga samar-samar aku melihat sesosok pria bugil sedang berjongkok meringkuk menghadap dinding sambil menangis terisak-isak.



    Aku bersyukur lega meskipun dalam kondisi yang buruk paling tidak papaku masih selamat. Aku berlari menghampirinya kupeluk tubuh tuanya, tangiskupun akhirnya tak tertahankan lagi aku menangis sejadi-jadinya.



    Kami berdua berpelukan sambil bertangis-tangisan. Entah apa yang hendak diucapkan papaku mulutnya yang sudah miring akibat serangan stroke mencoba mengatakan sesuatu tetapi sayang aku sama sekali tidak mengerti maksudnya.



    “Waduh…waduh..ini amoy doyan banget ngentot ya sampe bapak sendiri masih mau diembat he lonte apakah lu masih kurang puas?”Mereka segera mengepung kami aku semakin erat memeluk papaku gumaman yang tak jelas muncul dari mulut papaku rupanya dia bermaksud menghalau mereka



    “Heh tua bangka jangan maruk lo!!.. sono minggir tunggu giliran lo….bukannya lo tadi sudah puas ngentoti putri lo yang sudah mampus itu!!”Salah seorang dari mereka menendang tubuh bugil papaku sampai terjengkang.Aku mencoba menolong papaku tetapi dengan cepat dua orang sudah mencengkramku kuat-Kuat.



    “Mm..mm..mbwa..ha..ha..ha…Tong lihat memeknya. Jembutnya sudah botak sebelah. Heh pacarmu ngga doyan jembut ya?koq cukur jembut cuma separuh.ha..ha…ha…he Tong pinjemin cukur jenggot lo biar gue rapiin ini jembut.”Pria botak itu akhirnya tak bisa menahan ketawanya ketika melihat kearah selangkanganku.



    “Biarin aja dul biar aja botak sebelah lebih lucu kayak gitu aja..”Otong menghampiriku matanya menatap lekat-lekat kearah selangkanganku tangannya mengusap usap bibir kemaluanku. Jari jemarinya dengan giat memencet-mencet klitorisku.
     
  7. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    ” Lepaskan aku bajingan !! ” Aku meraung saat Otong memainkan pencukur jenggotnya di bibir itilku.


    ” Asyik kite dapet satu Amoy cina lagi , hebat sekali. Terima kasih ya non mau melayani kami, kita akan bersenang-senang kembali untuk beberapa jam, aku ingin tahu seberapa nikmatnya memek yang satu ini!! Dan kalian Jangan ganggu aku tunggu giliranmu”



    “Jangan coba sentuh aku[​IMG]!, ”Emosi ku mulai terpancing sepanjang hari aku terus dilecehkan kini aku benar-2x merasa sangat marah.



    “Tidak-tidak kami tak akan sekedar menyentuhmu, masih banyak lagi yang akan kami lakukan” mereka tertawa sambil beramai-ramai membekuk tubuh telanjangku.



    Aku pun tersadar bahwa mereka ini akan segera memperkosaku kembali. Dan akupun mulai merengek.



    ”Tidak!!” Aku memohon untuk dilepaskan Otong menyeretku ke kamar, dan melemparkanku yang terus berteriak-teriak ke ranjang yang berukuran besar, dan mulai membuka baju yang dikenakannya



    “Ya Tuhan Tidak[​IMG]” Aku menangis, dan berusaha melepaskan diri, namun dengan tangan terikat demikian kencang, sehingga tampaknya nyaris mustahil untuk melepaskan diri, Aku pun tercengang menatap Penis Otong yang demikian besarnya.



    ” Jangan !! Tolong jangan , itu terlalu besar !! “



    ”Aku tahu, tapi kau akan belajar menyukainya “



    Aku tersadar, terkurung dalam kamarku sendiri, dengan tangan yang terbelenggu, akupun sadar, hanya tinggal menunggu waktu hingga Bajingan itu memperkosa diriku. Dan tahu bahwa tak ada satu pun yang dapat kulakukan untuk mencegah hal itu terjadi,.



    Aku begitu ketakutan saat Otong tiba-tiba melompat kerahku, memelukku dan menindih tubuhku dari atas..



    “AWW…MMMMPH!” Aku menjerit, namun Otong menghentikannya dengan memaksa mencium bibirku. Aku tak berdaya untuk menghentikan ciuman itu.



    ”MMMMMMPH…“Otong menekan Lidahnya masuk, memaksaku membalas permainan lidahnya, dan mengunci tubuhku agar tetap menciumnya, sementara tangannya mulai meremas salah satu payudaraku.



    Air mataku mulai menetes. Terpaksa aku harus menerima ciuman dari bajingan itu.



    Sementara tangannya semakin brutal meremasi payudaraku. Aku berusaha menghindari ciuman Otong. Mulutnya yang bau rokok murahan menyengat hidungku. Namun aku tak berdaya melepasakan diri dari keinginan penjahat itu.



    “MMMMPH…!”Aku mendesah. Otong begitu menyukai, rasa dari bibirku, demikian juga dengan payudaraku yang begitu besar mengglantung bebas tanpa penyangga. Otong menggunakan Kakinya untuk mengangkangkan kakiku, dan sedikit menekan kemaluannya di bibir kemaluanku.



    Tubuhku menggelinjang saat merasakan kemaluannya yang menekan dari balik celana dalam yang masih dikenakannya,..



    Aku dapat merasakan bagaimana penis itu mulai mengeras dan menekan tubuhku,



    Aku menjerit namun kembali tertahan oleh lidah Otong yang kembali menciumku. Sementara tangannya masih meremas-remas sambil memilin puting payudaraku. Payudaraku mulai memerah akibat perbuatannya.



    Otong melepaskan ku sambil tertawa.



    “Kau cantik sekali!”



    “Bajingan kau[​IMG]



    “Bagaimana dengan menghisap dadamu yang besar itu ?? “Otong menatap penuh nafsu kearah payudaraku, sebelum membenamkan wajahnya ke payudaraku yang besar.



    “AWWW! jangan! AWWW!” Aku menjerit, saat merasakan lidahnya yang kasar memoles seluruh permukaan payudaraku.



    Otong menggerakan lidahnya, menghisap payudaraku, sementara tangannya pun ikut meremas-remas sebelah payudaraku yang lain. Tubuhku bergetar-getar merasakan sensasi nikmat itu,..



    ”Ahhhh ” Aku meraung, saatku merasakan lidah Otong bergerak demikian cepatnya menstimulasi dirinya, Lidahnya menyelusur dengan cepat di putingku seperti bayi yang kelaparan,..



    “AWWWWWW!” Aku menjerit saat otong mulai mengigit dan menghisapi dadaku



    Wajahnya bergerak kesana-kemari, diserang oleh bajingan yang sudah demikian bernafsunya, menyedot di payudaraku, menghisapnya, sambil memainkan putingnya dengan lidahnya



    Otong menjilatnya, menghisapnya menikmatinya diseluruh bagian tubuhnya, sebelum tangannya mulai turun merabai kemaluanku



    “Jangan, jangann ” Aku memohon saatku merasakan jemarinya menempel di bibir kemaluanku.



    Otong melepas celana dalamnya, matanya menatap kemaluanku yang kini telah botak.



    “Memek terbaik yang pernah ku lihat. Begitu rapat dan kencang



    ” Aku bertaruh ini pasti semanis madu !! “



    Aku menjerit saat jari-jari Otong mulai menelisir bibir kemaluanku, bermain dengan itilku sampai membuat tubuhku mengelinjang tanpa kusadari,

    Sementara jari-jari Otong terus menstimulasinya, tangan Otong menarik betisku agar mengangkang lebih lebar, dan mengganti tangan dengan lidahnya,..



    “AWWW! OH , jangan hentikan,.. ” Aku menjerit saat dia merasakan lidah tebal Otong memoles kemaluanku, menyelusup kedalam liangnya, sambil menghisapi itilnya, tubuhku mengejang menikmati sensasi ini.

    Bajingan itu menghisapi itilku sambil menjilati permukaan kemaluanku yang kini telah botak, tubuhku bergetar, tanpa kusadari, mulutku mendesah keenakan, namun desahan itu hanya membuat penis Otong makin mengeras.



    Aku mendesah tak karuan saat ku rasakan lidah Otong menyedot-nyedot bibir kemaluanku, Otong dengan mahir menghisapi Kemaluanku, memberikan kenikmatan yang tak diharapkan, seluruh tubuhku mulai bergairah, tanpa terasa kemaluanku mulai berdenyut-denyut mengeluarkan cairan”



    “Ah, ah, ah, ah.” Aku mendesah ” Ya ampun, oh Tidaaak !! “
     
  8. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Aku ngeri menatap penis Otong yang telah menegang itu, Aku terbelalak tak percaya melihat ukuran penis itu, dan membayangkan betapa sakitnya bila penis sebesar itu sampai menyetubuhinya.



    Otong tersenyum saat dia menyadari aku baru saja mencapai klimaks.



    “Hey, hey lo mulai menyukainya ya?!”Senyumnya yang kurang ajar terulas diwajah jeleknya



    “Tidak, bajingan kau..hentikan!”Aku memohon. Sementara aku terus berjuang mengalahkan nafsu birahi yang makin menguasai diriku..Sementara kemaluanku makin terasa hangat.



    Otong menurunkan betisku, mencengkram pinggulku dan langsung menyentakkan penisnya dalam lobang kemaluanku.



    Aku mulai kesakitan, sementara kepala penis Otong makin menekan masuk di mulut Kemaluanku, Aku berusaha keras untuk melepaskan diri, namun Otong mencengkramku dengan kuat.



    “Apa kau pikir aku akan menikmatimu sekali, lalu membiarkanmu pergi ?? “Pada saatnya, aku akan menjadikanmu Budak seks pribadiku “



    “Tidakkk!”Aku menjerit sejadinya, sementara penis Otong menancap masuk dalam Kemaluanku, mataku terbelalak menahan sakit sementara penis super itu makin terbenam dalam, merobek Kemaluanku.



    “YA! kau sekarang milikku,, pelacur[​IMG]” Otong menyentak sambil menyodok-kan penisnya dalam



    “AH! AH! YA TUHAN !! YA TUHAN !! ” Aku menjerit lagi dan lagi



    Otong mulai menggoyangkan penisnya maju mundur, keluar masuk dalam kemaluanku, membelah kemaluanku dengan kecepatan yang luar biasa,.



    “AWWWWW!” Aku menjerit-jerit, menikmati bagaimana penis yang demikian besarnya itu menyetubuhiku, perlahan rasa sakit itu memudar, berganti kenikmatan yang sebenarnya tak aku inginkan.

    Otong mendekap tubuh telanjangku, sambil meremas-remas payudaraku

    Penis yang begitu besar menyetubuhi tubuhku yang baru saja kehilangan keperawananya, menghantamnya dengan deburan-deburan kenikmatan yang demikian hebatnya, tubuhku menggelinjang, setiap kali penis besar itu keluar masuk dalam lobang kemaluanku,


    Perlahan dia makin dekat dengan Orgasmenya, sementara tangan dan mulut Otong terus menstimulasi Dadaku.



    “OH, OH, OH NO! AHHH! MMMMM! TTOLONG JANGGANN! Akupun mulai kehilangan control diri…



    “Ayolah cantik, berorgasme lah, ayo, aku ingin mendengar lo menjerit nikmat!!”



    “Tidak akan…AWWWWWWW!” Aku menjerit sejadinya saat sebuah orgasme dahsyat akhirnya menerpa diriku.



    Aku pernah merasakan perasaan semacam ini sebelumnya, seluruh tubuhku serasa terbakar, nikmat yang pernah kurasakan sebelumnya, tanpa sadar aku mulai menggerakan tubuhku mencari kenikmatan dan mulai mencari penis Otong.



    “OH Tuhan!” Aku menjerit dan mendesah seluruh tubuhku menikmati setiap orgasme yang menghantamku, lagi dan lagi, bagaikan sebuah ledakan dalam kepalaku, sementara kemaluanku tak berhenti mengeluarkan cairan orgasme, Memberikan kenikmatan tak terkira pada diriku..



    “Ahhhhhh!”Otong menangkap wajahku, mendorong mulutnya pada bibirku, menciumku, sambil mendekapku kuat-2x Aku kehilangan seluruh kontrol tubuhku, dan mulai membalas ciuman Otong tanpa kusadari



    Tubuh bugil Kami saling berpelukan dan mulai menjatuhkan tubuh kami keatas ranjang, sebelum akhirnya Otong melepas dekapannya pada tubuhku.



    Aku mulai tersadar kembali, air mataku mulai menetes.Otong menoleh, menatapku yang telah dikalahkan oleh nafsu birahiku sendiri.



    Senyum kemenangan terukir melihatku menangis, sementara tangannya mulai kembali menempel di payudaraku, meremasnya dan memilin putingnya.



    “Bajingan!!.” Aku menangis. “Aku tak akan pernah menjadi budakmu,”



    “Hey, aku baru saja mulai pelacur, masih ada teman-temanku dan bokap lo kan??”Ejekannya yang terakhir sangat menghancurkan harga diriku, aku bahkan sudah kembali menyerah saat otong mulai bermain dengan payudaraku, Aku tahu bila Aku melawan hanya akan membuat dia mengerjaiku lebih brutal lagi.



    Kembali aku menggeliat kegelian oleh stimulasi rangsangan jarinya. Tak beberapa lama kemudian lobang kemaluanku sudah basah kuyup.



    “Huh..dasar payah cepet banget memek lo becek.”Aku sama sekali sudah tak berdaya lagi untuk melawan pelecehan mereka kemudian ada dua orang mengangkat tubuhku dan mengangkangkan kakiku.



    Dalam keadaan diangkat dua orang, kembali aku disetubuhi. Nafas-nafas mereka yang tercium bau rokok murahan menyengat hidungku.dengan buas mereka melumat payudaraku seperti binatang kelaparan.



    “Heh Dul cepetan dikit napa?. udah berat nih lo enak-enakan aja ngentot yang pegangin pegel tau!!”Si dul hanya cengar-cengir aja. Matanya merem-melek menahan nikmat.



    Kemaluanku makin lama makin berdenyut kencang tanpa aku sadari pinggulku ikut bergoyang sendiri aku tak kuasa mencegah reaksi alami tubuhku. Rupanya mereka menyadari hal itu mereka saling pandang satu sama lain sambil menyeringai kurang ajar.



    “Sh..h…hhh..ah..ah..shh..Gile ini memek gurih banget biarpun becek tapi sedotannya mantep abiiis.waduh ssh…shshh..kontol gue, kontol gue aku mau muncrat setan babi tahan sebentar lagi hekh..hmph..”Kini Giliran Boneng pria jelek kribo yang menjejalkan kemaluannya ke lobang kelaminku.



    Lebih kurang ada sekitar 10 orang yang secara bergiliran mengerjaiku sampai pada akhirnya mereka semua duduk kelelahan entah sudah berapa lama kelaminku dipaksa menerima muntahan-muntahan lendir-lendir sperma yang lengket dan bau itu.



    “Nah sekarang giliran lo bandot tengik”Tanpa belas kasihan mereka menyeret tubuh renta bugil papaku.



    Mereka meletakan kami ditengah tengah sementara mereka duduk bergerombol membentuk lingkaran mengelilingi kami.



    Sementara puluhan orang yang ikut masuk tadi sebagian telah keluar melanjutkan aksi penjarahan mereka dan sisanya ikut bergabung menyaksikan pemaksaan aksi cabul terhadap diri kami.



    “Ngentot..Ngentot..hayo cepetan Ngentot..!!” dengan kompak mereka menyuarakan koor yel-yel menyoraki kami.



    “Denger ya kalo lo mau bokap lo tetep idup lo musti bikin muncrat bokap lo dihadapan kami semua ngarti lo!!Salah seorang dari mereka menghardikku sambil menampar papaku kuat-kuat.Papaku langsung terjungkal dan menangis sesenggukan dia mencoba menjauhkan aku darinya ketika aku mendekatinya.



    Sekilas aku melihat kemaluan papaku yang telah layu. Walaupun sudah layu ternyata kemaluan papaku lumayan besar dengan dihiasi bulu-bulu kemaluan yang sudah mulai beruban.



    Aku segera menggenggam kemaluan papaku, dan perlahan lahan aku menundukan kepalaku. Aku mulai menghisap dan menjilat kepala kemaluannya dengan lembut.



    Meskipun dalam keadaan tertekan, reaksi tubuhnya tetap tidak bisa dicegah. Perlahan tapi pasti batang kemaluannya mulai mengeras. Aku semakin giat mengulum-kulum batangnya kumainkan jemari lentikku di kedua biji pelirnya dan bergantian lidahku menyapunya kanan dan kiri.



    Aku berjongkok diatas badannya kuraih batang kemaluanya dan mulai memasukan dengan hati-hati ke lubang kemaluanku. Badan papaku menggigil hebat bibirnya nampak berdarah.



    Rupanya dia menggigit sendiri bibirnya berusaha mati-matian agar dirinya tidak terangsang. Tetapi semua usahanya sia-sia sekuat apapun usahanya, dia tetap tidak bisa menipu reaksi alami tubuhnya sendiri.



    Dapat kurasakan ujung kepala kemaluan papaku semakin lama berdenyut semakin kencang bertanda sebentar lagi akan segera mencapai orgasme aku semakin memperkencang goyangan pinggulku aku berharap agar semuanya cepat berakhir



    “Udah cukup minggir sono keenakan lo. Sekarang waktunya lo mampus menyusul anak lo yang satunya itu!!”Rupanya mereka memperhatikan secara cermat mimik muka papaku mereka sudah menduga papaku akan segera orgasme



    “Aarrrgh….aduh…!!”Pemandangan ini tak akan aku lupakan barang sedetikpun dalam hidupku. Aku menyaksikan mereka memotong kemaluan papaku.



    Dari pangkalnya darah segar bercampur sperma muncrat dengan deras dari selangkangannya. Segera lantai rumah kami berceceran darah kental sementara itu bau anyir darah langsung tercium



    Aku menjerit-jerit histeris meraung-raung sekuatnya dua orang yang menahanku sampai kewalahan.Sampai lima orang akhirnya baru bisa membekukku. Dengan paksa mereka menunggingkanku entah jari siapa, dengan kasar mengorek-ngorek anusku meludahinya berkali kali. Dan dapat kulihat dia menggengam potongan kemaluan papa yang masih tegang dan memasukannya secara paksa ke anusku.



    Bentakan dan caci maki kotor berhamburan deras dari mulut mereka. Aku merasakan kepalaku begitu berat. Ada suara-suara bentakan dan ancaman yang sepanjang siang aku telan, berklebatan silih berganti melintas dalam kepalaku.
     
  9. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Aku bisa merasakan kemaluan papaku kini sudah sempurna menjejali anusku. Mereka kini telah melepaskanku sambil tertawa riang. Suara tawa yang lebih mirip suara iblis dari dalam neraka yang paling jahanam.



    Tubuhku menggigil hebat entah kenapa aku berdiri sendiri. Aku bahkan samasekali tidak punya maksud. Aku juga kaget dari mulutku meluncur kata-kata kotor yang tidak pernah aku ucapkan tanpa bisa aku tahan. Rasanya seluruh tubuhku sudah tidak sinkron lagi dengan yang aku pikirkan dan melakukan pemberontakan terhadap otakku.



    Dapat aku lihat salah seorang dari mereka melangkah mendekatiku rupanya dia telah siap menghabisiku. Dengan sepotong pipa besi yang digenggamnya erat-erat.



    Dengan tiba-tiba aku merangkak dan mulutku mengeluarkan suara menggonggong mirip suara anjing. Sementara tanganku yang satunya memakan onggokan bulu kemaluan yang ada digenggamanku.



    Tiba-tiba aku merasakan perutku melilit-lilit. Dan dalam sekejap tanpa bisa aku cegah lagi,aku mengejan.Aku berak dihadapan mereka kotoranku teronggok menumpuk menimbulkan bau tidak sedap.



    Aku berusaha memalingkan muka tapi entah kenapa tidak bisa aku gerakan. Bahkan dengan merangkak dan menggonggong-gonggong seperti anjing, aku menghampiri kotoranku sendiri dan mulai menyantapnya bulat-bulat sampai tak bersisa.



    “hi….Wah cewek ini sudah menjadi gila…ha…ha….lihat dia makan taiknya sendiri ih…jorok amit-amit bau banget ayo kita pergi dari sini!!Orang yang hendak menghabisiku terkejut dia meloncat mundur dia begitu kaget melihat tingkah anehku.



    Aku sendiripun tidak kalah kagetnya aku keheranan dan berpikir apa yang telah terjadi pada tubuhku ini sekuat apapun aku memerintahkan anggota badanku semuanya percuma sepertinya Tubuhku sudah dikuasai oleh kekuatan asing yang akupun tak kuasa menolaknya.



    “Mampuss lo,puas gue sekarang lihat lo uda jadi sinting.Akhirnya gerombolan massa itu meninggalkanku sendiri sayup-sayup suara mereka semakin menghilang seiring dengan pandanganku yang juga semakin gelap.



    Aku sempat dirawat disebuah penampungan entah sudah berapa hari aku berada disana, sejak peristiwa jahanam itu aku sering kehilangan kesadaran, dan walaupun sadarpun aku sudah tidak mampu lagi mengontrol diriku.



    Entah apa saja yang dikerjakan tubuhku selama akal sehatku menghilang sejenak.Aku ditangani secara khusus selama beberapa minggu,Mereka mencoba menyadarkanku.Ingin rasanya aku memberitahukan mereka apa yang aku rasakan tapi aku samasekali tak berdaya terpenjara dalam tubuhku sendiri sampai akhirnya mereka memutuskan bahwa aku sudah tidak tertolong lagi.



    Sikapku yang agresif dan memalukan mengakibatkan aku dikurung didalam suatu ruangan khusus.



    Sampai pada suatu hari, ada seseorang yang datang menjemputku aku mengenalinya ternyata yang menjemputku adalah adik perempuan dari mamaku.



    Aku melihat kesedihan yang begitu dalam terpancar dari matanya ketika melihat keadaanku,Segera aku dipindahkan kerumahnya.Dengan penuh kelembutan, dia berusaha merawatku meskipun dia tahu aku sudah gila, dia masih memperlakukanku seperti orang waras.



    Dia bercerita bahwa family kami semuanya sudah pada mengungsi ke luar negeri dia sendiripun sudah menjadi warganegara singapore dan dia bermaksud mengajakku.



    Saat ini dia sedang mengurus proses penjualan rumahnya yang masih belum laku dia juga bercerita tentang keadaan dirinya yang sudah bercerai dari suaminya.Dia berpesan kepada para pembantunya agar merawatku sebaik-baiknya karena untuk sementara waktu dia harus kembali ke Singapore beberapa minggu



    Bibiku ini cukup pengertian. Sengaja dia mempekerjakan pembantu wanita,mengingat segala polah tingkahku yang memalukan.



    Setiap kali aku dipakaikan busana, aku selalu memberontak aku mencabik-cabik setiap busana yang hendak dipakaikan padaku akhirnya mereka menyerah dan membiarkanku tetap berkeliaran telanjang bulat.



    Parasku yang cantik dan tubuhku yang sintal dikhawatirkan akan memancing hal-hal yang tidak diinginkan jika mempekerjakan pembantu pria.



    Aku samasekali tidak diizinkan untuk keluar rumah. Selama beberapa minggu dirawat membuatku sedikit lebih baik. Frewkwensiku bertingkah layaknya anjing sudah berkurang walaupun masih belum bisa dihilangkan 100% Bibiku tetap percaya suatu saat aku bisa disembuhkan.



    Aku cukup beruntung pembantu-pembantu bibiku walaupun ditinggal berminggu-minggu cukup bisa diandalkan. Dengan cermat aku masih dirawat mereka berusaha mencegahku jika aku mulai bertingkah seperti anjing atau melakukan masturbasi.



    Kebiasaanku bermasturbasi sendiri sungguh sangat menyiksaku aku tak bisa mencegah jari jariku menggosoki dan memilin-milin itil atau putingku sendiri meskipun aku telah orgasme berulang kali, sehingga menyebabkan organ intimku itu terasa perih.



    Semua mulai berubah ketika satu persatu pembantu mulai berganti. Pembantu-pembantu yang baru ini tidak bisa diandalkan entah apa yang dilakukannya.



    Sering aku ditinggal sendirian dirumah seharian tanpa makanan sementara itu bibiku mengira aku masih baik-baik saja lantaran pembantu-pembantunya yang baru ini pandai mengambil hati bibiku ketika beliau dirumah.



    Nasibku kembali menjadi lebih buruk lagi ketika suatu pagi pembantu tersebut lupa mengunci pintu pagar tanpa bisa aku cegah lagi kakiku melenggang keluar dari rumah.



    Aku hanya bisa menjerit-jerit dalam hati seberapa kuatnya aku berusaha tetap tidak berhasil kakiku terus melangkah semakin menjauh dari rumah tanpa tujuan.



    “Orang gila..orang gila…orang gila…”Segerombolan anak-anak meneriakan yel-yel itu sambil mengikutiku dari belakang ditengah teriknya sinar matahari siang itu, tubuhku yang telanjang bulat melenggang santai menyusuri jalan.



    Aku menjerit-jerit dalam hati aku berharap ada keajaiban yang datang untuk menyelamatkan rasa maluku yang luar biasa.



    Harga diriku rasanya benar-benar hancur berkeping-keping tanpa sisa. Keringat dingin dapat aku rasakan meluncur deras dari segala pori-pori kulitku.
     
  10. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    “Busyet…masa cantik-cantik ga waras pasti baru kabur tuh”Aku segera menjadi pusat perhatian dari warga sekitar. Sebagian ibu-ibu menarik anaknya dan menutupi matanya untuk tidak menyaksikan pemandangan yang tidak sepantasnya dilihat oleh anak dibawah umur.



    Sedangkan aku sendiri untuk memejamkan mataku sendiripun tak mampu aku dipaksa menyaksikan bulat-bulat perbuatan tubuhku yang memalukan diriku sendiri.Mataku mulai nanar dan pandanganku mulai gelap aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi selanjutnya



    “Hush..hayo bubar…bubar ketika akhirnya rombongan petugas mengamankanku. Aku tak tahu sudah berapa lama aku pingsan yang terakhir aku ingat adalah sewaktu aku berhasil lolos dari rumah bibiku dan menjadi olok-olokan anak-anak dikampung.



    Yang aku rasakan sekarang seperti ada sesuatu yang bergerak dalam perutku.Ya tuhan apakah aku hamil? ternyata aku harus menerima kenyataan pahit itu.



    Ketika aku sadar, kini perutku telah membuncit. Kemudian Aku secara paksa dinaikan ke mobil dan akhirnya aku tiba ditempat ini. Aku digelandang ke bangsal perawatan bercampur dengan ratusan orang yang tidak waras lainnya.



    Pada prinsipnya manusia itu sebenarnya binatang yang membedakan adalah akal budi saja ketika manusia kehilangan akal budinya maka tidak ada bedanya dengan hewan.



    Meskipun orang-orang disini, termasuk aku sudah disebut gila, tetapi naluri primitif bawaan setiap insan mahkluk hidup tetap ada yaitu naluri untuk bersetubuh.



    Meskipun hatiku menjerit-jerit, tapi tubuhku seakan menemukan surganya ditempat ini kepuasan demi kepuasan hewani terus mengguyuri tubuhku yang telah kotor ternoda.”



    Mendadak raut muka Susan berubah tubuhnya gemetar menggigil hebat. Aku berpikir jangan-jangan pikiran sadarnya kembali lenyap.”Apa kau baik-baik saja?”aku bergegas mendekatinya nampak keningnya dibanjiri peluh sebesar biji jagung yang mengalir deras.



    “Mmmph…Sssh..argh….sssh…hah…hegh…”Hanya erangan-erangan pendek yang muncul dari mulutnya



    “Ssh..sh…ko Tolong saya…tolong saya ko….”Tubuhnya kini menggelinjang tak keruan.”Apa yang bisa aku tolong?”Aku bertanya semakin kebingungan dengan keadaannya.



    Nampaknya ada sesuatu yang hendak diucapkannya tapi begitu berat.Aku hanya melihat tatapan matanya yang seolah-olah penuh pengharapan kepadaku pipinya nampak semakin memerah seperti kepiting rebus.



    “Aku panggil pak Dahlan sebentar ya?”Akhirnya aku memutuskan untuk menghubungi pak Dahlan. Aku takut terjadi sesuatu pada diri Susan.



    “Egh..sh….ah.Jangan ko”Kepalanya nampak menggeleng aku tidak tahu apakah menggeleng tanda tidak setuju atau yang lain karena aku tahu dia tidak dapat mengontrol tubuhnya sendiri.



    “Sssh…sgh..ah…ko tolong remasi tetekku, dan memeku ko”Aku terperanjat mendengarnya.



    “Apakah kamu sadar Susan?Apakah kamu yakin pada yang kau ucapkan?” Aku tidak begitu yakin akan ucapan Susan bagaimanapun keadaannya sekarang masih sebagai penyandang penyakit kejiwaan.



    Tangannya yang terikat kebelakang dengan Jaket pengaman memang membelenggunya tapi aku tidak berani untuk melepaskannya walaupun selama wawancara tadi dia samasekali tidak menampakan gejala kegilaan tetapi aku tetap tidak mau mengambil resiko dengan melepaskannya.



    Sementara itu,Pinggulnya nampak semakin liar bergerak maju mundur seakan-akan mencari sesuatu yang bisa digesekan ke selangkangannya.



    “Argh…sssh….cepat ko aku..sudah tak tahan lagi..cepat buka ada resleting khusus dibagian dada dan tepat diselangkanganku ssh…ugh…sssh..”Aku tidak begitu yakin jaket ini nampaknya tidak ada resleting lain selain kait pengaman kunci utama tetapi begitu aku perhatikan lebih teliti dan aku dekati, ternyata apa yang dikatakan Susan benar.Ada 3 resleting kecil 2 melingkar tepat di kedua belah payudaranya sementara yang satunya lagi tepat melingkar dibagian selangkangannya.



    Aku memutuskan untuk menghubungi pak Dahlan aku tidak mau mengambil resiko dengan menuruti kemauan gilanya itu. Tapi Susan sepertinya mengetahui maksudku itu. Kembali dia memohon agar aku tidak menghubungi pak Dahlan.



    Akhirnya aku beranikan diri untuk membuka ke 3 resleting itu setelah sebelumnya aku keluar ruangan sejenak untuk memastikan keadaan masih tetap sepi.



    Dengan agak Canggung aku mulai meraba kemaluannya. Jariku terasa lembab basah berada diantara kerimbunan bulu kemaluannya.



    Jemariku berusaha menjelajah lebatnya bulu kemaluan susan untuk menemukan secuil daging yang bisa memberikan kenikmatan ketika akhirnya aku berhasil menemukan klistorisnya dan mulai mengurutnya perlahan-lahan.



    Kini keadaan Susan mulai sedikit tenang.”ehm..shh…ko sekarang hisap putingku ko tolong sgh..sh… “Terus terang sejak tadi mendengarkan kisah perkosaan Susan yang detail dan exsplisit, nafsu birahikupun sudah naik keubun-ubun.Kini dengan sentuhan fisik seperti ini akhirnya bobol juga pertahananku.



    Segera aku kulum puting susunya tubuhnya bereaksi menggelinjang kegelian ketika aku gigit-gigit kecil kedua putingnya secara bergantian.



    Sementara itu kemaluanku berdenyut-denyut minta jatah. Jujur saja aku takut perbuatanku terpergok oleh pak Dahlan tapi nafsuku yang sudah naik keubun-ubun membuatku nekat untuk tetap meneruskan perbuatanku.



    Segera aku selipkan batang kemaluanku ke lobang kenikmatan yang siap tersaji didepannya. klistorisnya nampak telah membengkak mencapai ukuran maksimalnya nampak berkilat dan berdenyut-denyut kencang ingin segera dimasuki oleh kemaluan pria.



    Tubuhku mengigigil meresapi kenikmatannya, ketika ujung kepala kemaluanku secara perlahan mulai terhisap masuk kedalam kemaluan Susan.



    Semakin dalam kemaluanku masuk, semakin terasa nikmat sensasinya. Kemaluan kami berdenyut seirama bergantian dapat kurasakan kepala penisku seperti dihisap oleh mulut nikmatnya sampai ke sungsum.



    “ergh..shs…aku ngga Tahan lagi san aku mau keluar….shh..oh..ah..”kemaluanku bergetar-getar hebat hendak memuntahkan cairan kenikmatan yang sekian lama hanya mengendap di kantung pelirku.



    “Shh..sebentar ko…arghh…aku juga mau keluar srgh…ouh..”Rupanya Susan juga sudah hampir mencapai klimaksnya.



    “Arrgh…ssh…ah….ough….aku keluar sh…..”Akhirnya aku tak kuasa lagi membendung cairan kenikmatanku bersamaan itu aku juga merasakan kemaluan Susan seakan menyedot habis seluruh cairan kenikmatanku.



    Untuk beberapa saat kelamin kami masih menyatu rasa nikmat luar biasa kurasakan merata menjalar keseluruh pembuluh darahku



    “Maafkan aku Susan, tidak sepantasnya aku berbuat seperti ini kepadamu.”Buru-buru aku kembali merapikan pakaianku dan Jaket pengamannya.



    Apa yang kuucapkan benar-benar muncul dari dalam hatiku yang paling dalam,sebenarnya aku sangat menyesali perbuatanku tadi.



    “Tidak apa-apa ko Susan justru berterimakasih koko mau menolong memuaskanku. Aku akan melanjutkan kisahku yang tadi. Kuharap koko bisa menolongku keluar dari tempat ini.”Susan menghirup nafas dalam-dalam matanya kembali menerawang menggali sisa-sisa memorynya yang masih ada.



    “Sejak kejadian perkosaan yang menimpa diriku,dan akhirnya aku sadari diriku sudah tidak normal lagi, aku terpuruk menjadi budak nafsu birahi.
     
  11. PascalJr

    PascalJr Suka Lusuh

    Joined:
    Apr 5, 2016
    Posting:
    142
    Likes Received:
    67
    Trophy Points:
    36
    Sehari saja aku tidak bermasturbasi atau bersetubuh, rasanya seperti mau mati. Memang selama disini kebutuhan biologisku terpenuhi tapi terlalu berlebihan sehingga alat kelaminku lebih sering terasa perih dan kebas daripada nikmat sedangkan aku sendiri tak mampu untuk menghentikannya.”



    “Selama disini, dalam keseharianku hanya bersetubuh entah berapa ratus kemaluan laki-laki yang silih berganti memasuki kelaminku termasuk Pak Dahlan dan Atasannya.



    Jaket Pengaman inipun khusus dirancang untukku. Atasan Pak Dahlan sepertinya punya prilaku sex yang menyimpang. Dia merawat baik tubuhku.



    Kadang aku dibawa bersama pasien pria secara sembunyi-sembunyi. Kami sengaja dilepaskan ditengah keramaian. Dengan keadaan kami yang mirip binatang maka begitu dilepaskan, kami langsung bersetubuh tanpa mempedulikan tempat. Sementara itu, anak buahnya mengabadikan persetubuhan kami dari berbagai sudut setelah Massa mulai berkerumun menyaksikan aksi cabul kami baru kemudian dia bersama anak buahnya seolah-olah mengamankan kami.



    “Oh…dia mau datang..mau datang….ko…maafkan aku ko……argh…..hegh….Hauk-hauk..nguk-nguk heh…lepaskan aku aku harus menari bugil entotin aku cepat…..!!”Mendadak Tatapan mata Susan nampak kosong mulutnya mulai mengoceh sesuatu hal yang tidak jelas sebagian besar sumpah serapah dan maki-makian kotor atau suara-suara mirip anjing.



    Aku sadar kegilaan Susan sudah kembali menguasai dirinya Aku Segera menghubungi pak Dahlan untuk kembali memasukan Susan di ruangannya. Aku begitu sedih menyaksikan keadaannya tekadku semakin kuat untuk mengeluarkanya dari tempat ini.



    “Pak Dahlan apakah tidak sebaiknya kita pisahkan mereka.”Hatiku begitu pedih saat tubuh putih Susan sedang disetubuhi dalam posisi doggy style.



    Sebelah pahanya terangkat tinggi-tinggi kemaluan pria dari indonesia timur itu nampak kontras menyatu dengan putihnya tubuh Susan.Dengus nafasnya terdengar seperti kereta api diselingi erang kenikmatan Susan.



    Tubuh keduanya bergetar hebat bergoyang tak beraturan memacu sekencang-kencangnya nafsu hewani kedua insan yang kehilangan akalnya ini.



    “Dik Adrian,ngga usah kaget justru dengan demikian keduanya akan tetap sehat.Dulu pernah kami terapis untuk mengendalikan nafsu birahinya tetapi malah berakibat fatal tekanan darahnya naik secara frontal jika ini dibiarkan dikhawatirkan akan memecahkan syaraf-syaraf motoriknya yang bisa menimbulkan kelumpuhan permanen atau lebih parah lagi bisa koma selamanya.



    “Tapi apakah tidak berakibat buruk pada rahim dan alat kelaminnya dan bagaimana pula jika dia hamil. bukankah pihak rumah sakit akan lebih repot lagi?”Aku mencoba mempertahankan argumentasiku



    “Dulu waktu Susan ditemukan dalam keadaan Hamil tua anaknya sudah diadopsi dan dirawat dengan baik. Dia ditemukan tersekap di sebuah bedeng bekas proyek pembangunan mall. 30 orang pelaku termasuk mandornya juga sudah kami amankan menurut pengakuan mereka, sudah 4 bulan mereka menyekapnya.



    Susan dijadikan obyek pelampiasan nafsu birahi mereka. Selama disini juga Susan juga pernah hamil sampai 2 kali akibat prilaku sexualnya terhadap pasien-pasien pria. satu keguguran satunya juga sudah diadopsi dengan baik.



    Sejak peristiwa yang terakhir kami bekerja sama dengan dinas kesehatan untuk memvasektomi pasien-pasien pria sehingga segala masalah kesehatan terjamin, karena tidak mungkin kami memisahkan mereka semua terkait dengan minimnya tempat penampungan dan subsidi dana atas rumah sakit ini. Makanya kami sangat berharap agar konsorsium yang diwakili bapak Adrian bisa segera mencairkan dana hibah agar kami bisa segera membenahi masalah kami.”Pak Dahlan dengan semangat menjelaskan masalahnya.



    “Wah kebetulan semalam saya juga sudah ditelepon pimpinan saya menanyakan perkembangannya. Apakah boleh saya pinjam komputer sebentar agar data-data yang saya peroleh bisa segera saya e-mail kekantor?sebenarnya aku hendak menyelidiki lebih lanjut ketidak beresan yang terjadi di RSJ ini.



    “Oh tentu saja pak Adrian mari silahkan ke ruangan pak kepala pake saja sendiri maaf saya tidak bisa menemani”Akal bulusku berhasil juga rupanya dengan segera pak Dahlan mempersilahkanku masuk ke kantor pimpinanya.



    Ruangan ini cukup nyaman dan lega aku melihat sekeliling mempelajari keadaan ada sebuah komputer yang masih baru yang terhubung dengan internet.



    Disampingnya ada lemari besar yang nampaknya berisi tumpukan koran dan map-map aku membukanya sebentar ternyata pak kepala suka membaca sebuah harian berita kriminal yang isinya lebih mirip cerita stensilan dengan bahasa jurnalistik yang norak



    beberapa halaman nampak bekas digunting. Pandanganku beralih ke tumpukan Map yang ada disampingnya. Rupanya Tumpukan map itu berisi kliping dari koran-koran picisan itu.



    Aku kaget membaca salah satunya yang berjudul “Aksi nekat pasangan Cabul bersetubuh di perempatan jalan padat lalu lintas”berita kali ini lengkap dimuat dengan foto yang nampak vulgar hanya di blur pada bagian mata dan alat kelamin masing-masing.



    Tidak sepantasnya foto mesum seperti itu dipajang sebagai headline. Sementara di halaman belakang terjepit rapi kwitansi pembayaran entah untuk apa yang nilainya cukup besar.



    Aku menduga rupanya pak kepala ada kerjasama dengan wartawan harian mesum ini. Aku langsung teringat cerita Susan yang bercerita sengaja dilepaskan ditengah jalan bersama pasien pria. Rupanya ini alasan semuanya.



    Aku kemudian membuka komputer dan mulai memeriksa folder-folder yang ada rupanya pak kepala tidak cukup terampil dan hanya mengandalkan fasilitas folder option.



    Sejak awal aku sudah curiga. Komputer ini sedikit sekali program dan file-filenya. Tapi kenapa hardisk seukuran 250Gb ini sudah nyaris penuh?.



    Ternyata di salah satu folder Hiden, terdapat ribuan file movie dan picture yang mengabadikan aktivitas-aktivitas persetubuhan liar pasien-pasien sakit jiwa ini.hampir semuanya diperankan oleh Susan. Paras yang cantik ternyata berbalik menjadi sebuah kutukan yang mengerikan bagi dirinya.



    Tak bisa kubayangkan sebelumnya, kebejadan moral oknum yang mengexsploitasi prilaku sexual orang sinting.



    Sehingga aku bingung sendiri siapa yang sebenarnya sinting disini.Segera aku mengcopy data-data penting tersebut aku berniat untuk membongkar segala kebusukan yang telah terjadi di RSJ ini.



    Beberapa bulan kemudian hasil laporanku telah dimuat di majalah terkenal. Kecaman keras baik pro dan kontra segera bermunculan.



    Hasil bidikan-2x kameraku yang fenomenal langsung mengangkat drastis rating artikelku. Sedangkan Pihak pemerintah dengan keras menyangkal semuanya.



    Akhirnya kasus ini lenyap dengan sendirinya oknum-oknum yang terlibat menurut info yang terakhir aku peroleh, telah dimutasikan walaupun tidak mendapatkan proses hukum. berdasarkan atas dasar demi kepentingan regional.



    Sedangkan Susan berhasil aku selamatkan. Kesehatannya telah jauh membaik dan segala ingatan buruknya telah berhasil dihilangkan setelah menjalani terapi hipnotis dari seorang pakar psikolog ternama di singapura. Kini Susan telah membuka lembaran baru dalam hidupnya terlepas dari bayang-bayang kelam masa lalunya.
    -credit to sarmo_clubmania source blogspot binal tenan
     

Share This Page